Sabtu 09 Oktober 2021, 20:51 WIB

Pakar: Polri Harus Lanjutkan Penyelidikan Kasus Pencabulan Anak

Sri Utami | Politik dan Hukum
Pakar: Polri Harus Lanjutkan Penyelidikan Kasus Pencabulan Anak

Antara
Personel kepolisian bersenjata berjaga di depan gedung Mabes Polri, Jakarta.

 

POLRI perlu bersikap tegas dengan memerintahkan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk kembali membuka penyidikan kasus dugaan pencabulan ayah terhadap tiga anaknya. 

Pakar hukum pidana Universitas Al-azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad menekankan bahwa kelanjutan penanganan kasus menjadi keadilan bagi korban. Dalam prinsip hukum, terkadang keadilan dikorbankan untuk mengedepankan kepastian hukum dan kemanfaatan hukum.

Baca juga: Kasus Pencabulan Ayah pada 3 Anak Dihentikan, Kompolnas: Ajukan Praperadilan

Itu selama sesuai dengan undang-undang yang diasumsikan adil. Namun adil secara prosedural, bukan keadilan subtantif. "Supaya adil, hendaknya dilakukan penyidikan lagi secara transparan dan akuntabel," ujar Suparji saat dihubungi, Sabtu (9/10).

Menurutnya, penyelidikan yang transparan bisa dilakukan Bareskrim Polri atau Polda Sulsel. Namun, lebih tepat dilakukan polda, karena berkaitan dengan alat bukti. Penyelidikan pun dapat dibuka kembali, jika memang ada bukti baru, atau ada keberatan atas hasil penyelidikan sebelumnya. 

"Bisa (penyidikan Mabes Polri), karena ada masalah yang rumit dan jadi perhatian publik. Tapi, lebih tepat Polda Sulsel, karena terkait kedekatan alat bukti," imbuhnya.

Baca juga: Menteri PPPA Turunkan Tim Untuk Dalami Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Di Luwu Timur

Suatu perkara dapat dihentikan, jika tidak ditemukan cukup bukti pembukaan minimal dua alat bukti, atau telah kedaluwarsa selama 14 tahun. Kasus dapat diteruskan, apabila di kemudian hari ditemukan minimal dua alat bukti.

Terkait dengan dugaan kasus perkosaan yang melibatkan satu keluarga, lanjut dia, semakin membuktikan pentingnya regulasi yang berpihak pada korban dan pemulihannya. DPR RI harus segera menuntaskan pembahasan RUU PKS, agar bisa disahkan.(OL-11)

 

Baca Juga

Ist/MasDem

Saan Mustopa: Militansi dan Kemampuan Politik Prasyarat Menang di Pemilu

👤Reza Sunarya 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 12:45 WIB
Saan Mustopa berharap kader partai untuk membangun loyalitas dan militansi seluruh anggota partai menjelang pemilihan umum (Pemilu) tahun...
ANTARA/ISMAR PATRIZKI

Cak Imin: Jadi Anggota DPR Ini Jalan Tol

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 12:01 WIB
Disampaikan Cak Imin saat siaran langsung melalui aplikasi TikTok dengan influencer Benjamin Adhisurya atau yang dikenal dengan nama Iben...
Ist

Terlalu Jauh Tuduh Erick Maju Jadi Capres dalam Pilpres 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 11:35 WIB
Menurut pandangan Direktur LPIPB Monisyah, apa yang sedang dikerjakan Erick Thohir tegak lurus dengan visi Presiden Joko...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya