Senin 04 Oktober 2021, 17:24 WIB

Aktivis 98 dan Akademisi Apresiasi Kapolri Rekrut Mantan Pegawai KPK 

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Aktivis 98 dan Akademisi Apresiasi Kapolri Rekrut Mantan Pegawai KPK 

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berencana menampung mantan pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan.

 

PAKAR Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menyatakan terkait tawaran Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk merekrut 56 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu diapresiasi.

"Apa yang dilakukan Kapolri terhadap 56 mantan pegawai KPK harus kita apresiasi, yang dilakukan Kapolri sebagai jalan keluar untuk mengatasi atas konflik tersebut," kata Emrus dalam diskusi virtual dengan tema "Pro Kontra Kapolri Rekrut 56 Mantan Pegawai KPK" di Jakarta, Senin (4/10). 

Selanjutnya, Emrus mengatakan, Polri merupakan Institusi yang kredibel, pasalnya tawaran tersebut tidak akan memperkeruh kondisi yang ada saat ini. 

"KPK di bawah Firli tetap melakukan kegiatan penegakan Korupsi, kita lihat dua Menteri kena OTT (oprasi tangkap tangan), selain itu wakil DPR juga kena. Itu tandanya KPK tetap tajam ke semua pihak. Tawaran dari Kapolri telah sesuai konstitusi dan sesuai peraturan yang dikeluarkan Mahkamah Agung," paparnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Pengurus Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Surya Vandiantara menyatakan, sikap Kapolri untuk merekrut tersebut merupakan sikap kenegarawanan yang perlu kita acungkan jempol. 

"Bahwa tawaran bapak Kapolri merupakan solusi dan merupakan sikap kenegarawanan yang di tunjukkan sebagai pejabat di Institusi Polri," ungkap Surya. 

Surya berharap, situasi polemik tersebut cepat berakhir, sehingga kerja-kerja pemberantasan korupsi tetap berjalan. 

"Kami dari pengurus pemuda Muhammadiyah tentu sesua visi kami tetap mendukung pemberantasan korupsi," tambahnya. 

Di tempat lain, Ketua PBHI Jakarta, Sabar Daniel Hutahaean, mengatakan justru sikap tersebut bukan sebuah polemik. Pasalnya proses pemberhentian tersebut sesuai prosedur yang ada dan secara hak asasi tidak ada yang dilanggar. 

"Menurut saya keputusan Kapolri untuk menampung atau merekrut mereka patut diapresiasi dan merupakan tawaran yang terhormat, karena lembaga Polri adalah lembaga yang terhormat dan prestisius, tentu menurut saya teman-teman mantan pegawai KPK agar mempertimbangkan tawaran tersebut," katanya mantan Aktivis Forkot tersebut.

Selain itu, perwakilan Aktivis 98 Samson mengapresiasi keputusan Kapolri untuk merekrut 56 mantan pegawai KPK yang sudah diberhentikan per 30 September lalu. 

"Sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan bapak Kapolri dalam memberantas korupsi di Indonesia," katanya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara/Iggoy el Fitra.

PP Muhammadiyah Sesalkan Singapura Larang Masuk Ustaz Abdul Somad

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 23:04 WIB
Karena tidak juga diizinkan masuk, akhirnya rombongan UAS pergi meninggalkan Singapura pada sore...
MI/ Pius Erlangga

Singapura: Abdul Somad Ditolak Masuk Karena Dukung Ajaran Ekstremis dan Kekerasan

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:40 WIB
Somad dinilai juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama...
ANTARA

KPK Geledah Balai Kota Ambon, Bawa 5 Koper dan 1 Tas

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:25 WIB
Tim penyidik KPK membawa lima koper dan satu tas berwarna cokelat, usai penggeledahan dari Balai Kota Ambon pukul 21.46 WIT, Selasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya