Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah agar bekerja dengan niat baik dan menjauhi penyimpangan atau moral hazard.
Dia pun meminta kepala daerah memperbaiki tata kelola pemerintahan di wilayah masing-masing, serta menjauhi modus penyimpangan. Hal itu disampaikan Tito kepada para kepala daerah dalam peluncuran Monitoring Centre for Prevention (MCP) oleh KPK, Kemendagri dan BPKP.
"Tolong betul-betul diwaspadai dan hati-hati, apalagi mohon maaf sebagai kepala daerah. Karena KPK, Polri, BPKP, itu sudah sangat paham betul modus-modus operandi yang bisa menjadi tindak pidana korupsi," pungkas Tito, Selasa (31/8).
Baca juga: KPK Minta 17 Tersangka Jual-beli Jabatan di Probolinggo Menyerahkan Diri
Mantan Kapolri itu mengingatkan kepala daerah untuk meningkatkan upaya pencegahan korupsi melalui pembenahan tata kelola. Para penegak hukum, lanjut dia, paham betul area rawan yang kerap menjadi masalah. Oleh karena itu, kepala daerah diharapkan tidak terjerumus di pusaran rasuah.
"Petugas lapangan hapal tidak akan jauh jauh dari masalah mutasi, manajemen ASN, peluangnya di sana. Lalu mark-up harga, di bagian PU (infrastruktur), sekda dan bagian keuangan. Itu adalah titik-titik yang mudah sekali," imbuh Tito.
Ketua KPK Firli Bahuri meminta kepala daerah serius mengembangkan upaya pencegahan korupsi melalui instrumen MCP. Terhadap MCP, KPK mengawasi perbaikan tata kelola daerah di delapan area intervensi. Rinciannya, perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, serta perizinan (PTSP).
Baca juga: Parpol Jalankan Sistem Kartel Demi Amankan Sumber Daya Anggaran
Lalu, aparat pengawasan intern pemerintah (APIP), manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset dan tata kelola dana desa. "MCP salah satu aspek pemberantasan korupsi dengan pencegahan. Kita paham begitu banyak bentuk korupsi. Setidaknya ada 7 cabang korupsi, ada 30 jenis dan rupa korupsi," tutur Firli.
Firli turut mengumumkan 10 daerah yang memiliki nilai MCP tertinggi, yakni Sulawesi Utara, Bali, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatra Utara, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Banten.
"Apa yang sudah dicapai menjadi tantangan mewujudkan tata kelola pemerintahan lebih baik. Sehingga, kita bisa menerapkan asas umum pemerintahan yang bersih dan baik," tukasnya.(OL-11)
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung Kemendagri mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra.
Regulasi yang ditetapkan pada 17 Desember 2025 ini bertujuan untuk memperkuat aspek kelembagaan BPBD di seluruh Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana yang kian kompleks.
Pemilu tidak semata-mata soal menang atau kalahnya partai politik, melainkan juga menentukan sistem kehidupan berbangsa, termasuk arah kebijakan ekonomi nasional.
Setelah mendapatkan persetujuan dari para peserta sidang yang diiringi ketukan palu, Rano kemudian membacakan poin kesimpulan kedua yang berfokus pada pembenahan internal.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
SATU tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berjalan mulus bukan karena kinerja pemerintah yang efisien, melainkan karena lemahnya peran DPR
Publik masih menunggu langkah pemerintahan Prabowo dalam merespons berbagai masalah dengan langkah-langkah korektif.
Sikap partai berlambang banteng tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti maraknya perilaku masyarakat yang merasa paling tahu segalanya, terutama soal isu-isu politik dan pemerintahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved