Kamis 03 Juni 2021, 16:06 WIB

Soal Kebocoran Data BPJS Kesehatan, Polri Dalami Peran IT

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Soal Kebocoran Data BPJS Kesehatan, Polri Dalami Peran IT

Antara
Ilustrasi warga saat mengakses aplikasi BPJS Kesehatan.

 

TIM Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terus mendalami kasus dugaan jual beli data kependudukan 279 juta warga negara Indonesia (WNI) di dunia maya.

Diketahui, data kependudukan itu diduga mirip dengan milik Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Penyidik pun mendalami peran penyedia teknologi informasi (IT) di BPJS Kesehatan.

Kemudian, kepolisian memeriksa lima vendor di BPJS Kesehatan, untuk merunut terkait potensi kebocoran data milik BPJS Kesehatan.

Baca juga: Polri Gandeng BSSN Usut Bocornya 279 Juta Data Penduduk

“Masih diselidiki terus oleh Direktorat Siber, jadi belum dipastikan lagi. Makanya, saksi-saksi diperiksa dari pihak BPJS Kesehatan. Siapa penyedia teknologi informasinya di sana,” papar Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Kamis (3/6).

Rusdi juga belum dapat menyimpulkan apakah dugaan kebocoran data itu merupakan skimming atau praktik pencurian informasi, dengan cara menyalin informasi pada strip magnetik kartu kredit atau debit.

Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan Mangkir dari Pemeriksaan Kebocoran Data

“Bagaimana modus kebocoran data ini, bagaimana pelaku membocorkan. Segala hal masih diteliti oleh penyidik,” terang Rusdi.

Pihaknya mengklaim tim penyidik Polri tidak menemui kendala dalam mengungkap kasus kebocoran data peserta BPJS kesehatan. “Semua proses, kami minta masyarakat untuk bersabar dahulu,” imbuhnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron diketahui sudah membuat laporan resmi ke Mabes Polri terkait dugaan pelanggaran hukum dalam kasus peretasan tersebut. Ali meminta penyidik Bareskrim Polri segera menindak kasus yang menyeret BPJS Kesehatan.(OL-11)

 

 

 

Baca Juga

ANTARA/Reno Esnir

KPK Temukan Bukti Suap Wali Kota Ambon yang Sengaja Dibakar

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Selasa 24 Mei 2022, 07:54 WIB
Salah satu dokumen sengaja dimusnahkan oleh pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Ambon saat penyidik mencari barang...
Dok MI

Member DNA Pro Mengaku Terbantu Digital Trading

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 07:30 WIB
Mereka berharap adanya proses regulasi dan pembinaan terhadap usaha digital trading di...
Antara

KPK: Richard Louhenapessy Diduga Ikut Campur Tentukan Pemenang Lelang

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 23 Mei 2022, 23:30 WIB
 Informasi ini diketahui saat KPK memeriksa 16 saksi pada Jumat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya