Sabtu 27 Februari 2021, 10:12 WIB

Jubir Gubernur Sulsel Bantah Bosnya Kena OTT KPK

Lina Herlina | Politik dan Hukum
Jubir Gubernur Sulsel Bantah Bosnya Kena OTT KPK

MI/LINA HERLINA
Juru bicara Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdulah, Veronica Moniaga.

 

JURU bicara Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdulah, Veronica Moniaga,  membatah jika bosnya terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK), Sabtu (27/2) sekitar pukul 01.00 Wita di  Rumah Dinas Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.

Dalam keterangannya kepada sejumlah jurnalis di gerbang belakang rumah dinas gubernur, Jalan Sungai Tangka Makassar, Veronica mengatakan jika tim dari KPK datang saat Nurdin Abdullah sedang beristirahat seperti biasanya.

Baca juga: Gubernur Sulsel Kena OTT, KPK Amankan Uang 1 Koper

Dia juga menyebut jika Nurdin Abdullah memang berangkat ke Jakarta, tapi hanya berangkat berdua dengan ajudannya Samsul Bahri.

"Karena standarnya memang demikian, jika bapak bepergian ada yang menemani. Kami tidak tahu soal sprindik yang bereda, yang kami tahu pak gubernur dan ajudan dijemput secara terhormat dan tidak dijemput paksa OTT atau apapun, sama sekali tidak seperti itu yang ada dan terjadi," kilah Veronica.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah diinformasikan tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sabtu (27/2) sekitar pukul 01.00 Wita di Rumah Jabatannya, Jalan jenderal Sudirman Makassar. Selain Nurdin, tim KPK beranggotakan sembilan orang juga mengamankan lima orang lainnya.

Mereka ialah seorang pengusaha dan sopirnya, ajudan gubernur, serta sekretaris salah satu OPD di Sulsel juga bersama sopirnya. Semuanya sudah bertolak ke Jakarta menggunakan Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 617 dan sekitar pukul 07.00 Wita mereka keluar lewat pintu 2 Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.

"Benar, Jumat, 26 Februari, tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi. Informasi lebih lengkap kasusnya, siapa saja yang ditangkap dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum bisa kami sampaikan. Tim masih bekerja,  dan perkembangannya nanti akan kami sampaikan kepada 
rekan-rekan semua," kata Ali Fikri lewat pesan singkat.

Sementara itu, dari informasi yang beredar selain lima orang tersebut barang bukti yang ikut diamankan oleh Tim KPK yaitu sebuah koper yang berisi uang sebesar Rp1 Miliar yang di amankan di Rumah Makan Nelayan, Jalan Ali Malaka, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulsel. (OL-6)

Baca Juga

MI/ Rahmatul Fajri

Polri Luncurkan Aplikasi untuk Permudah Bikin SIM

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 13 April 2021, 20:43 WIB
Masyarakat yang hendak menggunakan layanan ini cukup dengan mengunduh aplikasi SINAR di Playstore Andorid maupun...
Antara

Luhut Dorong KPK Perkuat Pengawasan Megaproyek Nasional

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 13 April 2021, 20:26 WIB
"KPK ini super sakti. Kalau KPK bisa memainkan peran dengan pas, pencegahan banyak, akan menurunkan korupsi," tandas...
Antara

Anak Buah Benny Tjokro Diperiksa dalam Kasus Asabri

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 13 April 2021, 20:14 WIB
MH merupkan karyawan di PT Hanson International, tempat Benny menjabat sebagai...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya