Selasa 12 Januari 2021, 12:12 WIB

KPK Kembali Geledah Dua Perusahaan Penyedia Bansos

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Kembali Geledah Dua Perusahaan Penyedia Bansos

Dok.MI
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah sejumlah perusahaan penyedia bansos Jabodetabek dalam kasus yang menjerat eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.

Dua perusahaan digeledah yakni PT Mesail Cahaya Berkat di Soho Capital SC-3209 Podomoro City, Jakarta Barat dan PT Junatama Foodia di Metropolitan Tower TB Simatupang, Jakarta Selatan. Dari dua penggeledahan itu, penyidik KPK menyita dokumen terkait pengadaan bansos.

"Tim penyidik mengamankan beragam dokumen yang berhubungan dengan penyediaan bansos untuk wilayah Jabodetabek 2020 yang diduga dikerjakan oleh kedua perusahaan tersebut," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (12/1).

Sebelumnya, KPK juga menggeledah dua perusahaan vendor bansos yakni PT ANM dan PT FMK di Gedung Patra Jasa, Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dari penggeledahan itu, penyidik mengamankan sejumlah dokumen kontrak untuk penyediaan bansos.

"Dari hasil penggeledahan tersebut ditemukan berbagai dokumen di antaranya terkait kontrak dan penyediaan sembako yang didistribusikan untuk wilayah Jabodetabek 2020," kata Ali Fikri.

Dalam kasus itu, sejauh ini KPK sudah menyita barang bukti uang sekitar Rp14,5 miliar dan tiga mobil yang diduga dibeli dari hasil pungutan dana bansos. KPK belakangan ini juga terus mendalami perusahaan rekanan Kemensos yang menyediakan paket sembako.

Dalam kasus itu, Juliari diduga menerima Rp17 miliar dari dua tahap pengadaan bansos Jabodetabek. KPK menduga Juliari mendapat potongan Rp10 ribu dari setiap paket sembako dari vendor Kemensos melalui penunjukkan langsung.

Duit Rp8,2 miliar diduga diterima terkait penyaluran bansos periode pertama dan Rp8,8 miliar pada penyaluran tahap dua.

Selain Juliari, empat tersangka lain yakni dua pejabat pembuat komitmen Kemensos yakni Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso serta dari pihak swasta Ardian I M dan Harry Sidabuke.

Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun Matheus dan Adi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Adapun Ardian dan Harry, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor. (Dhk/OL-09)

Baca Juga

MI/PIUS ERLANGGA

MK Pastikan Sidang PHPU Pilkada Sesuai Prokes

👤Kautsar Bobi 🕔Selasa 26 Januari 2021, 12:28 WIB
Sebanyak 35 gugatan akan disidangkan hari ini. Waktu persidangan akan dibagi menjadi...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

KPK Periksa Kabag Sekretariat Komisi VIII DPR Terkait Kasus Bansos

👤¬†Cahya Mulyana 🕔Selasa 26 Januari 2021, 11:54 WIB
Sigit Bawono Prasetyo akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 untuk wilayah...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/

KPK Periksa Eks Sekretaris Kemensetneg Terkait Korupsi PT DI

👤¬†Cahya Mulyana 🕔Selasa 26 Januari 2021, 11:46 WIB
KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Taufik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya