Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 tahap 1 tahun anggaran (TA) 2015 di Kabupaten Mimika, Papua.
Penyidik, kali ini, mendalami dugaan penyimpangan anggaran itu lewat saksi mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Sekretariat Daerah (Setda) Mimika periode 2013-2015 Marthen Tappi Malissa.
"Didalami pengetahuannya terkait dengan proses perencanaan penganggaran dan pelaksanaan pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 yang diduga terjadi penyimpangan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (11/11).
Baca juga: Tiga Mantan Legislator Jambi Segera Diadili
Penyidik juga menanyakan materi pemeriksaan serupa kepada tiga saksi lainnya. Para saksi meliputi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika periode 2015-2017 Petrus Yumte, mantan Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Pembangunan Gereja Kingmi Tahap 2 Dominggus J Macsurella, dan pimpinan cabang PT Arina Adicipta Konsultan TriHardini Pelitawati.
Keempat saksi itu diperiksa pada Selasa (10/11). Sedangkan dua saksi yang sedianya turut diperiksa, mangkir dari panggilan penyidik.
Keduanya adalah mantan Kabag Umum Setda Mimika periode 2014-2015 Hendra Kamesywara dan Pendeta Gembala Sidang Rehobot Mile 32 Philipus Dholame. Pemeriksaan keduanya dijadwalkan ulang.
KPK masih merahasiakan detail kasus ini. Pengumuman tersangka baru diungkap setelah ada upaya paksa penangkapan atau penahanan. Hal ini sesuai kebijakan pimpinan KPK periode 2019-2024 serta amanat dari Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. (OL-1)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sembilan orang terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Rejang Lebong, Bengkulu ke Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (10/3).
Penguatan pengawasan semata tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan kesadaran moral dari para pemangku kepentingan di daerah.
Penyidik saat ini tengah mendalami aliran dana dan detail proyek yang menjadi objek perkara.
Selain menangkap para pejabat teras tersebut, tim penyidik juga menyita alat bukti pendukung lainnya.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi senyap tersebut.
Operasi senyap ini diduga kuat berkaitan dengan praktik rasuah dalam pengerjaan proyek di wilayah tersebut.
Kasus ini bermula dari rapuhnya harmonisasi komunikasi di ruang digital
Ignatius Kardinal Suharyo genap 50 tahun ditahbiskan menjadi imam akhir Januari ini.
Polsek Kelapa Gading masih melakukan perburuan intensif terhadap pelaku R yang berperan sebagai joki sepeda motor saat kejadian.
Pelaku ditembak karena melawan petugas saat pengembangan kasus. Satu pelaku lain masih buron.
Jumlah personel yang dikerahkan bisa bertambah tergantung pada kebutuhan di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Samosir menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk pengembangan dan perawatan museum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved