Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ignatius Kardinal Suharyo Genap 50 Tahun Ditahbiskan Menjadi Imam

Media Indonesia
24/1/2026 19:28
Ignatius Kardinal Suharyo Genap 50 Tahun Ditahbiskan Menjadi Imam
Tokoh nasional Gerakan Nurani Bangsa Ignatius Kardinal Suharyo (kiri), didampingi Franz Magnis-Suseno, menyampaikan Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026 di Grha Pemuda, Komplek Katedral Jakarta, Selasa (13/1/2026).(MI/Usman Iskandar)

PERINGATAN seseorang genap 50 tahun menjadi pemuka agama yang berperan secara internasional dapat mengajak kita menelusuri hidup pribadi dan sosialnya. Ignatius Kardinal Suharyo genap 50 tahun ditahbiskan menjadi imam akhir Januari ini. 

"Dia bagian pimpinan Gereja Katolik, yang sebagai Kardinal, termasuk dalam mereka yang ikut menentukan terpilihnya Paus Leo XIV yang lalu. Seseorang yang juga ikut menyambut Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia dan beberapa negara lain di tahun silam," ujar dosen Teologi di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, BS Mardiatmaja, dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1).

Romo Kardinal juga pernah menjadi Ketua Persaudaraan para Uskup Indonesia (Ketua KWI). Dia juga mnengambil peran penting dalam persekutuan para Pemimpin Gereja Katolik di Asia.                                                                                          

Keahlian

Kardinal Suharyo ditahbiskan 50 tahun yang lalu. Ia pernah menggumuli Ilmu Alkitab, yang bagi Gereja Katolik sangat bermakna, karena menjadi ahli perwahyuan dalam Gereja. 

Dengan demikian dapatlah difahami bahwa ia sering kali menjadi tempat memperdalam bagian penting dalam teologi Katolik. Itulah pula sebabnya ia belajar di Pusat Studi Alkitab di Roma dan selama beberapa tahun menjadi pengajar Teologi Alkitab di Sekolah Imam di Yogyakarta dengan pujian banyak orang. 

Ia pun menjadi rekan dari para teolog Indonesia, yang menjadi pusat teologis Gereja. Setiap minggu Kardinal Suharyo banyak membagikan pengetahuan alkitabiahnya secara lisan maupun secara media-sosial, baik yang dibimbingnya di Keuskupan Agung Jakarta maupun para persaudaraan lain: demi bahan studi yang berharga.             

Warna Kegerejaan

Dengan ditahbiskan menjadi imam 50 tahun yang lalu, Romo Suharyo dipandang dengan hormat di Keuskupan Agung Semarang serta mendidik banyak sekali imam-imam yang lebih muda. Ia akrab dengan banyak tokoh Gereja yang bekerja sama. 

Keakrabannya mungkin didukung oleh keluarganya yang melahirkan dua imam lain dan dua Suster serta banyak aktivis lain dari daerah Sedayu Yogyakarta. Sementara itu, sejak muda, dia amat dekat dengan banyak murid Kristus di daerah Jawa Tengah dan yang lebih luas. 

Oleh sebab itu, dapatlah difahami, kalau banyak sekali ajaran dan sapaan-sapaannya waktu khotbah maupun lewat tulisannya, sungguh didengar dan diikuti oleh banyak sekali umatnya.                    

Baca juga: Teks Janji Pernikahan Kristen dan Katolik serta Doanya                                                                                                                   

Peran Sosial

Menurut Mardiatmaja, Romo Kardinal Suharyo mendapat tempat penting dalam dunia sosial. Kita telah melihat perannya ketika Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia, yang jumlah umat Katoliknya juga tidak besar sekali. 

Dalam pada itu, ia juga bekerja sama dengan rekan-rekan PGI dari Jalan Salemba dengan teman Reformasi. Hubungannya dengan umat Muslim juga sangat baik, sehingga ikut serta dalam terjadinya Surat Resmi antara Menteri Agama dan Agama-Agama serupa dengan banyak kerja sama agama-agama di daerah lain. 

Dengan itu, Kardinal membangun persaudaraan lintasagama. Hal itu menguatkan Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan bekal hidup sosial di tengah Republik Indonesia. Kontak lintas petugas nasional juga amat diusahakan oleh Romo Kardinal.        

Baca juga: Pengertian Doa Syafaat Kristen dan Contoh                

Ekologi                                                                                                          

Untuk tahun 2026, Kardinal Ignatius Suharyo mengajak seluruh umat dan sekalian sahabat Indonesia, untuk menjaga dan menyuburkan cintakasih umat manusia dengan semua bagian alam semesta, yang sering disebut Semangat Ekologi. "Kita, sebagai orang-orang yang percaya bahwa Allah menciptakan seluruh alam semesta, dan mau melaksanakan Perintah Allah, agar membangun persaudaraan manusia dengan alam semesta, diundang semua agar menjunjung tinggi penghargaan yang menghargai ekologi," tuturnya. 

Oleh sebab itu, sepanjang tahun umat diajak untuk mendoakan agar senantiasa berbakti kepada Allah melalui hormat dan penghargaan kepada ekologi. Cara itu juga diharap dapat memadukan iman kita semua dengan cinta kita kepada Ibu Pertiwi, yang dianugerahkan Allah kepada semuanya saja.                                                                           

Berkah

Dari sejarah kehidupan dan bakti sucinya menjadi kelihatan sekali bahwa kita selayaknya mensyukuri punya Kardinal di tengah kita. Kita mendoakan beliau. Kita berjalan bersama Romo Kardinal Suharyo dalam memperingati 50 tahun Imamatnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya