Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Paus Leo Dukung Pembentukan Negara Palestina untuk Selesaikan Konflik

Haufan Hasyim Salengke
01/12/2025 06:16
Paus Leo Dukung Pembentukan Negara Palestina untuk Selesaikan Konflik
Paus Leo.(EPA)

PUAS Leo menegaskan kembali sikap Vatikan yang telah lama dipegang terkait Timur Tengah pada Minggu (30/11). Pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia mengatakan bahwa negara Palestina yang berdaulat tetap menjadi satu-satunya resolusi yang dapat diterapkan untuk konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun.

"Kita semua tahu bahwa saat ini Israel masih belum menerima solusi tersebut, tetapi kami melihatnya sebagai satu-satunya solusi," ujar Leo, paus pertama dari Amerika Serikat, kepada para wartawan dalam penerbangan dari Turki ke Libanon dalam konferensi pers pertamanya di dalam pesawat.

"Kami juga berteman dengan Israel dan kami berusaha menjadi mediator antara kedua pihak yang dapat membantu mereka mencapai solusi yang adil bagi semua orang," tambah Paus, berbicara dalam bahasa Italia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menegaskan kembali penentangannya terhadap negara Palestina setelah bahkan sekutu terbesarnya, Amerika Serikat, menunjukkan dukungan untuk kemerdekaan Palestina.

Leo berbicara dalam konferensi pers singkat berdurasi delapan menit yang berfokus pada kunjungannya ke Turki, yang ia kunjungi dari Kamis hingga Minggu dalam lawatan luar negeri pertamanya sejak terpilih pada Mei sebagai pemimpin Gereja Katolik yang beranggotakan 1,4 miliar jiwa.

Paus mengatakan ia dan Presiden Turki Tayyip Erdogan membahas konflik Israel-Palestina dan Ukraina-Rusia. Turki memiliki peran penting dalam membantu mengakhiri kedua perang tersebut, kata Leo.

Selama kunjungannya ke Turki, Paus memperingatkan bahwa masa depan umat manusia terancam karena banyaknya konflik berdarah di dunia dan mengutuk kekerasan atas nama agama.

Leo meningkatkan kritiknya awal tahun ini terhadap kampanye militer Israel di Gaza.

Turki mayoritas penduduknya muslim tetapi juga merupakan rumah bagi Bartholomew I, pemimpin spiritual dari 260 juta umat Kristen Ortodoks di dunia.

Leo memuji Turki sebagai contoh koeksistensi beragama.

"Orang-orang dari berbagai agama dapat hidup damai," kata Paus. "Itulah salah satu contoh yang saya pikir kita semua cari di seluruh dunia."

Leo akan mengunjungi Libanon hingga Selasa (2/11), dan kemudian kembali ke Roma. (Daily Sabah/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik