Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN ribu umat Katolik memadati Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (7/9), dalam upacara kanonisasi Carlo Acutis dan Pier Giorgio Frassati. Paus Leo XIV memimpin misa dan secara resmi mengangkat keduanya sebagai santo baru Gereja Katolik.
Tepuk tangan panjang menggemuruh saat pengumuman itu disampaikan. Ini merupakan kanonisasi pertama di bawah kepemimpinan Paus Leo XIV.
Carlo Acutis, yang wafat pada 2006 di usia 15 tahun karena leukemia, menjadi orang pertama dari generasi milenial yang dikanonisasi. Dikenal sebagai “influencer Tuhan”, Acutis memanfaatkan keahliannya di bidang komputer untuk menyebarkan ajaran Katolik, termasuk mendokumentasikan mukjizat-mukjizat dalam sebuah situs web yang dibuatnya.
“Carlo adalah anak biasa yang membuka pintu hatinya untuk Yesus dan menempatkan-Nya di urutan pertama dalam hidupnya,” kata ibunya, Antonia Salzano, yang hadir dalam upacara.
Acutis dimakamkan di Assisi, kota yang ia kagumi karena hubungannya dengan Santo Fransiskus. Makamnya sejak lama menjadi tujuan peziarah dari berbagai negara.
Proses kanonisasi Acutis diawali setelah Vatikan mengakui mukjizat penyembuhan seorang bocah Brasil berusia tujuh tahun dari penyakit pankreas langka. Kesembuhan itu dikaitkan dengan perantaraan doa melalui salah satu kaos Acutis.
Mukjizat kedua terjadi di Kosta Rika, ketika seorang mahasiswa 21 tahun pulih secara luar biasa dari cedera kepala parah setelah ibunya berdoa di makam Acutis di Assisi. Pengakuan atas dua mukjizat inilah yang membuka jalan bagi Paus untuk mengangkat Acutis sebagai santo.
Uskup Assisi, Domenico Sorrentino, menyebut ketokohan Acutis sebagai teladan iman generasi baru. Gereja Katolik berharap popularitasnya dapat menginspirasi lebih banyak pemuda untuk aktif dalam kehidupan beriman.
Selain Acutis, Pier Giorgio Frassati, seorang aktivis Katolik yang wafat pada 1925 dalam usia 24 tahun, juga dikanonisasi dalam misa tersebut. ( nytimes.com/ theguardian.com/ Z-10)
Paus Leo XIV pada Konsistori Publik Biasa pertamanya mengumumkan kanonisasi delapan Beato, termasuk dua sosok muda yang amat dicintai umat: Pier Giorgio Frassati dan Carlo Acutis.
Paus Leo XIV pada Konsistori Publik Biasa pertamanya mengumumkan kanonisasi delapan Beato, termasuk dua sosok muda yang amat dicintai umat: Pier Giorgio Frassati dan Carlo Acutis.
Vatikan, pusat Gereja Katolik di Roma, menetapkan momen bersejarah pada 7 September 2025. Paus Leo XIV mengumumkan kanonisasi dua figur muda Katolik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved