Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Gereja Katolik melalui Ordo Kapusin Medan meneguhkan komitmennya dalam menjaga identitas bangsa dengan meresmikan Museum Pustaka Batak Toba, Jumat (19/12). Berlokasi di Komplek Gereja Katolik Inkulturatif Santo Mikhael, Pangururan, Kabupaten Samosir, museum ini diproyeksikan menjadi pusat studi budaya sekaligus pilar baru pariwisata berbasis kearifan lokal.
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang hadir dalam peresmian tersebut menyatakan bahwa kehadiran museum ini adalah perwujudan nyata dari kesadaran kolektif untuk melestarikan pusaka leluhur.
“Ini adalah momen yang kita nantikan. Museum ini menjadi ruang penting yang menyimpan simbol budaya Samosir, mulai dari artefak kecil hingga pusaka peninggalan nenek moyang. Gereja hadir membawa warna baru yang terintegrasi dan sangat berguna bagi kesejahteraan umat,” ujar Ariston.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pelestarian ini, Pemerintah Kabupaten Samosir menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk pengembangan dan perawatan museum. Ariston juga mendorong masyarakat untuk mempromosikan museum ini secara masif.
Direktur Yayasan Pusaka Batak Toba, Pastor Theodorus Sitinjak, menegaskan bahwa museum ini bersifat inklusif. Meski berada di lingkungan Gereja, institusi ini didedikasikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
“Museum ini bukan hanya milik umat Katolik, tetapi terbuka untuk dunia. Kami berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar para pelajar di Samosir dapat belajar sejarah di sini. Kami ingin museum ini menjadi pusat studi bagi generasi muda,” jelas Pastor Theodorus.
Minister Provinsial Ordo Kapusin Medan, Pastor Yasafat Ivo Sinaga, menekankan bahwa artefak yang disimpan bukan sekadar benda mati, melainkan saksi bisu pembentukan kemanusiaan. Hingga saat ini, Ordo Kapusin telah mendirikan dua museum budaya, yakni di Karo dan kini di Samosir.
“Gereja mencintai budaya dan tidak pernah bercita-cita menghancurkannya. Manusia tidak bisa lepas dari budaya; jika lepas, maka hilanglah identitas kemanusiaannya. Kami membangun gereja, tetapi kami juga membentuk kemanusiaan melalui pelestarian identitas ini,” tegas Pastor Yasafat.
Melalui kehadiran Museum Pustaka Batak Toba, Samosir diharapkan semakin mengukuhkan citranya sebagai "Kepingan Surga" yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga kaya secara literasi sejarah dan tradisi. (AP/P-5)
Adat Batak tidak bisa dipisahkan dari ulos. Kain ini bukan sekadar tenunan, tetapi simbol kasih, doa, dan identitas.
Gibran juga menitipkan pesan agar PSBI lebih aktif melibatkan generasi muda dalam kegiatan adat dan organisasi serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi masa kini.
Adat Batak, khususnya Batak Toba, memiliki aturan adat yang ketat dalam urusan pernikahan. Larangan ini bukan tanpa alasan—melainkan demi menjaga nilai budaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved