Minggu 25 Oktober 2020, 05:16 WIB

Parpol Giatkan Kampanye Pintu ke Pintu

Sru/P-2 | Politik dan Hukum
Parpol Giatkan Kampanye Pintu ke Pintu

Medcom.id
Ilustrasi -- kampanye

 

MINIMNYA kampanye Pilkada 2020 dalam bentuk daring membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) memanggil kembali partai politik (parpol) pengusung, para calon, dan tim sukses. Mereka bakal lebih didorong menghindari bentuk kampanye yang menimbulkan kerumunan.

Dalam menanggapi itu, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Mohammad Eddy Soeparno mengatakan pihaknya tetap mendorong para kandidat berkampanye secara inovatif, baik daring maupun pintu ke pintu. Ia pun meyakini metode mendatangi konstituen satu per satu lebih efektif dan aman dari penularan covid-19.

“Kami meminta para kandidat memperbanyak para timnya. Jadi, selain dari kandidat itu sendiri atau diwakili oleh timnya untuk door to door.
Kami juga minta timnya untuk mempersiapkan diri untuk mengajak konstituen untuk bersama-sama melakukan pemilihan 9 Desember mendatang karena dalam kondisi sekarang ini bisa jadi banyak tidak mau datang memilih karena enggan ke luar rumah,” tukasnya.

Anggota Dewa Pembina Perludem Titi Anggraeni mengatakan parpol seharusnya menjadi garda terdepan dalam mendorong kandidatnya kampanye secara daring di tengah pandemi covid-19 saat ini.

“Pemanggilan para calon oleh KPU itu sudah tepat, tetapi efektif atau tidaknya harus kita lihat setelah pemanggilan. Segala upaya untuk mendorong dan memastikan kandidat menghindari kerumunan harus diupayakan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Hari pemilihan yang semakin dekat praktis membuat para calon kepala daerah semakin gencar berkampanye dengan berbagai cara. Hal itu menjadi potensi kecurangan dan pelanggaran.

KPU dalam kapasitasnya harus terus mendorong para calon kepala daerah untuk taat kepada aturan termasuk tidak membuat kerumunan. Kebijakan ini harus juga diikuti pengawasan dan penindakan.

Titi mengingatkan potensi kecurangan pelanggaran kemungkinan akan meningkat sehingga berbagai pihak harus mengawasi, termasuk masyarakat.

“Kemendagri juga termasuk Satgas intensifkan pencegahan dan pengawasan. Pemerintah daerah juga harus dan seharusnya peran parpol harus jadi terdepan mendorong kandidatnya taat aturan masalahnya parpol juga abai,” cetusnya.

Data KPU sejauh ini menunjukkan kampanye tatap muka masih mendominasi dengan 77%, sedangkan kampanye daring baru oleh 23%. (Sru/P-2)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Polri: Tidak Ada Pendekatan Militer di Papua

👤Widhoroso 🕔Sabtu 28 November 2020, 22:55 WIB
Kehadiran aparat TNI dan Polri di tengah masyarakat Papua,justru untuk membantu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat itu...
dok.Mabesad

TNI AD dan AD Prancis Siapkan Latihan Gabungan di 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 21:55 WIB
KEPALA Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kedatangan Atase Angkatan Darat Prancis, di Mabesad TNI membahas latihan...
MI/Susanto

Baleg Prioritaskan RUU yang Tertunda di 2020

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 28 November 2020, 21:22 WIB
Badan Legislasi (Baleg) DPR belum menentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) mana saja yang akan masuk dalam Program Legislasi Nasional...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya