Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI III DPR meminta Polri dan Kementerian Hukum dan HAM agar lebih efektif dan hati-hati dalam menggunakan anggaran.
Hal itu karena ada laporan BPK pada DPR yang mengatakan bahwa ada beberapa poin yang mengindikasikan penggunaan anggaran tidak efektif pada kedua lembaga tersebut.
“Terkait dengan tata kelola anggaran tahun depan tidak lepas dari temuan-temuan BPK yang disampaikan kepada DPR. Salah satu yang terkait dengan Kemenkumham temuan BPK diberi catatan sebagai praktek mark up meski bukan dalam rangka korupsi,” ujar Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, dalam rapat kerja Komisi III dengan Polri, Kemenkumham, dan Kejaksaan Agung, Rabu, (24/6).
Arsul mengatakan ke depan diharapkan penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan lebih detail. Dengan begitu setiap kegiatan yang akan dilakukan telah memiliki anggaran masing-masing.
“Ke depan dalam konteks tata kelola anggaran yang lebih baik sebaiknya dianggarkan kebuthan kegiata yang dibutuhkan dibanding mengambil anggaran dari kegiatan lain dengan di mark up,” ujar Arsul.
Begitu juga dengan Polri, Arsul mengatakan BPK menyampaikan ada alokasi anggaran yang pemanfaatannya dipertanyakan. Khususnya yang dialokasikan untuk pengadaan beberapa barang seperti body camera.
Baca juga: Komisi I Minta Kemenlu Investigasi Kematian TNI di Kongo
Anggota Komisi III, Hinca Pandjaitan, mengatakan Polri dan Kemenkumham diharapkan memang lebih efektif dalam pemanfaatan anggaran. Salah satunya yang digunakan untuk penyelesaian kasus pengguna narkoba dan penahanannya.
“Harus diseleksi dan rehabiltasi. Kejar pengedarnya tapi jangan hanya pemakainya,” ujar Hinca.
Sementara itu terkait pengadaan barang-barang kebutuhan Polri yang berteknologi tinggi, Hinca mengatakan memang perlu dilakukan. Namun, tetap harus dengan perhitungan dan pemanfaatan yang baik.
“Antisipasi teknologi memang tetap dibutuhkan penting teknologi baru untuk digunakan tapi pakailah seefektif mungkin. Ke depan mungkin harus sudah ada alat-alat super modern, tapi tidak mungkin mengabaikan teknologi baru untuk memperkuat kemampuan kierja Polri,” ujar Hinca. (A-2)
KPK ungkap hasil audit BPK dalam sidang praperadilan Yaqut Cholil Qoumas. Kerugian negara kasus korupsi kuota haji capai Rp622 miliar dengan 200 dokumen bukti.
BADAN Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengumumkan capaian tingkat penyelesaian tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebesar 95,69 persen.
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 Tahun 2025 merupakan solusi atau jawaban inefisiensi industri pupuk yang diterbitkan berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan.
Saksi mahkota Kerry Adrianto Riza mengungkap Pertamina memperoleh manfaat hingga Rp 17 triliun dari penyewaan Terminal BBM OTM.
KPK tak kunjung menahan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) dalam kasus dugaan korupsi kuota haji Tahun 2023-2024. Kerugian negara Masih diperiksa oleh BPK
Laporan masyarakat akan dianalisis secara mendalam.
MABES Polri bersama Jurnalis Trunojoyo menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim piatu dan kaum dhuafa di Masjid Al Ikhlas, Joglo, Jakarta Barat, Rabu (11/3).
Korlantas Polri memetakan jalur wisata dan pusat perbelanjaan sebagai klaster rawan kecelakaan menonjol selama masa libur Lebaran 2026
Simak syarat tinggi badan terbaru penerimaan Polri 2026 untuk jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama. Cek aturan khusus untuk wilayah Papua dan daerah terpencil.
Cek link resmi pendaftaran Polri 2026 di penerimaan.polri.go.id. Simak jadwal terbaru Akpol, Bintara, Tamtama, dan syarat lengkap rekrutmen Polri 2026.
Polri resmi buka pendaftaran Akpol, Bintara, & Tamtama 2026 mulai Maret. Cek jadwal, syarat tinggi badan, dokumen administrasi, dan link resmi di sini!
Personel Polri terjun langsung mengunjungi panti asuhan, panti jompo, hingga keluarga prasejahtera untuk menyalurkan santunan dan paket sembako.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved