Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI III DPR meminta Polri dan Kementerian Hukum dan HAM agar lebih efektif dan hati-hati dalam menggunakan anggaran.
Hal itu karena ada laporan BPK pada DPR yang mengatakan bahwa ada beberapa poin yang mengindikasikan penggunaan anggaran tidak efektif pada kedua lembaga tersebut.
“Terkait dengan tata kelola anggaran tahun depan tidak lepas dari temuan-temuan BPK yang disampaikan kepada DPR. Salah satu yang terkait dengan Kemenkumham temuan BPK diberi catatan sebagai praktek mark up meski bukan dalam rangka korupsi,” ujar Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, dalam rapat kerja Komisi III dengan Polri, Kemenkumham, dan Kejaksaan Agung, Rabu, (24/6).
Arsul mengatakan ke depan diharapkan penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan lebih detail. Dengan begitu setiap kegiatan yang akan dilakukan telah memiliki anggaran masing-masing.
“Ke depan dalam konteks tata kelola anggaran yang lebih baik sebaiknya dianggarkan kebuthan kegiata yang dibutuhkan dibanding mengambil anggaran dari kegiatan lain dengan di mark up,” ujar Arsul.
Begitu juga dengan Polri, Arsul mengatakan BPK menyampaikan ada alokasi anggaran yang pemanfaatannya dipertanyakan. Khususnya yang dialokasikan untuk pengadaan beberapa barang seperti body camera.
Baca juga: Komisi I Minta Kemenlu Investigasi Kematian TNI di Kongo
Anggota Komisi III, Hinca Pandjaitan, mengatakan Polri dan Kemenkumham diharapkan memang lebih efektif dalam pemanfaatan anggaran. Salah satunya yang digunakan untuk penyelesaian kasus pengguna narkoba dan penahanannya.
“Harus diseleksi dan rehabiltasi. Kejar pengedarnya tapi jangan hanya pemakainya,” ujar Hinca.
Sementara itu terkait pengadaan barang-barang kebutuhan Polri yang berteknologi tinggi, Hinca mengatakan memang perlu dilakukan. Namun, tetap harus dengan perhitungan dan pemanfaatan yang baik.
“Antisipasi teknologi memang tetap dibutuhkan penting teknologi baru untuk digunakan tapi pakailah seefektif mungkin. Ke depan mungkin harus sudah ada alat-alat super modern, tapi tidak mungkin mengabaikan teknologi baru untuk memperkuat kemampuan kierja Polri,” ujar Hinca. (A-2)
Saksi mahkota Kerry Adrianto Riza mengungkap Pertamina memperoleh manfaat hingga Rp 17 triliun dari penyewaan Terminal BBM OTM.
KPK tak kunjung menahan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) dalam kasus dugaan korupsi kuota haji Tahun 2023-2024. Kerugian negara Masih diperiksa oleh BPK
Laporan masyarakat akan dianalisis secara mendalam.
Juru bicara Gus Yaqut, Anna Hasbie, mengungkapkan pembagian kuota Haji Tambahan 2024 harus dilihat secara utuh. Hal itu pula yang mendasari penerbitan Buku Putih Kuota Haji Tambahan 2024.
Menjawab pertanyaan jaksa, Ahok yang merupakan Komisaris utama Pertamina periode 2019-2024 mengaku belum bergabung dengan Pertamina.
KPK mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menghindari celah hukum dalam proses penyidikan kelak.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved