Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PRESIDEN Joko Widodo memberikan wewenang kepada menteri koordinator (menko) di Kabinet Indonesia Maju untuk membatalkan kebijakan menteri teknis di bawah koordinasi menko terkait jika kebijakan menteri tersebut bertentangan dengan visi Presiden.
Pemberian ‘hak veto’ kepada menko itu berlangsung saat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menggelar sidang kabinet paripurna perdana dengan para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.
Seperti diungkapkan Menko Polhukam Mahfud MD seusai sidang kabinet paripurna,
“Menko itu kata Presiden bisa memveto (membatalkan) kebijakan atau peraturan-peraturan menteri yang dianggap bertentangan dengan kebijakan menteri lain, bertentangan dengan visi Presiden, dan sebagainya,” tutur Mahfud.
Kebijakan itu, kata Mahfud, untuk menyinergikan kebijakan tipa-tiap kementerian. Dalam sidang kabinet paripurna itu Presiden menekankan kerja tim para menteri.
“Kalau sudah jelas berbenturan dengan masalah lain, tentu kita lapor ke Presiden, bilang ‘Bapak Presiden, saya akan memveto ini’,” kata Mahfud.
Mahfud menambahkan Presiden tidak ingin ada ego sektoral antarkementerian dalam menentukan kebijakan.
‘‘Penegasan Presiden, tidak ada visi-misi menteri di dalam pemerintahan. Jadi tidak boleh, yang ada ialah visi Presiden dan Wakil Presiden,” tegas Mahfud.
Terkait dengan koordinasi di bidang polhukam, Mahfud menyatakan hal itu akan terbangun karena ia sudah terbiasa berhubungan antarsesama tokoh, termasuk dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang sudah menunjukkan iktikad untuk kerja keras bersama.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan pernyataan senada.
Menurut Airlangga, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa setiap menko di Kabinet Indonesia Maju bisa mengintervensi kebijakan dari jajaran menteri yang berada di bawah koordinasi mereka.
“Tadi Bapak Presiden mengatakan, dengan banyaknya regulasi yang belum harmonis, menko bisa untuk mengintervensi,” kata Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Sidang perdana
Dalam arahan di sidang kabinet paripurna perdana, Presiden Jokowi menekankan benar pentingnya kerja tim di kabinet periode keduanya.
Dalam kesempatan itu Presiden memerintahkan para menko untuk mengoordinasi kerja kementerian di bawah mereka agar bekerja dalam tim.
“Kerja kita adalah kerja tim. Bukan kerja menteri per menteri, bukan kerja sektoral. Ini membangun sebuah negara besar, enggak mungkin menteri berjalan sendiri-sendiri,” tegas Jokowi.
Presiden juga kembali mengingatkan bahwa dalam kabinet tidak ada visi-misi menteri.
Menurut pengalaman Jokowi dalam periode pertama, ada sejumlah menteri yang belum memahami tanggung jawab di kementerian sehingga hal itu menimbulkan tidak jalannya koordinasi antarkementerian.
Ia pun mengungkapkan ada kasus menteri yang tidak pernah datang ke kementerian koordinator. “Bagaimana bisa mengonsolidasi, bisa berkoordinasi, jika diundang rapat oleh menko tidak pernah hadir,” tegas Jokowi.
Presiden menjelaskan dibutuhkan kerja sama erat dalam menyukseskan pembangunan ke depan. (Nur/Ant/X-6)
Menurut Dhani, komposer kerap tak mendapatkan haknya.
PAKAR Politik, Ray Rangkuti menganalisis operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel.
Faktor utama justru datang dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sosok Presiden Prabowo.
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi membagikan momen bersama Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-6 RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh
Prabowo juga menyambut dengan senyuman dan sempat mengepalkan tangan.
Istana telah siap menyelenggarakan Upacara HUT ke-80 RI. Peringatan hari kemerdekaan itu diharapkan menjadi momentum mengenang jasa pahlawan.
Mahfud turut membagikan pengalaman menjelang masa jabatannya sebagai Ketua MK habis.
Ia yakin akan muncul generasi mendatang seperti Kwik Kian Gie
Sejarah mestinya ditulis oleh para ilmuwan, bukan oleh pemerintah, agar tidak mudah dimanipulasi sesuai kepentingan kekuasaan.
Mahfud tidak pernah mengomentari langsung perkara ijazah palsu yang kini tengah ditangani oleh MT di Pengadilan Negeri Surakarta.
Presiden Prabowo dapat melakukan tindakan darurat dengan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu)
Mahfud MD mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menindak kasus korupsi di tubuh Pertamina.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved