Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Sebagai Negara Berdaulat, Semestinya Indonesia Berempati kepada Iran

Ardi Teristi Hardi
08/3/2026 14:51
Sebagai Negara Berdaulat, Semestinya Indonesia Berempati kepada Iran
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan periode 2019-2024, Mahfud MD.(MI/Ardi Teristi)

PENYERANGAN Israel-Amerika kepada Iran mengakibatkan situasi memanas di kawasan Timur Tengah. Saling serang kedua belah pihak pun terus berlangsung hingga sekarang.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan periode 2019-2024, Mahfud MD berpendapat, posisi Indonesia semestinya berempati terhadap Iran. 

"Semestinya langsung saja, pemerintah menyampaikan bela sungkawa. Itu yang pokok dulu, baru (selanjutnya) yang lain apakah akan membantu, apakah akan memediasi atau apa (yang lain)," kata dia saat menjadi penceramah dalam Public Lecture Ramadan di Kampus di Masjid Kampus UGM, Sabtu (7/3) malam.

Hal itu semestinya dilakukan oleh pimpinan negara kepada negara yang sama-sama berdaulat. Terlebih, Iran mengikuti Konferensi Asia Afrika yang menghasilkan Dasa Sila Bandung.

Sikap pemerintah terkait konflik Israel-Amerika Serikat dengan Iran membulkan kesan pemerintah takut pada Amerika. Yang selanjutkan menimbulkan pertanyaan masyarakat, di mana kedaulatan kita? 

Padahal, Indonesia telah menjadi tuan rumah KTT Asia-Afrika yang dihadiri negara-negara Asia-Afrika. Konferensi tersebut menghasilkan Dasa Sila Bandung yang menumbuhkan kebanggaan bangsa-bangsa di Asia-Afrika.

Poin penting dari Dasa Sila Bandung adalah tidak boleh ada penjajahan satu bangsa terhadap bangsa lain. Itu pula yang menjadi bentuk dukungan kepada Palestina pada waktu itu.

"Nah, kita tentu tidak serta-merta akan berperang melawan musuhnya Iran,tapi berempati pada peristiwa (yang dialami Iran) adalah penting," kata dia. 

Menyatakan empati itu kepada Iran adalah penting sebagai bentuk kedaulatan kita sebagai bangsa yang berdaulat. "Justru karena berdaulat, kita bersikap," kata Mahfud. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya