Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TARGET pemerintah untuk masuk peringkat 10 besar dunia pada 2034 dalam Indeks Efektivitas Pemerintah diharapkan dapat terealisasi. Pelbagai upaya pun telah dilakukan agar target percepatan reformasi birokrasi tidak menuai kendala.
Hal itu dikemukakan Deputi II Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho disela-sela diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk Evaluasi Reformasi Birokrasi, di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta, Kamis (8/8).
Hadir pula sebagai narasumber, antara lain Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kemenpan Rebiro Setiawan Wangsaatmaja, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto.
Yanuar mengemukakan, saat ini profil ASN tidak ideal. Merujuk data Kemenpan Rebiro kurun 2018, dari total 4,28 juta ASN tercatat bahwa kelompok jabatan fungsional administrasi umum hanya sebesar 39% atau 1,67 juta. Sedangkan demografi usia dengan modus 51 tahun sekitar 20,36%.
"Artinya dalam 10 tahun ke depan mereka pensiun, kinerja turun, sulit beradaptasi. Seiring itu juga belum terimplementasinya manajemen talenta ASN (talent pool dan talent management), pola karir, dan penghasilan berbasis sistem merit, menyebabkan buruknya redistribusi ASN," kata Yanuar.
Baca juga: Megawati Ajak Prabowo Tempur Lagi di 2024
Menurut dia, ada hal yang menyebabkan menajemen talenta ASN belum optimal. Pertama, belum optimalnya aturan pelaksana UU ASN terkait manajemen talenta. Kedua, belum kuatnya implementasi grand design ASN berbasis merit.
Penerbitan PP 30/2019 tentang Penilaian Kinerja PNS, sambung dia, merupakan solusi untuk mempercepat manajemen talenta ASN. "PP ini mengatur penilaian kinerja PNS yang menjadikan kinerja sebagai jangkar penentu pola karier dan remunerasi ASN ke depan. Hal ini penting untuk melengkapi talent map ASN."
Penguatan sistem merit juga menjadi salah satu aksi dalam strategi nasional pencegahan korupsi. Hal tersebut, terang dia, selain untuk percepatan manajemen talenta ASN, juga bertujuan mencegah terjadinya transaksi jabatan terutama dalam proses promosi, mutasi, dan demosi.
Senada disampaikan Setiawan Wangsaatmaja. Menurut dia, Presiden Joko Widodo pada Juli 2019 menegaskan bahwa dalam 5 tahun ke depan pemerintah akan fokus pada pengembangan talenta Indonesia yang hebat, sehingga dapat membawa negara bersaing secara global di era revolusi industri 4.0.
Terkait hal itu, Kemenpan Rebiro juga telah menyiapkan sejumlah strategi guna mewujudkan world class government atau pemerintahan berkelas dunia pada 2024.
"Nantinya ASN sudah harus memiliki ciri smart, yaitu berintegritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai IT dan bahasa asing, hospitality, networking, dan entrepreneurship," tukas Setiawan.
Untuk mendukung terwujudnya smart ASN dan world class government pada 2024, imbuh dia, pihaknya menerapkan strategi 6 P, yaitu perencanaan; perekrutan dan seleksi; pengembangan kapasitas; penilaian kinerja dan penghargaan; promosi, rotasi, dan karir; serta peningkatan kesejahteraan. (OL-8)
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Kementerian Pertahanan menjadwalkan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi 4.000 ASN pada April 2026.
Upaya menjaga keberlanjutan hutan dan mangrove Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan aparatur negara.
Pemerintah resmi membuka pendaftaran Komponen Cadangan (Komcad) ASN 2026. Simak syarat lengkap, durasi pelatihan, dan hak peserta di sini.
WAKIL Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto menyebut ada sekitar 4.000 aparatur sipil negara atau ASN dilatih untuk menjadi komando cadangan atau Komcad.
WAKIL Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, mengatakan ada 4.000 aparatur sipil negara (ASN) yang dilatih untuk menjadi komando cadangan atau Komcad.
Gallup 2025 memberi skor 89 (Law and Order Index), peringkat 19 bagi Indonesia dari 144 negara.
Hasil kesepakatan yang mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden harus didukung penuh oleh seluruh elemen bangsa.
Ia menyoroti langkah Presiden yang telah membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai upaya yang seharusnya dihormati oleh parlemen.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
KUHAP baru membawa mekanisme kontrol yang lebih ketat.
Seluruh masukan dari elemen masyarakat akan diakomodasi dalam bentuk rekomendasi resmi Komisi III untuk mempercepat pembenahan di tubuh Korps Bhayangkara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved