Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAKNYA regulasi dan tidak jarang tumpang-tindih telah menghambat langkah bangsa ini untuk meraih kemajuan.
Oleh karena itu, agar persoalan ini tidak semakin berlarut, ke depan anggota legislatif dan seluruh elemen bangsa bersama-sama mencarikan solusi untuk bertindak cepat dan fleksibel.
Demikian pernyataan Presiden Joko Widodo ketika memberikan kuliah umum kepada para calon anggota DPR Partai NasDem, pe ngurus, dan fungsionaris partai di Gedung Akademi Bela Negara NasDem, Jakarta, kemarin.
"Saya mohon, saya meminta dan mengajak anggota DPR terpilih nanti agar kita bisa berpikir bersama sehingga kecepatan itu bisa kita peroleh. Saya mengajak kita semua membangun nilai baru dan meninggalkan mindset lama menuju Indonesia maju. Itu yang ingin kita kerjakan lima tahun ke depan beserta Partai NasDem sebagai pelopor gerakan perubahan," kata Jokowi yang sekaligus membuka Sekolah Legislatif Partai NasDem 2019.
Kepala Negara berharap bangsa ini sedianya melakukan gerakan perubahan jika memang semua pihak menghendaki, seperti memperbarui nilai-nilai untuk menuju Indonesia maju.
"Kita masih berkutat. Misalnya, di pusat (DPR) membuat undang-undang itu-itu saja. Di daerah juga membuat perda itu-itu saja. Padahal dunia berubah. Mestinya kita melihat visi ke depan bagaimana UU perpajakan digital dan UU mengenai big data nasional. Ke depan yang diperebutkan itu nantinya," lanjut
Presiden dalam acara yang dihadiri Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Gubernur NTT Victor Laiskodat, dan Gubernur Sumsel Herman Deru.
Siap kawal
Sebelumnya, dalam pidato sambutannya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan NasDem siap mengawal kepemimpinan Presiden Jokowi selama lima tahun ke depan. NasDem berharap Jokowi sukses memimpin bangsa ini.
"Kami tahu keberadaan kami sebagai sahabat. NasDem merupakan sahabat yang mengawal, memberikan kritik, saran, dan tidak mengizinkan orang lain yang berada jauh menyatakan salah. Sebaiknya kami yang menyatakan itu salah. Tetapi salah (pernyataan) kami adalah yang bermuara kepada kepentingan kita sebagai bangsa," ungkap Surya.
Surya melanjutkan, ketika bangsa ini membutuhkan kekuat-an utama yang mampu memberikan dorongan, keikhlasan, ketulusan, dan konsistensi dari semangat perjuangan diperlukan figur pemimpin andal. Jokowi diyakini mampu menjawab semua persoalan tersebut.
"Berani mengambil keputusan, berani untuk tidak populer, dan mampu memisahkan siapa kawan maupun lawan. Itulah konseku-ensi arti kehidupan kita di dunia yang fana ini," tandas Surya.
Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo berharap seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) memahami dan memaknai visi-misi presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Reformasi birokrasi, inovasi, dan pelayanan publik termasuk fokus kita semua. ASN harus tegak lurus, loyal, dan taat kepada pemerintah yang sah. Kami mohon dukungan seluruh ASN. Semoga visi-misi presiden dan wapres terpilih segera diimplementasikan untuk kemajuan bangsa," ujar Tjahjo dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin. (Ins/X-3)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
KEMARIN, Partai NasDem genap berusia 14 tahun. Dalam tiga kali kesertaan di pemilu presiden dan legislatif, NasDem terus bergerak maju secara elektoral
Lili Romli berharap partai yang kalah diharapkan mengambil posisi sebagai partai oposisi agar mekanisme check and balances berjalan.
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menilai pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tentang konsistensi ucapan dan perbuatan merupakan bentuk sindiran.
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menilai Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersikap bijaksana dengan menyatakan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta para kadernya untuk menjadi teladan di tengah masyarakat, keteladanan dibutuhkan menghadapi tantangan politik dan kehidupan kebangsaan.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan partainya berkomitmen mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved