Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Surya Paloh Bongkar Sikap Prabowo soal Konflik Iran dan Palestina

M Ilham Ramadhan Avisena
04/3/2026 05:00
Surya Paloh Bongkar Sikap Prabowo soal Konflik Iran dan Palestina
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen politik luar negeri bebas dan aktif .(Dok. MetoTV)

KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen politik luar negeri bebas dan aktif di tengah eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal itu disampaikan usai pertemuan di Istana Merdeka, Selasa (3/3) malam.

Menurut Surya, Prabowo memaparkan sejumlah kebijakan strategis sekaligus memperbarui situasi global terkini, termasuk perang terhadap Iran oleh AS bersama Israel.

"Dijelaskan lah berbagai kebijakan yang telah dijalankan oleh beliau sebagai Kepala Negara dan meng-update perkembangan terakhir dari berbagai perkembangan, situasi yang kita pahami bersama, terutama masalah-masalah dan dengan kondisi yang paling mutakhir ini adalah perang terhadap Iran oleh AS bersama dengab Israel," ujarnya.

Terkait sikap Indonesia, Surya menilai posisi pemerintah sudah tepat. Ia menyebut Presiden tetap mempertahankan prinsip non-blok sekaligus menunjukkan empati terhadap perjuangan Palestina.

"Ya jelas lah, beliau menegaskan kembali bagaimana beliau mempertahankan politik bebas dan aktif, rasa simpati dan empati yang besar tentang bagaiamana perjuangan Palestina," katanya.

Dalam pertemuan itu juga disinggung posisi Indonesia dalam keanggotaan Board of Peace. Surya mengatakan, Prabowo menjelaskan latar belakang strategis di balik keputusan tersebut.

"Memang dijelaskan tadi dan melatarbelakangi berbagai pemikiran-pemikiran yang cukup strategis. Kenapa dan bagaimana hingga Indonesia mengambil posisi sebagai anggota BoP," ucapnya.

Saat ditanya apakah Indonesia akan tetap berada dalam BoP pasca-eskalasi Timur Tengah, Surya menyebut hingga kini belum ada perubahan sikap.

"Sampai hari ini barang kali masih dalam posisi itu, kecuali ada perkembangan bersama dengan beberapa negara lain nanti, ya mengevaluasi itu lah apa arti keberadaan Indonesia di BoP bersama dengan beberapa negara lainnya," jelasnya.

Menyoal kemungkinan Indonesia menjadi mediator, Surya mengatakan pembahasan belum sampai ke tahap tersebut. Namun ia menilai pandangan Prabowo tetap konstruktif dalam membaca tantangan global.

"Belum sampai ke sana, tapi saya pikir, pemikiran-pemikiran presiden sejujurnya dalam pikiran dan pandangan saya tadi, tetap dalam koridor yang cukup konstruktif lah untuk membangun kesadaran kita bersama, bagaimana tantangan yang begitu besar dihadapi oleh bangsa ini," tutur Surya.

Ia menambahkan, pendekatan yang diambil Presiden tidak bersifat linear, melainkan memadukan manuver taktis dan strategis demi menjaga keseimbangan diplomasi.

"Menunjukkan langkah-langkah kebijaksanaan, bukan dengan kontekstual yang linear semata-mata, tapi juga mengambil beberapa manuver taktis dan strategis yang barang kali bisa kita pahami bersama. Artinya, bagaimana penegasan hubungan diplomasi itu harus tetap terjaga dengan para pihak," pungkas Surya. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya