Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Sembilan Bintang tanpa Cahaya

09/12/2025 05:00
Sembilan Bintang tanpa Cahaya
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

DALAM suatu organisasi apabila sesepuh sudah turun gunung, berkumpul, bermusyawarah, dan memberikan rekomendasi untuk memperbaiki organisasi, berarti organisasi itu memang sedang tidak baik-baik saja.

Para sesepuh ialah mereka yang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan. Mereka tidak akan rela membiarkan organisasi yang pernah mereka besarkan dan mereka cintai dilanda konflik yang berkepanjangan karena hal itu akan berdampak pada jajaran di bawah mereka dan massa akar rumput.

Dalam menyikapi 'perang terbuka' antara Rais Am PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang berlanjut dengan aksi pecat-pecatan, sejumlah ulama sepuh yang tergabung Forum Sesepuh & Mustasyar Nahdlatul Ulama berkumpul selama 7 jam di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang Jawa Timur, Sabtu (6/12).

Hasilnya, forum menilai pencopotan KH Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum PBNU, yang dilakukan melalui rapat Syuriah PBNU, tidak sah.

Di sisi lain, forum juga menemukan pelanggaran serius yang diduga dilakukan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. "Forum menegaskan bahwa persoalan ini hendaknya diselesaikan melalui mekanisme internal NU, tanpa melibatkan institusi atau proses eksternal, demi menjaga kewibawaan jam’iyyah (organisasi) dan memelihara NU sebagai aset besar bangsa," kata juru bicara forum, yang juga juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH Oing Abdul Muid atau Gus Muid.

Sama halnya dengan pertemuan Forum Musyawarah Sesepuh NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jatim, Minggu (30/11), mereka meminta semua pihak menahan diri dan menggunakan jalur islah (perdamaian) sesuai dengan mekanisme AD/ART Nahdlatul Ulama.

Sebelumnya, Rais Am PBNU KH Miftachul Akhyar memecat Gus Yahya dari kursi Ketua Umum PBNU. Alasannya, pertama, mengundang akademisi pro-Zionis (Peter Berkowitz) ke acara Akademi Kepemimpinan NU yang dianggap melanggar nilai aswaja an-nahdliyah dan Muqaddimah Qanun Asasi NU, dan kedua, dugaan pelanggaran tata kelola keuangan PBNU yang membahayakan badan hukum organisasi.

Gus Yahya meradang. Dia menilai pemecatan itu tidak sesuai dengan mekanisme organisasi karena forum pengambilan keputusan tertinggi terletak di muktamar, bukan pada rapat Syuriah PBNU. Gayung tak bersambut, Syuriah PB menyatakan kendali sementara PBNU dipegang Rais Am KH Miftachul Akhyar terhitung sejak pukul 00.45 WIB, Rabu, 26 November 2025.

Suasana semakin panas, Gus Yahya mencopot Sekjen PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan memindahkannya ke posisi Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Hukum, dan Media.

Posisi Gus Ipul digantikan Amin Said Husni, yang sebelumnya Wakil Ketua Umum PBNU, dengan tujuan mengatasi stagnasi administrasi karena kesibukannya sebagai menteri sosial di Kabinet Merah Putih.

Selanjutnya, Bendahara Umum Mardani H Maming diberhentikan karena dinilai tidak aktif dalam manajemen keuangan. Penggantinya, Sumantri Suwarno, aktivis NU.

Namun, alih-alih menyambut amanah tersebut, Sumantri justru menolak jabatan tersebut melalui sebuah unggahan di media sosial Facebook pada Sabtu (29/11). Alasannya karena sibuk dan lebih mendorong islah untuk menyelesaikan konflik di tubuh organisasi yang berlambang sembilan bintang itu.

Pada era Mardani H. Maming sebagai bendahara umum, diduga ada aliran uang haram, dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ke rekening PBNU sebanyak Rp100 miliar. Sebelumnya Mardani tersangkut dalam kasus rasuah di KPK selaku bekas Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, terkait dengan perkara izin usaha pertambangan (IUP).

Mahkamah Agung mengabulkan peninjauan kembali yang diajukan Mardani. Majelis PK membatalkan putusan kasasi yang menghukum Maming 12 tahun penjara dan mengurangi hukumannya menjadi 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan.

Meskipun Forum Sesepuh & Mustasyar NU di Tebuireng meminta penetapan penjabat (Pj) ketua umum yang akan menggantikan Gus Yahya tidak diselenggarakan sebelum seluruh prosedur dan musyawarah diselesaikan sesuai dengan ketentuan organisasi, Rais Am PBNU KH Miftachul Akhyar bergeming.

Berdasarkan informasi dari sumber yang dekat dengan PBNU, pada hari ini atau besok, kubu Syuriah PBNU akan menetapkan Pj Ketua Umum PBNU di Hotel Sultan, Jakarta. Salah satu tokoh yang santer disebut akan menduduki jabatan Pj ialah KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum PBNU.

Namun, menurut sumber itu, penetapan Zulfa Mustofa akan terkendala karena sang paman, mantan Wakil Presiden RI yang juga mantan Rais Am PBNU, KH Ma'ruf Amin, ikut menghadiri Forum Sesepuh & Mustasyar NU di Tebuireng via Zoom.

Selain masalah kehadiran akademisi Peter Berkowitz yang pro-Israel, dan dugaan TPPU Rp100 miliar yang kini akan disidik KPK, lanjut sumber itu, ada tarik-menarik konsesi pertambangan antara Gus Yahya dan Gus Ipul.

Terkait dengan hal itu, Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siroj yang ikut menghadiri pertemuan di Tebuireng mengusulkan konsesi pertambangan yang sebelumnya diberikan pemerintahan Jokowi sebaiknya dikembalikan kepada pemerintah untuk menghindari mudarat bagi NU.

NU ialah salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia yang beranggotakan sekitar 150 juta jiwa. Dalam perjalanannya selama 102 tahun banyak mengalami dinamika, ontran-ontran karena masalah internal dan tekanan eksternal dari penguasa. Kendati begitu, NU telah banyak berjasa bagi negeri ini.

Hampir semua konflik di NU disebabkan kasus politik, bukan kasus uang haram, apalagi rebutan bohir pertambangan. Forum Bahtsul Masail PBNU pada 2015 mengharamkan eksploitasi sumber daya alam (SDA) yang merusak lingkungan, seperti pertambangan. Forum itu menilai mengedepankan prinsip mencegah kerusakan lebih utama daripada mengambil manfaat.

Seyogianya organisasi yang didirikan Hadratussyaikh KH Hasyim Asya'ari pada 1926 itu kembali ke jati diri sebagai organisasi keulamaan. Selain tetap berpegang teguh kepada Khittah NU 1984, yakni fokus pada pendidikan, sosial, dan ekonomi, dan menjauh dari politik praktis, pendekatan keulamaan, seperti budaya tabayyun, dalam mengatasi berbagai masalah organisasi harus didahulukan.

Kesabaran itu, menurut Ali bin Abi Thalib, ada dua macam, sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini. Kembalilah bersinar organisasi 'sembilan bintang'. Sinarilah umat, sinarilah NKRI. Tabik!



Berita Lainnya
  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."