Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Magi Politik Menteri Purbaya

03/11/2025 05:00
Magi Politik Menteri Purbaya
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KEUTAMAAN Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ialah bicara apa adanya. Kata-kata yang diucapkannya bagai mantra yang memiliki magi, atau daya magis, untuk membius nalar.

Ia mengaku dirinya tidak tertarik untuk terjun ke dunia politik. Pengakuan itu ia sampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan. Namun, sejatinya Purbaya, dalam jabatannya, telah menjalankan politik pemerintahan di bidang anggaran.

Bisa dipahami jika saat ini Purbaya belum tertarik untuk bergabung dengan partai politik. Itu pilihan yang mesti dihormati. “Saya enggak tertarik politik. Saya mau kerja aja.”

Mantan Presiden BJ Habibie pada masa mudanya tidak tertarik dengan politik. Dia lebih tertarik untuk meningkatkan kualitas kehidupannya dan keluarga ketimbang mengurus persoalan politik. Pada akhirnya Habibie terjun ke politik.

Wapres Gibran Rakabuming Raka pada mulanya juga mengaku tidak tertarik dengan politik. “Saya itu enggak pernah berpolitik dan tidak menjadi tim sukses,” kata Gibran saat mengisi kuliah umum mahasiswa baru di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang pada 3 September 2018.

Sebelum itu, 11 Maret 2018, dalam sebuah acara di Cikini, Jakarta Pusat, Gibran blakblakan hanya tertarik menjadi pebisnis, tidak tertarik dengan politik. “Jadi politikus banyak uangnya kalau korupsi.”

Selang setahun kemudian, tepatnya pada 23 September 2019, Gibran mendaftarkan diri menjadi anggota PDIP meski pada 4 Desember 2024 ia dipecat dari PDIP. Setelah terdaftar di PDIP, Gibran menjadi Wali Kota Surakarta kemudian menjadi wapres.

Semua orang bisa berubah. Purbaya pun bisa berubah jika pada waktu yang tepat ia menjadi anggota partai politik. Toh, partai politik didirikan untuk mewujudkan cita-cita nasional.

Purbaya sudah punya modal untuk terjun ke dunia politik. Modal itu, antara lain, hasil survei menyebut dirinya sebagai menteri terbaik saat ini. Karena itulah, ada partai politik yang kepincut dengan sosok itu.

Tidak sampai di situ. Survei yang dilakukan Index Politica Indonesia mencatat Purbaya punya peluang masuk bursa calon wakil presiden dan calon presiden 2029.

Hasil survei bursa cawapres, elektabilitas Purbaya mencapai 28,65%. Ia mengungguli Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (20,15%) dan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (15,75%). Dalam kategori capres, ia berada di posisi kedua setelah Prabowo.

Kemunculan nama Purbaya dalam survei itu tentu saja mengejutkan karena ia baru seumur jagung menjadi menteri. Purbaya dilantik pada 8 September 2025. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang dinobatkan sebagai menteri terbaik di dunia pada 2018.

Publik sah-sah saja untuk berharap agar Purbaya tetap menjadi dirinya sendiri, tidak tergoda oleh angka-angka survei. Sekali tergoda, autentisitasnya pudar seketika.

Sudah banyak contoh menteri yang kehilangan fokus karena masuk percobaan ambisi politik. Ada yang tiba-tiba mengidentifikasi diri sebagai anggota organisasi massa, ada pula yang sibuk mencari-cari jabatan di organisasi olahraga.

Sudah saatnya Purbaya tegak lurus pada ikhtiarnya untuk menjadikan kementerian yang dipimpinnya dipercaya rakyat. Tanpa kepercayaan, sehebat apa pun kebijakan yang diambil tidak akan berhasil.

Kepercayaan itu tidak selamanya didapat hanya dengan mengumbar mantra kata-kata. Kebanyakan diumbar, kata-kata akan kehilangan daya magisnya.

Mantra kata memang memukau sesaat, tetapi magi perbuatanlah yang meneguhkan kepercayaan. Andai Purbaya berhasil mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% tanpa neko-neko, publik akan tetap meliriknya. Dilirik bukan karena mantra kata, melainkan karena daya magis kinerja.



Berita Lainnya
  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.