Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEPAKATAN damai antara Hamas dan Israel terasa seperti curahan air deras yang mengakhiri kemarau panjang di Gaza. Nyaris tak tersisa air mata di tanah yang bergolak itu. Bau anyir darah bersabung dengan mesiu hampir meratakan harapan orang-orang Gaza, serata gedung-gedung yang rebah rata dengan tanah.
Saya membaca sajak Zeina Azzam, penyair Palestina-Amerika, berjudul Write My Name, atau Tulis Namaku, yang menggambarkan kegetiran tak terperi penduduk Gaza. Puisi itu viral dan menyentuh hati banyak orang di seluruh dunia. Puisi itu diterjemahkan dalam bahasa Jepang, Turki, Arab, Prancis, Belanda, dan Spanyol.
Seorang pendeta dari sebuah gereja di Afrika Selatan meminta izin untuk membacanya selama kebaktian Minggu. Sebuah jurnal di Australia meminta menerbitkannya. Seorang guru di Kanada utara bertanya, "Apakah saya dapat menuliskannya di kaus agar dapat saya pakai dan saya tunjukkan kepada murid-murid dan guru-guru di sekolah saya?" Di Amerika Serikat, puisi Zeina dibacakan dalam protes, webinar, kebaktian gereja, kantor senator, dan lain-lain.
Puisi Zeina Azzam yang awalnya diterbitkan Vox Populi itu sangat dalam menggambarkan lekatnya rasa pedih warga Gaza:
'Tulis namaku di kakiku, Mama
Gunakan spidol permanen hitam
dengan tinta yang tidak luntur jika terkena air, yang tidak meleleh
jika terkena panas
Tuliskan namaku di kakiku, Mama
Buatlah garis-garis yang tebal dan jelas
Tambahkan sentuhan istimewamu sehingga aku dapat merasa nyaman melihat tulisan tangan ibuku saat aku tidur
Tuliskan namaku di kakiku, Mama
dan di kaki saudara-saudaraku perempuan dan laki-laki
Dengan cara ini kita akan saling memiliki
Dengan cara ini kita akan dikenal sebagai anak-anakmu
Tuliskan namaku di kakiku, Mama
dan tolong tuliskan namamu dan nama Baba di kakimu juga
Agar kita dikenang
sebagai keluarga.
Tuliskan namaku di kakiku, Mama
Jangan tambahkan angka seperti kapan aku lahir atau alamat rumah kita
Aku tidak ingin dunia mencantumkanku sebagai angka
Aku punya nama dan aku bukan angka
Tuliskan namaku di kakiku, Mama
Ketika bom menghantam rumah kita
Ketika dinding menghancurkan tengkorak dan tulang kita,
kaki kita akan menceritakan kisah kita, bagaimana tidak ada tempat bagi kita untuk berlari'
Zeina sangat lugas memotret Gaza. Ia menggoreskan penanya untuk menulis sajak itu hanya dua bulan sejak Israel memulai 'proyek' peluluhlantakan Gaza pada 7 Oktober 2023. Kini, dua tahun empat hari sejak serangan itu, apa yang dituliskan Zeina menjadi kenyataan.
Dalam dua tahun 'pembersihan' Gaza itu, operasi militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menewaskan sedikitnya 66 ribu orang, sekitar 80% di antaranya warga sipil, dan melukai sekitar 169 ribu orang, menurut estimasi konservatif dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas. Lembaga internasional memperkirakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan 90% rumah di Gaza telah hancur atau rusak, membuat 1,9 juta dari 2,1 juta penduduknya kehilangan tempat tinggal. Karena blokade total yang diberlakukan Israel, sebagian besar wilayah Gaza mengalami kelaparan parah yang telah menewaskan sedikitnya 450 orang, termasuk 150 anak.
Setelah serangan 7 Oktober 2023, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menetapkan dua tujuan utama perang di Gaza: membebaskan semua sandera dan menghancurkan Hamas. Dua tahun berlalu, kedua tujuan itu tidak tercapai. Dari 251 sandera yang dibawa ke Gaza, 148 telah dikembalikan hidup-hidup, delapan diselamatkan IDF, dan 140 dibebaskan Hamas melalui pertukaran tahanan. Jenazah beberapa sandera yang tewas juga telah dikembalikan. Israel pun frustrasi. Penduduk Gaza juga tak punya harapan.
Dua tahun perang di Gaza membuat masyarakat Israel juga lelah dan frustrasi. Survei yang dirilis Israel Democracy Institute yang terbaru menunjukkan 66% warga Israel percaya sudah saatnya perang diakhiri. Selain itu, 64% responden mengatakan Netanyahu harus bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut dan mengundurkan diri.
Pendapat publik terbelah tentang apakah situasi keamanan Israel kini lebih baik, tetapi sebagian besar mengakui posisi Israel di kancah internasional merosot tajam. Tekanan terhadap Israel juga datang dari Amerika Serikat, sekutu dan penyokong utama Israel.
Dengan demikian, sajak Zeina, yang menggambarkan bagaimana warga Gaza hendak 'dibersihkan', menembus dunia, melampaui kecepatan rudal-rudal yang menghancurkan. Kekuatan puisi itu melampaui peluru. Ia membuat warga dunia bergerak, termasuk warga dari negara yang selama ini secara tradisional menyokong Israel dan mengecap Gaza sebagai 'rumah teroris'.
Dunia serentak meneriakkan setop genosida Israel di Gaza. Panggung-panggung musik dan sepak bola mulai dihiasi bendera Palestina yang dikibarkan dengan menyala-nyala, dengan empati yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Itu semua bentuk 'kekalahan telak' Israel di mata dunia. 'Negeri Bintang Daud' itu terkucil, tersudut, lalu akhirnya menyerah di meja perundingan.
Kini, dunia menunggu apakah Israel konsisten dengan kesepakatan di atas meja, atau seperti yang sudah-sudah: mengangkanginya. Dunia tak ingin puisi Zeina hidup lagi, saat ia menulis: 'Tuliskan namaku di kakiku, Mama/Ketika bom menghantam rumah kita/Ketika dinding menghancurkan tengkorak dan tulang kita/Kaki kita akan menceritakan kisah kita, bagaimana tidak ada tempat bagi kita untuk berlari'.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.
HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.
DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.
RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.
KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.
ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.
BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.
REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved