Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Memulihkan Kepercayaan

04/9/2025 05:00
Memulihkan Kepercayaan
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

BUNG Karno pernah menekankan pentingnya kepercayaan rakyat dalam kepemimpinan. Dia bilang, kepercayaan ialah aset paling berharga yang harus dijaga dengan sangat baik.

Presiden Ke-16 Amerika Serikat Abraham Lincoln juga pernah menyatakan kepercayaan rakyat ialah hal mutlak bagi kepemimpinan. Ujarnya, ia merupakan kunci keberhasilan pemerintahan yang harus dijaga dengan integritas dan kejujuran.

Kalau kepercayaan rakyat rapuh, pemerintah bisa roboh. Kalau kepercayaan rakyat terus terkikis, elite politik bisa habis. Itulah yang terjadi hari-hari ini di negeri ini. Kepercayaan rakyat terhadap para pemimpin terjun bebas. Terjerembap di titik nadir.

Di lain sisi, kekecewaan, kekesalan, bahkan kemarahan mencapai titik kulminasi. Karena itu, maraklah demonstrasi. Meledaklah kerusuhan. Berjatuhanlah korban, baik luka-luka maupun yang kehilangan nyawa. Sungguh, kita bersedih tragedi seperti itu kembali terepetisi.

Rakyat kecewa, kesal, marah, lantaran elite seolah hobi menyakitI hati mereka. Tak cuma ihwal kebijakan, tapi juga ucapan dan tindakan. Kita tahu, banyak kebijakan yang paradoksal. Ketika pajak buat rakyat melonjak berlipat-lipat, misalnya, negara justru menaikkan tunjangan buat pejabat berlipat-lipat pula. Rakyat makin tak berdaya, pejabat kian dimanja.

Wajar, sangat wajar, rakyat geram ketika anggota DPR diguyur berlimpah tunjangan. Masuk akal, sangat masuk akal, rakyat muak ketika pemerintah bagibagi jabatan, bagi-bagi cuan, kepada para pendukung kekuasaan.

Normal, sangat normal, rakyat marah semarah-marahnya ketika mereka yang semestinya membela, tapi malah menghina, merendahkan rakyat. Dengan ucapan yang sangat tidak patut, dengan perilaku yang amat tidak bermutu. Bagi mereka, chaos di Pati, Jawa Tengah, kiranya sekadar tontonan, bukan tuntunan, sehingga masih saja pongah, arogan, kepada rakyat.

Nasi sudah menjadi bubur. Demonstrasi besar-besaran melanda di mana-mana. Kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan tak bisa lagi ditinjau ulang. Kerusakan fasilitas umum dan properti pribadi lagi-lagi menjadi catatan kelam negeri ini dalam berdemokrasi. Itu semua akibat pengelola negara yang menganggap remeh kepercayaan rakyat.

Soal provokator, soal dalang kerusuhan, sangat mungkin ada. Perihal penumpang gelap, para pemancing di air keruh, pasti juga ada. Mereka kompor pemanas, pembakar emosi rakyat yang sedang resah untuk rusuh, yang sedang marah untuk merusak, menjarah. Mereka, apa pun latar belakang mereka, siapa pun backing mereka, harus ditindak. Namun, persoalan utama tetaplah masalah kepercayaan rakyat.

Kalau ada seruan agar DPR dibubarkan, berarti kepercayaan terhadap para penghuni Senayan nyaris tak tersisa. Jangan perdebatkan berlebihan atau tidak, masuk logika atau mengada-ada. Ia penegas bahwa di mata sebagian rakyat, DPR dianggap tak berguna. Hanya membebani negara.

Kata para leluhur, orang bijak akan menjadikan pengalaman sebagai pelajaran. Lalu berbenah. Memperbaiki diri. Bagi para pemimpin, kejadian buruk terkini ialah pengingat akan pentingnya kepercayaan rakyat. Kepercayaan ibarat kaca. Jika retak, masih bisa direkatkan. Namun, kalau sudah pecah berantakan, teramat sulit untuk kembali menyatukan.

Masih ada kesempatan untuk memulihkan kepercayaan rakyat. Banyak jalan menuju Roma. Yang penting ada kemauan. Yang penting punya komitmen untuk memenuhi tuntutan rakyat. Membubarkan DPR memang tak mungkin, tapi mereformasi, membersihkannya dari orang-orang bermasalah, ialah kemestian.

Membatalkan tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan ialah keniscayaan. Namun, itu belum cukup. Tiadakan pula tunjangan-tunjangan lain yang nilainya gila-gilaan, yang cuma menghabiskan uang negara, uang rakyat.

Tak cuma DPR. Pemerintah juga. Bukankah seabrek tunjangan dan fasilitas itu ada karena persetujuan eksekutif sebagai penguasa anggaran? DPR keliru, pemerintah juga salah. Keduanya mesti berbenah.

Dalam pidatonya selepas pecah unjuk rasa, Pak Prabowo minta rakyat percaya kepada pemerintahan yang dia pimpin. Akan tetapi, kepercayaan bukan cek kosong, tak bisa didapat dengan janji-janji zonk.

Kepercayaan yang kini pergi barangkali segera kembali jika dia tegas kepada anak buahnya yang bertanggung jawab soal keamanan negeri. Jika partai-partai politik sudah memberikan sanksi kepada anggota meski masih jauh dari yang semestinya, Presiden kapan?

Sakit hati rakyat bisa jadi terobati jika Presiden dan DPR selekasnya mengesahkan UU Perampasan Aset. Itu salah satu tuntutan rakyat yang mendesak. Itu yang seharusnya dilakukan dari dulu, tak perlu menunggu nyawa 10 anak bangsa sebagai tumbal.

Masih banyak tuntutan lain yang tak sulit untuk dipenuhi jika ada niat baik, jika memang ingin kepercayaan rakyat pulih. Maukah mereka? Atau seperti yang sudah-sudah, buying time, menunggu situasi reda, rakyat lupa, lantas melupakannya pula?

Percayalah, kepercayaan rakyat amat mahal harganya. Kalau elite tetap menganggap murah, meremehkan, ogah menjaganya, berarti mereka menciptakan bom waktu yang bisa kembali meledak sewaktu-waktu. Hanya pemimpin pintar, yang memahami itu.



Berita Lainnya
  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."