Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Banyak Mafia di Rumahku

08/11/2024 05:00
Banyak Mafia di Rumahku
Jaka Budi Santosa Anggota Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SUMBER literasi ihwal negara-negara dengan mafia terbanyak kiranya perlu direvisi. Jika sudah, Indonesia yang selama ini tak masuk daftar bisa jadi bakal tertera di dalamnya.

Menurut mbah Google, awalnya ada tiga negara yang memiliki jumlah mafia paling banyak. Pertama ialah Italia. Di 'Negeri Spageti' itu, awalnya mafioso dibentuk di Sisilia untuk melindungi masyarakat yang terancam kekacauan sebagai kota pemerintahan baru. Namun, lama-kelamaan mereka bersalin peran jadi pengendali kejahatan.

Ada empat kelompok besar mafia di Italia, yaitu Camorra, Ndrangheta, Sacra Corona Unita, dan La Cosa Nostra. Cosa Nostra yang berarti 'Urusan Kami' ialah embrio berkembangnya banyak klan mafia ke wilayah lain di Italia, bahkan ke mancanegara.

Negara kedua dengan mafia terbanyak ialah Amerika Serikat. Mereka hasil pengembangan sayap La Cosa Nostra, yang lantas diikuti klan-klan lainnya. Terdapat lima pentolan mafia di AS. Five Families. Mereka ialah keluarga Bonanno, Colombo, Gambino, Genovese, dan Lucchese.

Mafia juga eksis di Jepang yang dikenal dengan nama Yakuza atau Gokudo. Pada 1960-an, anggota mereka ratusan ribu orang. Mereka ada hingga kini meski anggota tak sebanyak dulu.

Belakangan, mafia unjuk keberadaan di sejumlah negara Amerika Latin dengan kekuatan yang menakutkan. Di Kolombia, misalnya, ada Pablo Escobar. Di Meksiko, nama Joaquin Guzman dan Amado Carrillo Fuentes alias Penguasa Langit sangat diperhitungkan.

Mafia di luar negeri punya ciri tersendiri. Mereka identik dengan jas mewah plus pistol atau senapan mesin di tangan. Yang lain terkenal dengan goresan tato di sekujur badan.

Sebagai mafia, mereka mengendalikan bermacam kejahatan mulai pembunuhan, penculikan, perdagangan narkoba, hingga perdagangan orang. Agar tetap eksis, mereka sadis. Geng-geng mafia tak takut, bahkan berani perang secara langsung dengan aparat negara.

Untung di negara kita, Indonesia, tak ada mafia model itu. Namun, jangan lega dulu. Arti mafia ialah perkumpulan rahasia yang bergerak di bidang kejahatan. Artinya, mafia juga ada di negeri ini. Wujudnya memang lain, modusnya berbeda, tetapi watak dan kelakuannya sama. Sama-sama tunabelas kasihan, lempeng-lempeng saja merugikan banyak orang.

Bahkan, boleh jadi Indonesia termasuk negara yang punya paling banyak mafia. Bidang apa yang tak digarap mafia, coba? Mereka merambah ke segala arah. Dulu, kita tahu ada mafia minyak. Kerugian negara akibat perbuatan mereka teramat besar. Katanya mafia jenis itu sudah diberantas, institusinya sudah dibubarkan, tapi entahlah kenyataannya.

Ada pula mafia ekspor impor minyak goreng. Kerugian lantaran ulah mereka puluhan triliun rupiah. Lalu mafia impor beras dan bahan pangan lainnya. Tak cuma mengakibatkan kerugian secara materi, kejahatan mereka menghalangi swasembada pangan.

Mafia tambang dan hutan tak kalah kejam. Kasus korupsi di PT Timah saja disebut-sebut merugikan negara hingga Rp300 triliun. Belum yang lain, belum yang belum terungkap yang sangat mungkin sangat banyak.

Yang tak kalah marak ialah mafia tanah. Tak cuma negara, rakyat menjadi korban secara langsung. Kerugiannya bejibun, puluhan triliun rupiah.

Masih ingat ketika sejumlah pegawai pajak diringkus karena melakukan perbuatan laknat? Banyak yang meyakini sektor basah itu juga tak lepas dari cengkeraman mafia. Mafia pajak, itulah sebutannya. Sudah lama tak ada penindakan di sektor itu. Semoga itu pertanda baik meski saya belum yakin institusi itu sudah steril dari patgulipat.

Jangan lupakan mafia hukum. Ia seperti diformalin. Awet. Ada sejak dulu, berkuasa hingga kini. Bukti teranyar ialah diringkusnya tiga hakim PN Surabaya, Jawa Timur, yakni Erintuah Damanik, Heru Hanindyo, dan Mangapul. Mereka diduga menerima suap miliaran rupiah untuk membebaskan terdakwa Gregorius Ronald Tannur.

Bekas pejabat Mahkamah Agung Zarof Ricar diduga menjadi makelar dalam kasus itu. Juga kasus-kasus yang lain jika menilik jumlah uang yang disita dari kediamannya. Bayangkan, jumlahnya Rp920.912.303.714. Hampir Rp1 triliun. Belum termasuk emas 51 kg. Edun.

Layaknya mafia, ia pasti tak sendiri beraksi. Pasti ada ordal, orang dalam, termasuk hakim. Sungguh mengerikan.

Peran ordal juga tak terpisahkan di jaringan mafia judi online alias judol yang jumlah transaksinya diperkirakan sudah tembus Rp600 triliun. Keterlibatan pegawai Kemenkomdigi buktinya. Pengusutan tentu tak boleh berhenti di mereka sebab lazimnya mafia melibatkan orang-orang kuat.

Mafia di Indonesia ibarat paket komplet. Ada di mana-mana, merajalela, dan celakanya negara tak berdaya menghadapinya. Kenapa? Pada 1994, musikus ternama Papa T Bob menciptakan lagu Si Nyamuk Nakal yang dilantunkan penyanyi cilik Enno Lerian dan sukses besar. Begini petikan liriknya, 'Banyak nyamuk di rumahku... gara-gara aku... malas bersih-bersih.... Banyak semut di rumahku... gara-gara aku... malas bersih-bersih.... Banyak tikus di rumahku... gara-gara kamu... malas bersih-bersih.... Banyak lalat di rumahku... gara-gara kamu... malas bersih-bersih'.

Kiranya mafia terus menggila karena negara malas menghentikan mereka. Tuntutan dan vonis ringan bagi pelaku ialah kemalasan itu. Melemahkan KPK dan lelet mengesahkan RUU Perampasan Aset bentuk kemalasan itu. Pun, menoleransi gratifikasi lewat keluarga pejabat, obral diskon hukuman bagi koruptor, dan seterusnya. Kalau malas bersih-bersih terus dipelihara, pasti mafia tetap menggila di rumahku, Indonesia.



Berita Lainnya
  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.