Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Audisi Calon Menteri Cegah Kejar Setoran

14/10/2024 05:00
Audisi Calon Menteri Cegah Kejar Setoran
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SETIAP presiden menuliskan kisahnya sendiri untuk memilih menteri. Ada yang melibatkan badan intelijen sampai KPK, melakukan audisi terbuka atau tertutup.

Prabowo Subianto yang dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober 2024 punya cara sendiri untuk memilih menteri. Caranya, menurut Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Prabowo memeriksa latar belakang, uji kelayakan dan kepatutan, hingga wawancara tatap muka.

Proses uji kelayakan dan kepatutan calon menteri, kata Prabowo seperti dikutip Antara, sudah berjalan lama. “Sebenarnya prosesnya sudah berjalan lama. Pimpinan-pimpinan partai koalisi mengajukan nama-nama yang akan kami pelajari,” katanya di Jakarta, Jumat (11/10).

Baca juga : Jadi Mantan Presiden, Enak?

Pelibatan pimpinan parpol dalam menentukan menteri sebuah keniscayaan. Jalan menuju kursi presiden hanya melewati parpol. Tidak ada capres jalur perseorangan. Pasal 6A ayat (2) UUD 1945 menyebutkan pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.

Satu syarat mutlak dimintakan Prabowo kepada pimpinan partai. “Saya sudah sampaikan kepada semua partai yang mau bergabung dalam koalisi saya. Terang-terangan saya katakan semua ketua umum, semua perwakilan, jangan menugasi menteri-menteri yang Saudara tunjuk, di pemerintah yang saya pimpin, jangan Saudara tugasi untuk cari uang dari APBN, APBD,” katanya di Jakarta pada Kamis (10/10).

Penegasan Prabowo itu memperlihatkan komitmennya yang kuat, sangat kuat, untuk menciptakan kabinet yang bebas dari korupsi. Poin ke-7 visi Prabowo-Gibran Rakabuming Raka ialah memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan.

Baca juga : Sean Gelael Optimistis Raih Podium di Sao Paolo

Presiden Joko Widodo juga mempunyai komitmen yang kuat dalam pemberantasan korupsi. Karena itu, saat menjabat periode pertama pada 2014, Jokowi melibatkan KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menyeleksi menteri.

KPK memberikan masukan latar belakang menteri dan menandai menteri-menteri yang rekam jejaknya meragukan. Ketika itu dinamika seleksi calon menteri diwarnai dengan pemberian spidol merah dan kuning dari KPK kepada beberapa nama kandidat menteri yang diduga terlibat kasus hukum.

Meski sudah melibatkan KPK dan PPATK, pada periode pertama Jokowi masih terdapat menteri yang dihukum karena korupsi. Karena itu, KPK tidak dilibatkan lagi dalam seleksi menteri pada periode kedua Jokowi.

Baca juga : SDN 085 Ciumbuleuit dan SDN 043 Cimuncang Raih Podium Teratas

Seleksi menteri sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden. Peraturan perundang-undangan hanya menyebut enam syarat menteri, antara lain, sehat jasmani dan rohani serta memiliki integritas dan kepribadian yang baik.

Suka-suka presiden menentukan kriteria tambahan untuk penentuan calon menteri dan setiap presiden punya pertimbangan masing-masing. Presiden Soeharto, seperti pernah dituturkan Cosmas Batubara, sangat memperhatikan perimbangan pulau-pulau besar, sehingga menteri yang menjabat punya latar belakang etnisitas Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, dan seterusnya.

Sejak presiden dipilih langsung oleh rakyat pada 2004, presiden terpilih menggunakan metode uji kelayakan dan kepatutan untuk menyeleksi calon menteri. Selain itu, presiden terpilih berkonsultasi dengan pimpinan parpol pendukungnya.

Baca juga : Semangat Juang Jadi Modal bagi Nizar Raih Podium Bali Trail Run Ultra 2024

Mekanisme uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan presiden terpilih ialah memanggil calon-calon menteri kemudian diajak diskusi mengenai visi dan misi mereka jika menjabat menteri di kementerian tertentu.

Lewat diskusi itu diharapkan dapat diketahui kualitas intelektual, integritas moral, serta kemampuan visioner dari para calon menteri tersebut. Dengan hak prerogatifnya, presiden menentukan menteri-menteri yang dianggap patut dan layak untuk membantu pemerintah.

Susilo Bambang Yudhoyono ialah presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat. Ia pula yang meletakkan dasar uji kelayakan dan kepatutan calon menteri secara terbuka. Sementara itu, Jokowi menggunakan cara tertutup.

Ada plus minus setiap cara itu. Uji kelayakan dan kepatutan secara terbuka ibarat sebuah tontonan. Layaknya sebuah tonil, dia harus dikemas sedemikian apik sehingga menarik. Harus didahului prolog, kemudian drama, dan ending.

Masih ingat pembicaraan publik tentang hati terluka Nila Djuwita Moeloek pada 2009? Hatinya terluka karena setelah mengikuti audisi calon menteri yang sangat terbuka, ternyata digantikan pada saat-saat terakhir. Dia diganti karena dinyatakan tidak lolos uji kesehatan.

Dalam kasus Nila kesalahan terletak pada pilihan membuka sebuah proses rekrutmen kepada publik untuk keputusan prerogatif presiden yang rahasia dan mutlak. Kiranya audisi tertutup yang dilakukan Jokowi bisa dilanjutkan Prabowo.

Hak prerogatif presiden juga mencakup penentuan komposisi kabinet antara orang partai dan profesional. Tidak ada aturan baku terkait dengan komposisi itu. Komposisi menteri periode pertama Yudhoyono terdapat 21 menteri nonpartai dan 16 menteri berasal dari parpol. Pada periode kedua terdapat 16 menteri nonparpol dan 21 menteri berasal dari parpol.

Periode pertama Jokowi diisi 18 menteri nonparpol dan 16 menteri berasal dari parpol. Periode kedua, juga 18 menteri nonparpol dan 16 menteri berasal dari parpol.

Publik menunggu audisi yang dilakukan Prabowo dalam menentukan menteri dan komposisi kabinet. Siapa pun orangnya, satu yang pasti, menteri jangan dikasih kejar setoran untuk parpol agar ia tidak ugal-ugalan.



Berita Lainnya
  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.