Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Daya Rusak Flexing

29/8/2024 05:00
Daya Rusak Flexing
Ahmad Punto Dewan Redaksi Media Group(MI/EBET)

ALKISAH, ada sepasang suami istri melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Niat mereka sebetulnya bagus, bahkan sangat bagus. Sang suami ingin mengantarkan istrinya ke Pennsylvania, sebuah negara bagian di pesisir timur AS. Sang istri yang tengah hamil cukup besar itu konon baru saja diterima dan akan memulai berkuliah jenjang S-2 di University of Pennsylvania.

Bagi yang belum tahu, University of Pennsylvania merupakan salah satu universitas tertua di AS. Kampus yang kondang dengan sebutan Upenn itu didirikan Benjamin Franklin nyaris tiga abad silam, yaitu pada 1740. Di kampus itulah sang istri akan menjadi mahasiwa di Fakultas Praktik dan Kebijakan Sosial. Wajar kalau sang suami ingin mengantarkan istrinya itu, tentunya, dengan menyunggi perasaan bangga.

Namun, seketika kewajaran itu sirna manakala sang istri yang bernama Erina Gundono itu mulai mengunggah sejumlah foto perjalanannya bersama sang suami, Kaesang Pangarep, ke akun media sosialnya. Siapa Erina dan siapa Kaesang, tentu kita semua tahu, mereka ialah lingkaran keluarga inti Presiden Jokowi. Kaesang, anak bungsu Presiden itu, juga merupakan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Baca juga : Jadi Mantan Presiden, Enak?

Foto unggahan Erina yang paling memantik respons netizen Indonesia ialah foto sayap pesawat yang mereka pakai pergi ke AS. Netizen penasaran karena bentuk jendela pesawat yang terlihat dalam foto itu tidak sama dengan jendela pesawat komersial pada umumnya.

Ada idiom yang sering kita dengar, 'kalau netizen Indonesia sudah turun tangan, selesai itu barang'. Benar saja, setelah di-kulak-kulik netizen, belakangan ketahuan bahwa pesawat yang mereka tumpangi ialah jet pribadi dengan jenis Gulfstream G650ER. Tak hanya itu, beberapa foto lain menunjukkan pasangan bahagia itu tengah menikmati fasilitas mewah yang mereka miliki.

Barangkali, apa yang dipamerkan Erina di akun Instagram pribadinya itu tidak akan terlalu disorot tajam jika suasana di Tanah Air sedang adem-adem saja. Akan tetapi, kali ini ceritanya lain. Bukan kebetulan, seiring dengan kepergian pasangan itu ke AS, di Indonesia sedang terjadi gelombang protes masyarakat terkait dengan niat DPR yang ingin mengamputasi putusan Mahkamah Konstitusi perihal syarat pencalonan dalam Pilkada 2024.

Baca juga : Sean Gelael Optimistis Raih Podium di Sao Paolo

Unjuk rasa besar-besaran dilakukan berbagai elemen masyarakat di banyak kota di Indonesia. Tidak hanya terjadi di 'darat', gelombang perlawanan terhadap upaya pembangkangan terhadap konstitusi menggema teramat kencang di jagat maya. Tagar-tagar seperti #PeringatanDarurat dan #KawalPutusanMK sempat memuncaki trending topic percakapan di media sosial dalam waktu yang cukup lama.

Maka, klop sudah. Relasi dua peristiwa tersebut pada ujungnya menciptakan narasi kemarahan publik. Ketika di sini rakyat sedang marah dengan sasaran tembak DPR dan Presiden, di benua seberang sana keluarga Presiden malah enak-enak flexing, memamerkan kemewahan fasilitas yang mereka peroleh tanpa sungkan.

Flexing ialah istilah yang menggambarkan perilaku seseorang yang gemar menunjukkan gaya hidup mewah secara berlebihan. Istilah itu cukup ngetop di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan setelah sejumlah pejabat, baik pusat maupun daerah, tertangkap oleh kamera melakukan flexing.

Baca juga : SDN 085 Ciumbuleuit dan SDN 043 Cimuncang Raih Podium Teratas

Perilaku mereka pada akhirnya tidak hanya dikuliti netizen di media sosial, tapi juga menjadi sasaran tembak penegak hukum. Beberapa di antara mereka bahkan kini harus mendekam di bui karena belakangan ketahuan bahwa harta dan kemewahan yang mereka pamerkan itu dihasilkan dari korupsi, suap, ataupun gratifikasi.

Dalam kasus Erina dan Kaesang, flexing mereka saja sudah tak elok, ditambah pula waktunya juga salah. Dengan flexing saja, sebenarnya mereka sudah meminggirkan empati. Apalagi kalau unjuk pamer itu dilakukan pada saat rakyat sedang berjuang menyelamatkan demokrasi dari tangan-tangan yang justru sedang ingin mengukuhkan dinasti politik.

Namun, saya tidak ingin terlalu jauh lagi mencari kesalahan-kesalahan mereka. Perkara apakah pesawat jet yang mereka tumpangi itu mereka sewa atau fasilitas yang diberikan cuma-cuma oleh pihak lain alias gratifikasi, biarlah nanti penegak hukum yang mengusut. Hukuman sosial pun sebetulnya sudah mereka dapatkan dari kecaman dan hujatan netizen di media sosial yang dalam seminggu ini tak juga surut.

Dari kejadian itu, kita, setidaknya saya, bisa mengambil pelajaran penting bahwa dari sudut mana pun, perilaku flexing tidak memberikan manfaat sama sekali. Yang dihasilkan dari pamer kemewahan dan kehedonan itu hanyalah mudarat atau kerusakan.

Kiranya, peristiwa tepat sepekan lalu ketika flexing yang dilakukan keluarga Presiden menambah kemarahan publik yang sedang marah cukup menjadi contoh betapa dahsyatnya kerusakan yang bisa ditimbulkan dari perilaku itu. Flexing terbukti tidak hanya merusak kehidupan masyarakat dalam lingkup kecil. Daya rusak flexing rupanya juga bisa ikut menambah kacau tatanan berbangsa dan bernegara.



Berita Lainnya
  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."