Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Virus Hedonisme

Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group
24/5/2024 05:00
Virus Hedonisme
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(Ebet)

PADA umumnya manusia menyukai kemewahan. Hal itu normal, lumrah. Yang tak normal, yang tak lumrah ialah jika mereka mendapatkan dan menggunakannya dengan cara tak semestinya, tidak seharusnya.

Siapa sih yang tidak suka dengan yang mewah-mewah? Guyuran uang, gelimang harta benda yang mahal, yang hanya sedikit orang mampu memilikinya, bisa memberikan kebanggaan tersendiri. Hal ini manusiawi. Akan tetapi, orang mesti punya batas. Pantang kebablasan, tidak boleh lupa diri.

Suka bermewah-mewah biasa disebut hedon. Pahamnya bernama hedonisme, yang menurut Collins Gem diartikan sebagai doktrin bahwa kesenangan merupakan hal yang paling penting dalam hidup.

Hedonisme sudah ada sejak dulu, dulu sekali. Secara konsep, hedonisme muncul pada 443 sebelum Masehi. Pencetusnya ialah Aristippos, yang diawali dari pertanyaan Socrates tentang apa tujuan akhir manusia, lalu dia jawab bahwa hal terbaik buat manusia ialah kesenangan.

Hedonisme pun masih ada saat ini. Penganutnya beragam, mulai dari para pesohor hingga pejabat dan keluarganya.

Kaya raya adalah hal biasa. Yang penting kekayaan didapat di jalan yang benar, tidak menyimpang, bukan kejahatan. Maka, ketika ada artis kelas sultan yang memamerkan rumah megahnya, mobil-mobil berharga miliaran rupiah, tas-tas branded, atau liburan supermewah, tidak sedikit yang menganggapnya lumrah. Duit-duit mereka, begitu alasannya.

Bergaya hedon dari harta yang sah memang tak sepenuhnya salah, tetapi tetap tak baik. Ia harus dijauhi. Apalagi jika hedonisme itu secara sadar dipertontonkan, sengaja dipamerkan, kepada orang lain.

Yang jelas salah dan tak baik ialah hedon dari harta bermasalah. Inilah yang terus terjadi di negeri ini. Sekadar referensi, ada seorang artis cantik yang menikah dengan pemuda pujaan di tempat idaman, Disneyland Tokyo. Nikah di sana pasti mahal, sangat mahal.

Setelah menikah, sang artis terus diguyur kemewahan dari sang suami. Mobil Roll Royce menjadi hadiah ulang tahunnya. Jet pribadi diberikan kepada sang putra kala tambah usia. Pokoknya mewah wah wah, dan semua itu menjadi konsumsi publik lewat berbagai media.

Orang-orang pun cuma bisa menelan ludah, bisa jadi juga iri, dengan keberuntungan luar biasa artis jelita itu. Namun, ternyata eh ternyata, sang suami belakangan menjadi tersangka korupsi. Nilainya tak tanggung-tanggung, ratusan triliun rupiah. Apakah hedonisme keluarga itu ditopang duit negara? Kalau iya, sontoloyo betul mereka.

Kisah lain datang dari mantan menteri yang juga menjadi tersangka korupsi. Dalam sidang, terungkap banyak fakta dia dan keluarganya suka bermewah-mewah. Celakanya, biaya untuk itu diduga dari laku rasywah. Dia, misalnya, disebut membebankan biaya skin care anak cucu, umrah keluarga, sewa jet pribadi, beli handphone, membayar biduan, membeli mobil anak, sunatan dan ultah cucu, renovasi kamar anak, dan keperluan lainnya kepada anak buah. Istilahnya mau kesohor, tapi ogah tekor.

Pak Menteri ini didakwa melakukan pemerasan dan penerimaan gratifikasi puluhan miliar rupiah. Jika benar fakta-fakta gila yang terungkap di persidangan, tak tahu diri betul mereka.

Hedonisme juga dialamatkan ke komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Masalah itu disoal oleh anggota Komisi II DPR Riswan Tony dalam raker di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pekan silam. Menurutnya, anggaran yang terlalu besar (Rp56 triliun) membuat gaya hidup anggota KPU berubah menjadi suka bermewah-mewah. Menyewa jet pribadi salah satunya. Dugem dan wanita disorot juga. Mereka diibaratkan tokoh fiksi Don Juan.

Ketua KPU Hasyim Asy'ari tak menampik sewa jet pribadi. Dalihnya, itu dilakukan untuk monitoring, sebab KPU cuma diberi waktu 75 hari untuk pengadaan logistik. Benarkah? Saya kok sepakat dengan anggota dewan yang tak sepakat dengan dalih itu. Apa urgensinya menggunakan private jet ke Denpasar? Bukankah amat banyak penerbangan komersial ke Bali?

Jet pribadi adalah simbol kemewahan berbiaya teramat mahal. Pada 2023 saja, ongkos sewa pesawat dari Jakarta ke Pulau Dewata bisa mencapai Rp570 juta. Edan nian jika benar negara harus terbebani.

Hedonisme kiranya juga mulai memapar negara. Yang terkini terjadi pada penyelenggaraan World Water Forum (WWF) di Bali baru-baru ini. Sebagai pengampu event dunia, negeri ini memang mesti menjadi tuan rumah yang berkelas. Pertanyaannya, haruskah kita obral kemewahan untuk menunjukkan itu?

Banyak yang bilang hedonisme serupa virus. Ia menyerang urat malu. Yang terjangkit niscaya kehilangan rasa malu. Virus ini juga merusak saraf empati, membunuh rasa peduli. Akibatnya sungguh berbahaya, apalagi jika pengelola negara yang terkena.



Berita Lainnya
  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik