Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Cemburu pada Singapura

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
18/5/2024 05:00
Cemburu pada Singapura
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(Ebet)

"SAYA tidak mencoba berlari lebih cepat daripada orang lain. Saya mencoba mengajak semua orang untuk berlari bersama saya. Menurut saya, kami berhasil."

Itulah resep sukses yang dibagikan Lee Hsien Loong, Perdana Menteri ke-3 Singapura, untuk membangun kejayaan negeri di utara Kota Batam itu. Singapura sukses menjadi negara maju, negara bersih, negara bertata kelola nyaris sempurna.

Kini 'Negeri Singa' itu memasuki babak baru pergantian kepemimpinan. Setelah 20 tahun berkuasa, Lee Hsien Loong secara resmi menyerahkan jabatannya sebagai Perdana Menteri (PM) Singapura kepada Wakil PM sekaligus Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong, tengah pekan ini.

Sejak merdeka pada 1965, 'Negeri Singa' hanya memiliki tiga PM yang semuanya berasal dari satu partai yang sama, yakni Partai Aksi Rakyat (PAP). Yang pertama ialah ayah Lee, Lee Kuan Yew, yang secara luas dianggap sebagai pendiri Singapura modern yang memimpin selama 25 tahun. Bapak Singapura itu lalu digantikan Goh Chok Tong, pada 1990, yang memerintah hingga 2004. Goh tak lain ialah pejabat di PAP, pernah menjadi Sekjen PAP pada 1992.

Goh lalu digantikan Lee, yang tak lain ialah putra Lee Kwan Yew. Para analis mengatakan transisi kekuasaan kali ini menandakan sebuah evolusi dalam kepemimpinan politik Singapura karena keluar dari bayang-bayang keluarga Lee.

Meskipun demikian, demi menjaga agar suksesi berjalan mulus, Lee akan tetap berada dalam kabinet sebagai menteri senior. PAP memiliki andil besar dalam pencalonan Lawrence sebagai pengganti Lee. Peran PAP yang mendominasi politik Singapura membuat partai bisa memilih kandidat pengganti sesuai dengan kriteria yang sudah dibuat.

Lawrence dapat terpilih sebagai kandidat tak lain karena memiliki koneksi yang kuat dengan keluarga Lee selain dari kualitas dan kinerja yang diakui masyarakat. Jadi, kendati pemilu di Singapura tidak seingar bingar dan seketat di Indonesia, kredibilitasnya, yang ditunjukkan lewat hasil elite terpilih, sangat bisa dipertanggungjawabkan.

Kalau di sini, dinasti dan koneksi dikritisi, juga dicurigai. Di Singapura, kedua hal itu dipraktikkan sebagai konsensus yang dihargai. Bahkan rakyat Singapura menaruh kepercayaan tinggi terhadap para pemimpin hasil konsensus itu.

Dengan begitu, apakah praktik di Singapura bisa kita copy paste untuk Indonesia? Eits, nanti dulu. Kita beda dengan Singapura. Kita negara emerging market, Singapura negara maju. Kita negara dengan tingkat korupsi tinggi, Singapura relatif sangat bersih dari korupsi. Kita masih tertatih-tatih dalam institusionalisasi, Singapura amat beres dalam institusionalisasi, sistem, dan tata kelola.

Itulah kenapa rakyat Singapura sangat percaya pada penyelenggara negara mereka. Kendati berbasis koneksi partai dan dinasti, para elite dan pemimpin mampu menjalankan amanat. Mereka elite yang autentik alias satu kata dengan perbuatan, aksi selaras janji.

Lihatlah dalam 20 tahun pemerintahannya sejak Agustus 2004, Lee mampu mendongkrak produk domestik bruto (PDB) Singapura secara eksponensial. PDB negeri itu naik lebih dari tiga kali lipat, dari US$115 miliar pada 2004 melesat menjadi US$466,8 miliar pada 2022 lalu.

Lee pun berterima kasih kepada masyarakat Singapura atas dukungan mereka selama dirinya menjabat sebagai PM. Resep untuk 'tidak mencoba berlari lebih cepat daripada orang lain, tetapi mencoba mengajak semua orang untuk berlari bersamanya' benar-benar sukses, gayung bersambut, dan tidak bertepuk sebelah tangan.

Singapura layak membuat cemburu. Silakan saja tiru gaya Singapura, tapi bereskan dulu institusionalisasi. Bersihkan dulu birokrasi dari tendensi korupsi. Jalankan tata kelola secara benar, adil, transparan, dan akuntabel. Bila itu semua sudah beres, bolehlah kita meniru Singapura.



Berita Lainnya
  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik