Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
"SAYA tidak mencoba berlari lebih cepat daripada orang lain. Saya mencoba mengajak semua orang untuk berlari bersama saya. Menurut saya, kami berhasil."
Itulah resep sukses yang dibagikan Lee Hsien Loong, Perdana Menteri ke-3 Singapura, untuk membangun kejayaan negeri di utara Kota Batam itu. Singapura sukses menjadi negara maju, negara bersih, negara bertata kelola nyaris sempurna.
Kini 'Negeri Singa' itu memasuki babak baru pergantian kepemimpinan. Setelah 20 tahun berkuasa, Lee Hsien Loong secara resmi menyerahkan jabatannya sebagai Perdana Menteri (PM) Singapura kepada Wakil PM sekaligus Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong, tengah pekan ini.
Sejak merdeka pada 1965, 'Negeri Singa' hanya memiliki tiga PM yang semuanya berasal dari satu partai yang sama, yakni Partai Aksi Rakyat (PAP). Yang pertama ialah ayah Lee, Lee Kuan Yew, yang secara luas dianggap sebagai pendiri Singapura modern yang memimpin selama 25 tahun. Bapak Singapura itu lalu digantikan Goh Chok Tong, pada 1990, yang memerintah hingga 2004. Goh tak lain ialah pejabat di PAP, pernah menjadi Sekjen PAP pada 1992.
Goh lalu digantikan Lee, yang tak lain ialah putra Lee Kwan Yew. Para analis mengatakan transisi kekuasaan kali ini menandakan sebuah evolusi dalam kepemimpinan politik Singapura karena keluar dari bayang-bayang keluarga Lee.
Meskipun demikian, demi menjaga agar suksesi berjalan mulus, Lee akan tetap berada dalam kabinet sebagai menteri senior. PAP memiliki andil besar dalam pencalonan Lawrence sebagai pengganti Lee. Peran PAP yang mendominasi politik Singapura membuat partai bisa memilih kandidat pengganti sesuai dengan kriteria yang sudah dibuat.
Lawrence dapat terpilih sebagai kandidat tak lain karena memiliki koneksi yang kuat dengan keluarga Lee selain dari kualitas dan kinerja yang diakui masyarakat. Jadi, kendati pemilu di Singapura tidak seingar bingar dan seketat di Indonesia, kredibilitasnya, yang ditunjukkan lewat hasil elite terpilih, sangat bisa dipertanggungjawabkan.
Kalau di sini, dinasti dan koneksi dikritisi, juga dicurigai. Di Singapura, kedua hal itu dipraktikkan sebagai konsensus yang dihargai. Bahkan rakyat Singapura menaruh kepercayaan tinggi terhadap para pemimpin hasil konsensus itu.
Dengan begitu, apakah praktik di Singapura bisa kita copy paste untuk Indonesia? Eits, nanti dulu. Kita beda dengan Singapura. Kita negara emerging market, Singapura negara maju. Kita negara dengan tingkat korupsi tinggi, Singapura relatif sangat bersih dari korupsi. Kita masih tertatih-tatih dalam institusionalisasi, Singapura amat beres dalam institusionalisasi, sistem, dan tata kelola.
Itulah kenapa rakyat Singapura sangat percaya pada penyelenggara negara mereka. Kendati berbasis koneksi partai dan dinasti, para elite dan pemimpin mampu menjalankan amanat. Mereka elite yang autentik alias satu kata dengan perbuatan, aksi selaras janji.
Lihatlah dalam 20 tahun pemerintahannya sejak Agustus 2004, Lee mampu mendongkrak produk domestik bruto (PDB) Singapura secara eksponensial. PDB negeri itu naik lebih dari tiga kali lipat, dari US$115 miliar pada 2004 melesat menjadi US$466,8 miliar pada 2022 lalu.
Lee pun berterima kasih kepada masyarakat Singapura atas dukungan mereka selama dirinya menjabat sebagai PM. Resep untuk 'tidak mencoba berlari lebih cepat daripada orang lain, tetapi mencoba mengajak semua orang untuk berlari bersamanya' benar-benar sukses, gayung bersambut, dan tidak bertepuk sebelah tangan.
Singapura layak membuat cemburu. Silakan saja tiru gaya Singapura, tapi bereskan dulu institusionalisasi. Bersihkan dulu birokrasi dari tendensi korupsi. Jalankan tata kelola secara benar, adil, transparan, dan akuntabel. Bila itu semua sudah beres, bolehlah kita meniru Singapura.
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved