Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Lebaran Menuju Bersih Sampah 2025

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
08/4/2024 05:00
Lebaran Menuju Bersih Sampah 2025
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(Ebet)

TANPA dikomando, 193,6 juta orang atau 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia mudik saat Lebaran 2024. Mereka pulang ke kampung halaman dengan cara masing-masing. Ada yang lewat udara, laut, maupun darat.

Mudik tentu saja membawa kebahagian, tetapi pada sisi lain menghadirkan persoalan. Bukan cuma persoalan kemacetan di jalan raya dan cuaca tidak menentu, melainkan juga masalah sampah.

Sampah yang dihasilkan selama periode mudik kali ini, menurut perkiraan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bisa mencapai 58.000 ton. Potensi jumlah sampah itu dihitung untuk jangka waktu dua minggu dari arus mudik hingga arus balik.

Meski demikian, sampah yang dihasilkan selama Mudik 2024 masih lebih kecil ketimbang perkiraan volume sampah selama Pemilu 2024. Pesta demokrasi itu menghasilkan sampah paling sedikit mencapai 784 ribu meter kubik atau setara 392 ribu ton.

Persoalan sampah sangat serius karena bangsa ini sudah berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2025. Tinggal setahun dari sekarang. Target Indonesia Bersih Sampah 2025 melalui pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%.

Indonesia Bersih Sampah 2025 sudah dicanangkan sejak 2017. Pada 23 Oktober 2017 Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Sudah tujuh tahun perpres itu berjalan dan mestinya lebih gencar lagi dipromosikan menjelang tenggat 2025.

Pengelolaan sampah bukanlah masalah besar jika setiap orang mengubah mindset dalam mengelola sampah. Timbulan sampah mesti diselesaikan dari sumbernya yakni rumah tangga dengan melakukan pemilahan sampah. Sampah yang terpilah lebih mudah dikelola sehingga ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi.

Sampah mudik 2024 juga bukanlah masalah besar andai semua pemangku kepentingan ikut cawe-cawe. Tentu saja cawe-cawe menumbuhkan inisiatif yang meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mengajak masyarakat untuk bertindak agar mampu mencapai tingkat partisipasi yang tinggi.

Elok nian bila pesan tidak membuang sampah sembarangan terus digaungkan pemerintah daerah sejak pemudik berangkat dari tempat asal mereka hingga kembali. Pesan serupa bisa juga disampaikan para tokoh agama dalam kegiatan keagamaan.

Pemerintah daerah di Pulau Jawa perlu mengambil peran yang lebih signifikan. Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan pada Lebaran 2024, mayoritas pemudik berasal dari Jawa Timur, yakni sebanyak 31,3 juta orang (16,2%), diikuti Jabodetabek sebanyak 28,43 juta orang (14,7%) dan Jawa Tengah sebanyak 26,11 juta orang (13,5%).

Adapun daerah tujuan pemudik tahun ini paling banyak menuju Jawa Tengah, yakni sebanyak 61,6 juta orang (31,8%), lalu ke Jawa Timur sebanyak 37,6 juta orang (19,4%) dan ke Jawa Barat sebanyak 32,1 juta orang (16,6%).

Pemda bisa mengantisipasi persiapan pengelolaan sampah mudik 2024 berdasarkan jenis sampah yang dihasilkan. Biasanya, jenis yang paling dominan ialah sampah makanan dan sampah plastik. Produk air minuman dalam kemasan biasanya mendominasi jenis sampah plastik pada saat mudik.

Pengelolaan sampah pada umumnya, juga sampah mudik 2024, tidaklah tepat semata menjadi tanggung jawab pemerintah, pemda, dan pemudik alias masyarakat konsumen. Tanggung jawab utama ada pada produsen, terutama produsen air minum dalam kemasan.

Tanggung jawab produsen sempat disorot Sonny Keraf, Menteri Lingkungan Hidup 1999-2001, dalam sebuah artikelnya. ‘Ada salah kaprah umum, seakan sampah adalah tanggung jawab dan urusan konsumen, masyarakat, dan pemerintah. Ini cara pikir keliru yang lebih menonjolkan pendekatan the end of pipe treatment: urusan sampah dan limbah adalah urusan di ujung pipa rantai produksi, rantai pasok, dan rantai konsumsi’, tulisnya.

Padahal, menurut Sonny Keraf, seharusnya tanggung jawab penanganan dan pengelolaan sampah dimulai dari hulu produksi oleh produsen, yang dalam model ekonomi sirkular dikenal sebagai extended producer responsibility.

Kiranya produsen air minuman dalam kemasan memperlihatkan secara nyata tanggung jawab atas sampah plastik selama mudik 2024. Terus terang, tanggung jawab itu yang kurang tampak selama mudik dari tahun ke tahun.

Perlu tindakan nyata, utamanya selama mudik 2024, untuk menjadikan bumi, rumah kita, makin terlihat bukan sebagai tempat pembuangan sampah yang besar. Hanya itu cara menjadikan Indonesia Bersih Sampah 2025 bukan slogan omong kosong.



Berita Lainnya
  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.