Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Konflik Pilkada Mulai Membayang

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
25/3/2024 05:00
Konflik Pilkada Mulai Membayang
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(Ebet)

ATMOSFER politik lokal mulai memanas, padahal tahapan Pemilu 2024 belum tuntas. Disebut memanas karena banyak nama bermunculan dalam bursa calon kepala daerah. Mereka sudah mengambil ancang-acang untuk bertarung dalam pilkada yang digelar pada 27 November 2024.

Pemilu 2024 kini memasuki tahapan penyelesaian sengketa di Mahkamah Konstitusi sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengumumkan hasilnya pada 20 Maret 2024. MK memiliki waktu 14 hari untuk menuntaskan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden. Sementara itu, PHPU legislatif harus selesai dalam 30 hari.

Seluruh tahapan Pemilu 2024 berakhir pada 20 Oktober 2024 saat pengucapan sumpah/janji presiden dan wakil presiden. Meski tahapan Pemilu 2024 belum tuntas, politik lokal sedang hangat-hangatnya saat ini. Mereka yang ingin bertarung dalam Pilkada 2024 mulai bermanuver, bahkan saling sikut. Di antara mereka ada yang mulai memantaskan diri sebagai calon kepala daerah.

Politik lokal mulai panas dari Sabang sampai Merauke. Pilkada digelar serentak pada November mendatang di 546 daerah otonomi yang terdiri dari 38 provinsi, 93 kota, dan 415 kabupaten. Dengan kata lain, pilkada digelar serentak di seluruh daerah, kecuali DI Yogyakarta.

Hanya 318 daerah yang berpotensi majunya petahana sebagai calon kepala daerah. Mereka diuntungkan dua putusan MK yang memperpanjang masa jabatan mereka.

Putusan MK yang dibacakan pada 21 Desember 2023 membatalkan ketentuan di dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah yang mengharuskan kepala daerah hasil Pilkada 2018 dan baru dilantik pada 2019 berhenti akhir 2023.

Dari 171 kepala daerah yang terpilih melalui Pilkada 2018, ada 48 kepala daerah yang dilantikan pada 2019. Perinciannya, 4 kepala daerah tingkat provinsi, 8 wali kota/wakil wali kota, dan 36 bupati/wakil bupati. Mereka bisa menjabat sampai satu bulan menjelang pilkada digelar 27 November 2024.

Sementara itu, putusan MK yang dibacakan pada 20 Maret 2024 menguntungkan 270 kepala daerah yang terdiri dari 9 gubernur dan wakil gubernur, 37 wali kota dan wakil wali kota, serta 224 bupati dan wakil bupati.

MK memperpanjang masa jabatan mereka yang dipilih dalam Pilkada 2020 itu dari semula berakhir pada Desember 2024 menjadi berhenti saat kepala daerah baru hasil Pilkada 2024 dilantik.

Harus jujur diakui bahwa Pilkada 2024 memiliki kerawanan lebih tinggi jika dibandingkan dengan Pemilu 2024. Penyebabnya ialah rentang jarak antara pusat kekuasaan pemerintahan daerah dan masyarakat sangat dekat.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja menyebutkan potensi kerawanan Pilkada 2024 tinggi karena persaingan yang sangat tinggi antarcalon kepala daerah di tiap daerah seluruh Indonesia.

TNI memperkirakan potensi kerusuhan antarkelompok pendukung hingga konflik suku, agama, ras, dan antargolongan di 15 daerah dengan tingkat kerawanan tinggi, seperti Aceh dan Papua. Perkiraan itu disampaikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR pada 21 Maret 2024.

“Terdapat kemungkinan terjadi kerusuhan antarkelompok pendukung yang lebih besar apabila dihadapkan dengan jumlah alat keamanan yang terbatas,” kata Jenderal Agus.

Antisipasi keamanan penyelenggaraan pilkada menjadi sangat penting. Konsentrasi pengamanan akan terpecah pada semua daerah provinsi, kabupaten, dan kota dalam pilkada serentak 2024.

Konsentrasi pecah juga dialami penyelenggara pilkada mulai KPU di pusat sampai daerah. Penyebabnya ialah tahapan Pilkada 2024 berimpitan dengan Pemilu 2024. Di antaranya ialah tahapan terkait dengan pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan, pemberitahuan dan pendaftaran pemilihan, serta penyerahan daftar penduduk potensi pemilih pada Maret dan April 2024.

Dengan demikian, pada saat ini KPU dan Bawaslu di daerah berkonsentrasi atas perselisihan pemilu di MK dan pada saat bersamaan mesti mempersiapkan tahapan pilkada.

Keberadaan petahana juga menjadi sumber masalah dalam pilkada. Bermasalah karena mereka berpotensi menyalahgunakan kekuasaan dengan melakukan politisasi birokrasi. Petahana jangan diberi ruang untuk memanfaatkan dana hibah dan bansos. Elok nian bila KPU dan Bawaslu mengeluarkan regulasi terkait dengan upaya mencegah penyalahgunaan kewenangan oleh petahana.

KPU, sesuai dengan putusan MK, perlu membuat regulasi yang mengatur syarat bagi calon anggota DPR, anggota DPD, dan anggota DPRD terpilih yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Mereka harus membuat surat pernyataan bersedia mengundurkan diri jika telah dilantik secara resmi menjadi anggota DPR, anggota DPD, dan anggota DPRD apabila tetap mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Penyelenggara pilkada mestinya fokus mengantisipasi setiap potensi konflik yang kini mulai membayang di daerah-daerah.



Berita Lainnya
  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.