Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Fenomena India

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
06/3/2024 05:00
Fenomena India
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(Ebet)

NEGERI India tahu betul bagaimana memegang spirit bapak bangsa mereka, Mahatma Gandhi. Salah satunya ialah terus menyalakan 'api pendidikan' sebagaimana pernah dipetuahkan Gandhi. Kata Gandhi, "Pendidikan yang sejati mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi kehidupan, bukan hanya untuk mencapai kesuksesan akademis."

Pernyataan itu terus-menerus dipegang dan diwujudkan dalam roda pemerintahan hingga kini. India, siapa pun kelompok politik yang memegang kuasa, selalu antusias mengembangkan pendidikan. Bagi India, pendidikan ialah investasi, bukan belanja uang, apalagi beban. Anggaran pendidikan pun meningkat dari waktu ke waktu.

Tidak mengherankan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) mencatat bahwa siswa internasional India menjadi salah satu yang tersukses menghasilkan uang paling banyak di industri pendidikan. Dari 10 negara, India ada di peringkat kedua di bawah Tiongkok.

Tidak mengherankan pula India, kini, mampu menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat di dunia. Pada kuartal keempat 2023, ekonomi India tumbuh 8,4%, tertinggi di dunia. Berdasarkan catatan pemerintah India, torehan angka 8,4% itu ialah yang tertinggi dalam enam kuartal terakhir.

Hebatnya lagi, meningkatnya produk domestik bruto (PDB) India setinggi itu dipicu kenaikan di sejumlah indikator ekonomi penting, seperti peningkatan 11,6% untuk sektor manufaktur, serta peningkatan 9,5% untuk sektor konstruksi. "Pertumbuhan PDB 8,4% yang kuat ini menunjukkan kekuatan ekonomi India dan potensinya. Upaya kami akan terus membawa pertumbuhan ekonomi cepat yang akan membantu 1,4 miliar orang India menjalani kehidupan yang lebih baik dan menciptakan Viksit Bharat!" ucap Perdana Menteri India Narendra Modi seperti dikutip dari Nikkei Asia, awal Maret 2024 ini.

Itu bukti bahwa investasi pendidikan secara besar-besaran yang dilakukan India sejak empat dekade lalu kini mulai membuahkan hasil. Menurut Forbes, daya kompetitif India sangat luar biasa. Itulah yang membuat banyak orang India rata-rata lebih berjaya di kancah internasional.

Tingkat pengguna internet dan smartphone di India mencapai enam kali lebih banyak daripada di Indonesia. Meskipun ukuran wilayah India terhitung dua kali lebih besar daripada Indonesia, itu menunjukkan teknologi tersebar lebih merata di sana.

Tidak hanya itu, masyarakat India dikenal secara internasional sangat adaptatif sehingga mereka secara rata-rata lebih mudah belajar hal baru. Tingkat melek huruf di India juga sangat tinggi, 90% lebih. Seperempat rakyat India gemar membaca buku. Itu yang membuat mereka dinilai lebih bisa bersaing di kancah internasional dan mampu unjuk gigi ke seluruh dunia.

Negeri berpenduduk lebih dari 1,43 miliar itu sadar betul bahwa salah satu faktor yang memengaruhi kesuksesan pendidikan suatu negara ialah perhatian pemerintah untuk mengalokasikan anggaran yang apresiatif terhadap pengembangan dunia pendidikan. Semakin besar anggaran yang dikeluarkan untuk investasi dalam bidang pendidikan dengan pengelolaan dana secara efektif dan fungsional, peluang negara tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikannya dan kualitas hidupnya juga semakin besar.

Oleh karena itu, dari tahun ke tahun, anggaran pendidikan India selalu ditingkatkan. Sekitar 12 tahun lalu, anggaran pendidikan India sudah menyentuh 21,7% dari anggaran belanja negara itu. Kini, persentase itu sudah naik mendekati 30%. Bila dipersentasekan dari PDB, anggaran pendidikan India sudah lebih dari 4% PDB. Angka itu tentu lebih tinggi daripada anggaran pendidikan Indonesia yang baru 3,14% PDB.

Sejak pertengahan 1980-an, pemerintah India sudah mulai meningkatkan anggaran pendidikan mereka dengan jumlah yang signifikan. Era itu bertepatan dengan awal kebijakan liberalisasi sistem ekonomi India. Memasuki abad ke-21, peningkatan anggaran pendidikan India dilakukan secara besar-besaran.

Selain itu, peningkatan anggaran secara besar-besaran tersebut dibarengi dengan memprioritaskan hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kualitas yang bersifat substantif, bukan sekadar dalam bentuk pengeluaran-pengeluaran yang kurang produktif, seperti jorjoran fisik kampus. Dengan demikian, anggaran pendidikan yang semakin tinggi membuat kualitas pendidikan India semakin membaik.

Di kita, masih banyak yang mengurut dada. Benar bahwa anggaran pendidikan kita juga meningkat dalam sembilan tahun terakhir. Namun, selain peningkatannya yang belum signifikan, penggunaannya juga masih belum efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara memuaskan.

Yang kini terjadi justru ada pejabat yang mencoba mengutak-atik anggaran pendidikan bernama bantuan operasional sekolah (BOS) untuk ikut mendanai program makan siang gratis. Dana BOS yang masih minim (tidak sampai Rp60 triliun per tahun) mau dipangkas untuk program yang amat jauh dari upaya meningkatkan mutu pendidikan anak-anak bangsa.

Lagi-lagi, cara berpikir para pemimpin kita memang agak laen bila dibandingkan dengan pemimpin India. Saya jadi teringat pernyataan pakar aeronautika yang menjadi Presiden India periode 2002 hingga 2007 Abdul Kalam. Kata Abdul, "Berpikir adalah kemajuan. Tidak berpikir merupakan stagnasi bagi individu, organisasi, dan negara. Berpikir mengarahkan ke tindakan. Pengetahuan tanpa tindakan tidak ada gunanya dan tidak relevan. Pengetahuan dengan tindakan mengubah kesengsaraan menjadi kesejahteraan."



Berita Lainnya
  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.