Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
APAKAH salah bila sebuah negara mengandalkan perekonomian mereka dari sektor ekstraktif? Tentu saja tidak salah. Namun, siap-siaplah menjadi bangsa bangkrut di kemudian hari bila melulu mengandalkan ekonomi ekstraktif.
Contohnya Nauru. Negara terkecil di dunia itu bernasib malang, jadi negara sangat miskin, setelah sempat mencecap sebagai salah satu negara terkaya di dunia. Sebelum 2000-an, Nauru jadi lumbungnya fosfat. Saat itu, permintaan fosfat sedang tinggi-tingginya.
Pada era 1980-an, negara bekas koloni Inggris itu menjadi salah satu negara terkaya di dunia dan salah satu negara dengan pendapatan per kapita tinggi di dunia. Semua predikat itu diperoleh dari banyak faktor, terutama ekonomi ekstraktif mereka karena memiliki lumbung fosfat. Setelah bebas dari penjajahan Inggris pada 1968, tambang fosfat mencuat di Nauru.
Puncaknya terjadi pada 1980, ketika produksi fosfat semakin menggila.
Fosfat yang ada di Nauru dinilai bermutu tinggi. Hal itu disebabkan fosfat tersebut terbentuk dari endapan kotoran burung yang telah ada selama berabad-abad di tempat itu.
Malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mengutip The Guardian, Nauru yang dulunya negara kaya kini justru jatuh miskin karena menjadi korban kolonialisme yang rakus, salah urus, dan ketamakan.
Lantaran eksploitasi tambang yang menggila, 1990-an cadangan fosfat di Nauru semakin menipis. Puncaknya, 2006 penambangan fosfat di Nauru resmi ditutup. Padahal, tambang fosfat menjadi salah satu sumber perekonomian utama negara Nauru. Ketika aksi penambangan fosfat melemah, perekonomian Nauru juga ikut terseret. Alhasil, bertahun-tahun negeri itu hidup dalam kemiskinan karena kehabisan uang.
Bank sentral bangkrut. Realestat di luar negeri disita. Pesawat disita dari landasan pacu bandara. The Guardian melukiskan krisis keuangan yang terjadi membuat Nauru mengeksploitasi kedaulatan mereka. Pada 1990-an, Nauru menjelma menjadi surga pencucian uang. Nauru menjual izin perbankan dan paspor termasuk paspor diplomatik.
Nauru kiranya menjadi pembelajaran nyata bahwa ekonomi ekstraktif yang mengandalkan sumber daya alam pasti rapuh di kemudian hari. Namun, nyatanya, kendati banyak yang mengetahui bahwa ekonomi ekstraktif meninabobokan, toh hingga kini perekonomian Indonesia juga masih sangat bergantung pada konsumsi sektor ekstraktif itu. Padahal, aktivitas itu, bila dilakukan secara masif, sangat merusak lingkungan.
Jenis pembangunan ekonomi dengan jalan mengeruk sumber daya alam, seperti tambang, lahan, kayu, dan laut itu memang cepat menghasilkan, tapi pasti melenakan dalam jangka panjang. Sejak era sebelum kemerdekaan, Indonesia masih bergantung pada sektor ekstraktif.
Saat ini, 78 tahun setelah merdeka, ekonomi ekstraktif jadi andalan. Eksploitasi mineral, nikel, dan bauksit masih amat masif dilakukan. Di sisi lain, ekonomi hijau yang lebih menghasilkan, ekonomi berbasiskan teknologi dan riset yang kuat menopang negeri untuk jangka panjang, masih minim perhatian.
Begitu terjadi booming harga komoditas pada sektor ekstraktif, yang kaya semakin kaya karena mereka punya tambang. Namun, sebaliknya, mereka yang rentan menjadi miskin, yang miskin menjadi sangat miskin. Ekonomi ekstraktif pun jadi biang ketimpangan. Banyak ahli sudah mengingatkan bahwa jika kita hanya bertumpu pada ekonomi ekstraktif, dampak terhadap daya ungkit pertumbuhan ekonominya sangat minim dan berjangka pendek.
Center of Economic and Law Studies juga sudah mewanti-wanti agar Indonesia segera meninggalkan ekonomi ekstraktif yang menjadi biang ketimpangan itu. Uang dari daerah-daerah penghasil tambang mengalir ke Jakarta. Akibatnya, 70% peredaran uang terpusat di Jakarta, sedangkan masyarakat lokal penghasil tambang seperti di Maluku Utara tetap miskin. Semakin banyak pabrik di wilayah itu, semakin tinggi pula tingkat kemiskinan di daerah itu.
Berbeda bila negeri ini bertumpu pada ekonomi hijau. Ekonomi yang ramah terhadap lingkungan. Untuk jangka panjang, ekonomi hijau justru menjanjikan pendapatan berlipat, dengan lingkungan yang tetap terjaga kelestariannya.
Transisi dari ekonomi ekstraktif ke ekonomi hijau tidak hanya menguntungkan negara dan pengusaha, tapi pendapatan masyarakat juga berpotensi meroket hingga dua kali lipat.
Negeri ini harus move on dari cengkeraman ekonomi ekstrak yang bisa membunuh menuju ke perekonomian yang lebih berkelanjutan, berdaya tahan, bahkan membangkitkan.
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved