Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Daya Magis Kesetiaan Hachiko

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
04/12/2023 05:00
Daya Magis Kesetiaan Hachiko
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

TOKYO, Jepang, tidak hanya berbicara soal peradaban supermodern. Kisah kesetiaan paling hebat sepanjang sejarah tersimpan apik dalam tugu anjing Hachiko di halaman Stasiun Shibuya.

Berbondong-bondong orang dari seluruh penjuru dunia mampir di tugu Hachiko. Mereka rela antre untuk menunggu giliran berfoto sambil memegang patung Hachiko.

Daya magis Hachiko ada pada kesetiaannya. Harus jujur diakui bahwa kesetiaan mulai luntur dari diri manusia modern terutama para politikus. Mencari kesetiaan itu ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Orang yang setia adalah orang yang menjaga kenangan dan masa kini bersama-sama.

Politisi mengikat kesetiaan kepada kepentingan pragmatis. Mereka menjauhi makna leksikon kesetiaan yang berarti keteguhan hati; ketaatan (dalam persahabatan, perhambaan, dan sebagainya).

Hachiko ialah anjing jantan jenis akita inu. Ia lahir di Kota Odate pada 10 November 1923. Hachiko bertransformasi menjadi anjing yang setia kepada tuannya ketika Profesor Ueno membawa dan memeliharanya di Tokyo.

Kesetiaan diperlihatkan Hachiko yang setiap hari mengantar dan menjemput di Stasiun Shibuya, menunggu Profesor Ueno pulang mengajar di Universitas Kekaisaran Tokyo. Saat sang profesor meninggal dunia pada 1925, Hachiko masih terus menantinya di Stasiun Shibuya setiap hari hingga 10 tahun kemudian.

Terkait kesetiaan, tidaklah berlebihan jika aktris Gilda Radner berpikir bahwa anjing adalah makhluk yang paling menakjubkan; mereka memberikan cinta tanpa syarat. “Bagi saya, mereka (anjing) adalah panutan untuk hidup.”

Sejatinya kesetiaan menjadi penting dalam sebuah negara. Postulat bernegara yang kerap dirujuk ialah kesetiaan kepada partai politik berakhir begitu pengabdian kepada negara dimulai. Praktik yang dilakukan di negeri ini ialah kesetiaan kepada partai berakhir menjelang pemilihan presiden.

Keberadaan partai politik menjadi syarat utama demokrasi. Tidak ada demokrasi tanpa partai politik. Kiranya pembangunan partai politik mengarah pada penguatan sistem dan kelembagaan.

Fakta kasatmata saat ini ialah kesetiaan kepada partai sangat longgar karena tidak ada kawan dan lawan yang abadi. Hanya kepentingan yang abadi. Jangan heran, begitu mudah orang meninggalkan partai yang telah membesarkan karier politiknya untuk mencari peluang yang baru.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik menyebutkan partai politik melakukan rekrutmen terhadap warga negara Indonesia untuk menjadi, antara lain, bakal calon anggota DPR RI dan DPRD; bakal calon presiden dan wakil presiden; dan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Rekrutmen jabatan publik itu mestinya dilakukan secara demokratis dan terbuka. Pangkal masalah para kader menempuh jalan pisah karena proses rekrutmen amat elitis. Tidak mengherankan jika kader partai melepas status petugas partai untuk bergabung dengan capres dari partai lainnya.

Proses pemilihan presiden dan wakil presiden kali ini terang benderang memperlihatkan watak ketidaksetiaan kepada partai politik. Kader partai yang pernah menduduki jabatan publik serta-merta berpaling dukungan kepada kader partai lain.

Tidak sedikit pula kader partai lompat pagar untuk bisa dicalonkan partai lain menjadi calon anggota legislatif. Politisi kutu loncat menjadi fenomena lima tahunan seturut agenda pemilu.

Ketidaksetiaan lainnya dalam bentuk pengingkaran sumpah jabatan. Ada pejabat cawe-cawe dalam pemilu padahal mestinya ia setia pada sumpahnya untuk menjalankan undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya.

Pejabat yang melakukan tindak pidana korupsi juga sebagai bentuk ketidaksetiaan kepada sumpahnya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam tugasnya, tidak sekali-kali akan menerima langsung atau tidak langsung dari siapa pun juga suatu janji atau pemberian.

Politik pragmatis telah menguapkan kesetiaan kader kepada partai kendati pengabdian kepada negara belum dimulai. Manuel Luis Quezón, mantan Presiden Persemakmuran Filipina (1878), pernah menyatakan, “My loyality to party end when my loyality to country begins,” yang artinya ‘kesetiaan saya kepada partai berakhir ketika kesetiaan kepada negara dimulai’.

Kesetiaan menjadi daya magis Hachiko yang jarang ditemukan contohnya di kalangan pejabat publik. Tepatlah kata novelis Mark Twain, “Semakin banyak saya belajar tentang orang, semakin saya menyukai anjing saya.”



Berita Lainnya
  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik