Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHAPAN Pilpres 2024 kian bergerak maju dengan telah ditetapkannya nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden. Seperti jamak terjadi di pilpres-pilpres terdahulu, nomor itu pun di-othak-athik gatuk, dikait-kaitkan, sesuai selera masing-masing.
Undian nomor buat pasangan capres-cawapres dilakukan di Gedung Komisi Pemilihan Umum RI, Selasa (14/11). Hasilnya, Anies Baswesdan-Muhaimin Iskandar menyabet nomor 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD kebagian nomor 3. Nomor-nomor itulah yang akan mereka gunakan dan tertera di kertas suara nantinya.
Dalam pilpres, nomor hanyalah penanda. Namun, bagi yang empunya, nomor adalah simbol. Ia menyimpan makna. Tentu, simbol dan maknanya tergantung mereka. Suka-suka mereka. Anies, misalnya, memaknai nomor 1 sebagai referensi bagi nomor 2 dan 3 yang ditunjukkan ketika setiap pasangan memberikan pidato selepas undian.
Nomor 1, menurut kubu Amin, sekaligus memantapkan jejak mereka sebagai pasangan yang selalu pertama. Pertama dideklarasikan, pertama pula mendaftar ke KPU. “Semoga ini adalah isyaroh Amin menang dalam satu putaran,” begitu mereka bilang.
Bagi Prabowo-Gibran, nomor 2 juga bukan tanpa makna. Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Maju Rosan Roeslani menyebut angka 2 punya arti tersendiri. Angka 2 katanya dapat disimbolkan dengan dua jari (V) yang bermakna kemenangan dan perdamaian.
Kubu Ganjar-Mahfud tak mau ketinggalan. Kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, angka 3 adalah Trisula Weda, yang artinya lambang lurus, benar, dan jujur. Nomor 3 juga sesuai dengan sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. Dengan nomor 3, Ganjar-Mahfud akan menyatukan semuanya dalam proses politik yang menggembirakan.
Benarkah makna-makna itu? Di khazanah pengetahuan, ada numerologi atau ilmu tentang angka dengan menggunakan matematika sederhana. Ilmu ini antara lain bisa memberi informasi jalan hidup tiap individu. Semua angka disebut membawa vibrasi tertentu yang berpengaruh.
Life path number. Kata ilmu itu, angka kehidupan kita bisa membantu untuk lebih mengenal kekuatan dan kelemahan kita. Seperti dilansir Power of Positivity, angka bisa dijadikan patokan untuk membuat pilihan dalam kehidupan.
Menurut numerologi, angka 1 simbol kekuatan. Orang dengan numerologi 1 selalu berada di garis depan, sering menjadi inspirator, serta mengarahkan dan memimpin orang lain. Dalam numerologi Tiongkok, 1 juga sering dikaitkan dengan prinsip Yang, yang melambangkan kejantanan, kekuatan, dan langit.
Makna angka 2 tak kalah apik. Ia melambangkan sensitivitas dan harmoni. Nomor 2 juga berarti kemitraan, keseimbangan, dan pengertian. Orang dengan nomor ini berkepribadian sabar, mengasuh, menenangkan. Makna itu selaras dengan numerologi Tiongkok.
Bagaimana dengan angka 3? Sama bagusnya. Ia punya arti penting bagi kreativitas, semangat, dan kemandirian. Nomor 3 adalah simbol optimisme dan inspirasi. Dalam budaya Tionghoa, 3 dianggap sebagai angka keberuntungan.
Pertanyaannya, dengan beragam simbol dan makna yang apik-apik itu, yang bagus-bagus itu, apakah nomor akan menentukan peluang di pilpres? Kiranya tidak. Sejarah membuktikan, fakta mencatat, nomor urut paslon tak berkorelasi dengan kalah-menang.
Pada Pilres 2004, SBY-JK yang bernomor urut 4 memenangi kontestasi dalam dua putaran. Di Piplres 2009, SBY yang kali ini berpasangan dengan Boediono kembali berjaya meski menyandang angka 2. Lima tahun berlalu, giliran Jokowi-JK yang bernomor 2 menjadi juara bersaing dengan Prabowo-Hatta. Saat berbalik menjadi nomor 1 di perhelatan 2019, Jokowi yang bertandem dengan Ma'ruf Amin tetap saja menang.
Di Pilpres 2024 kiranya sama saja. Rakyat pun tak semestinya mendewakan angka, tak menjadikan nomor urut sebagai pijakan dalam menentukan pilihan. Pilihlah mereka yang benar-benar pantas menakhodai kapal besar berlambung Indonesia.
Coblos gambar mereka berdasarkan pertimbangan rekam jejak, bukan karena perasaan. Berikan suara kepada mereka yang memang betul-betul, bukan seolah-olah, prorakyat. Karena pilpres katanya pesta demokrasi, pilih mereka yang menyehatkan, bukan yang membuat sakit demokrasi. Bukan yang culas, yang senang berbuat curang, yang hobi menyelewengkan kekuasaan, bukan pula yang gemar melanggar.
Kata para bijak, pemimpin hebat lahir dari pemilih yang cakap. Kalau pujangga Inggris William Shakespeare pernah berujar apalah arti sebuah nama, di pilpres bolehlah kita bilang apalah arti sebuah angka.
Pasangan terpilih nanti sewajibnya mereka yang memang terbaik. Baik tak cuma ketika mengiba suara rakyat, tapi juga baik setelah memenangi hati rakyat. Bukan yang berwatak habis manis sepah di-lepeh. Bukankah begitu, gaes?
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved