Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Jogetan Harga Pangan 

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
30/9/2023 05:00
Jogetan Harga Pangan 
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

AKHIR pekan lalu, Menteri Perdagangan yang juga Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menggelar senam bersama di sebuah lapangan di Jambi. Dengan ditemani sejumlah pesohor yang sekaligus pengurus partai, Zulhas terlihat gembira sembari berjoget di panggung. Momen kegembiraan itu ia unggah di media sosial miliknya, beberapa saat setelah acara.

Saya tergelitik membaca komentar netizen yang ada di kolom di bawah video singkat yang diunggah itu. Lebih dari 240 akun menuliskan komentar mereka. Lebih dari separuh dari komentar itu isinya julit. Tentu ada juga yang memberikan semangat dan pujian.

Komentar bernada julit itu, misalnya, permintaan agar jogetan Pak Mendag tidak usah diunggah di TikTok karena media sosial itu tidak boleh lagi untuk transaksi dagang. Tulisan itu menyindir Zulhas yang baru saja meneken beleid larangan TikTok Shop sebagai lapak dagang.

Namun, umumnya netizen berkomentar tentang kontras antara kegembiraan Mendag dan kegetiran sebagian rakyat karena kian
membubungnya harga-harga pangan. Ada, misalnya, yang menuliskan, ‘Ingat harga beras terus melambung, Pak’. Ada juga yang menulis, ‘Katanya bantu rakyat? Nih, harga pangan terus melambung. Kan itu tugas Mendag untuk menstabilkan harga-harga’.

Menjadi pejabat memang mesti tahan banting, termasuk tahan dikritik. Apalagi, menjadi Menteri Perdagangan jelas bukan jabatan yang sepi dari kritik. Maklum, Kemendaglah yang punya tanggung jawab besar menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok. Pak Menteri boleh saja rileks sejenak dengan berjoget di hari libur. Toh, menteri juga manusia.

Namun, publik tidak mau tahu. Bagi mereka, sepanjang harga kebutuhan tidak kunjung stabil, mestinya pantang bagi pejabat untuk menunjukkan kerileksan di depan publik. Sebab, kebutuhan pokok, terutama pangan, tidak mengenal hari libur. Urusan melambungnya harga pangan pantang untuk dibikin rileks.

Melansir Panel Harga Pangan Nasional Badan Pangan Nasional, dalam dua bulan terakhir, harga pangan masih terus terkerek. Akhir Agustus lalu, harga pangan seperti beras, telur, daging ayam, cabai keriting, kedelai impor, jagung, naik dalam rentang 2% hingga 6%. Hanya harga daging sapi murni yang turun, itu pun turun amat tipis: 0,01%.

Pekan ini, atau sebulan setelah kenaikan harga bulan lalu, harga-harga kebutuhan pangan bukannya turun, tapi tetap naik. Rentang kenaikannya sama, dari 2% hingga 6%. Bahkan, harga daging sapi yang sebulan lalu turun amat tipis, di akhir September ini ikut-ikutan naik sekitar 2%. Fakta seperti itulah yang membuat sebagian rakyat menganggap tidak etis ada pejabat penanggung jawab stabilisasi harga berjoget-joget di tengah situasi kebatinan rakyat yang risau oleh naiknya harga pangan.

Sikap seperti itu kiranya wajar. Sebab, data Badan Pusat Statistik (BPS), Maret 2023, menunjukkan bahwa lebih dari separuh pengeluaran masyarakat (50,32%) dari rata-rata total pengeluaran sebesar Rp1,39 juta dibelanjakan untuk pangan. Kenaikan harga pangan otomatis bakal membuat goyah struktur belanja rumah tangga.

Itu baru rata-rata struktur belanja nasional. Bila diteropong lebih dekat lagi, situasi memprihatinkan dialami masyarakat berpenghasilan rendah. Pengeluaran makanan per kapita orang-orang dari golongan pengeluaran per kapita terendah mencapai 85% dari total pengeluaran mereka. Adapun pada golongan pengeluaran per kapita tertinggi, mereka hanya membelanjakan 38% dari total pengeluaran bulanan untuk makanan.

Survei Indeks Ketahanan Pangan Global (Economist Intelligence Unit) mengindikasikan bahwa permasalahan ketahanan pangan yang dihadapi Indonesia tidak melulu berasal dari faktor ketersediaan pangan, tetapi lebih besar bersumber dari ancaman kenaikan harga pangan, kualitas pangan yang rendah, serta investasi penelitian dan pengembangan sektor pertanian yang rendah.

Harga pangan yang terus bergejolak dan cenderung naik juga berdampak pada perkembangan tingkat kemiskinan nasional. Dengan proporsi pengeluaran makanan yang besar terhadap total pengeluaran rumah tangga, gejolak harga pangan menjadi hal yang sangat memberatkan, terutama bagi mereka yang berasal dari rumah tangga miskin dan hampir miskin.

Dalam tinjauan kebijakan pembangunan yang dilaporkan oleh World Bank dikatakan bahwa dengan proporsi yang besar terhadap pengeluaran rumah tangga miskin, sedikit saja kenaikan harga pangan bisa membawa dampak signifikan terhadap kesejahteraan individu pada rumah tangga tersebut. Di antara berbagai bahan pangan, beras ialah yang paling besar pengaruhnya terhadap tingkat kesejahteraan rumah tangga miskin, mengingat konsumsinya mencapai hampir seperempat jumlah konsumsi rumah tangga miskin. Padahal, harga beras juga masih terus terkerek naik.

Penelitian yang pernah dilakukan The SMERU Research Institute selama empat tahun menunjukkan perubahan harga pangan bukan saja memengaruhi gizi dan pola makan masyarakat. Karena strategi bertahan hidup yang harus dijalankan, gejolak harga pangan juga mengubah pola kerja dan peran anggota keluarga. Beberapa anggota keluarga harus bekerja dengan jam kerja lebih panjang dan kadang harus melakukan lebih dari satu pekerjaan.

Perubahan peran ini berdampak pada kualitas pengasuhan dan perawatan anggota keluarga, yang pada akhirnya juga memengaruhi asupan gizi dan pola hidup sehat keluarga. Jadi, bila hendak rileks dan berjoget, Pak Mendag, sebaiknya pastikan dulu bahwa harga-harga kebutuhan pokok sudah mulai turun. Atau, bila sudah gatal ingin turun gelanggang joget, lakukan saja di rumah dan tidak usah diunggah.



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.