Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Jurus Lato-Lato Pemilu 2024

Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group
24/1/2023 05:00
Jurus Lato-Lato Pemilu 2024
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

DEMAM permainan lato-lato melanda Tanah Air dalam beberapa bulan terakhir. Dari kota hingga pelosok desa, anak-anak, remaja, hingga dewasa menyukai permainan ini. Dua buah bola digantung menggunakan tali yang dijepitkan di tangan. Tangan digerakkan naik-turun, dua buah bola dari bahan plastik polimer dibentur-benturkan sehingga menimbulkan bunyi tek-tok-tek-tok.

Pemain lato-lato baru dianggap piawai apabila benturan antarbola tak hanya terjadi di bawah, tapi mampu bergerak ke atas pula. Di sini berlaku teori keseimbangan. Jika pemain tak mampu menciptakan keseimbangan, benturan bola akan berantakan.

Saking masifnya permainan lato-lato, kini di kampung-kampung bunyi ayam berkokok pun sudah diganti bunyi lato-lato yang dimainkan setelah anak-anak bangun pagi. Di satu sisi, mainan lato-lato sudah bisa membuat anak-anak lepas dari gawai, tapi di sisi lain membuat lingkungan berisik. Apalagi di wilayah padat penduduk, maka dijamin warganya tak bisa tidur karena terganggu bunyi lato-lato.

Lato-lato pun kini menjadi common enemy (musuh bersama) sejumlah dinas pendidikan kabupaten/kota di Indonesia yang melarang anak-anak membawa mainan itu ke sekolah. Pihak sekolah merazia anak-anak untuk menyita mainan yang harganya berkisar Rp5.000-Rp15.000 itu. Alasannya, lato-lato mengganggu konsentrasi para siswa belajar.

Belum jelas dari mana asal-usul lato-lato. Ada yang bilang permainan tradisional Indonesia sejak baheula. Tapi ada pula yang mengatakan permainan tersebut impor dari luar negeri, seperti Amerika Serikat dan Eropa. Di Amerika Serikat, lato-lato sering disebut sebagai Newton’s yo yo ataupun clackers ball, sedangkan masyarakat di Eropa sering menyebutnya sebagai click-clacks, knockers, clackers, clankers, atau ker-bangers.

Dikaitkan dengan masa menjelang Pemilu 2024 di Tanah Air, di saat tensi politik semakin membubung, sejumlah politisi memainkan ‘jurus latto-latto’. Tujuan jurus lato-lato berbeda-beda. Ada yang bertujuan menggaet koalisi untuk pencalonan presiden/wakil presiden 2024, memecah koalisi, atau membentuk koalisi baru.

Jurus lato-lato pun dilakukan oleh seorang politikus senior dengan menunjukkan kehebatannya dalam forum ulang tahun partai politik. Dalam forum itu, dia menegaskan bahwa dialah king maker. Jangan coba-coba nyelonong sendiri, apalagi membajak kadernya.

Dia pun menyampaikan bahwa dirinyalah yang merekomendasikan tokoh-tokoh yang hadir untuk menjadi ‘orang’ di negeri ini. "Kalau bukan saya, kamu bukan siapa-siapa," kira-kira demikian simpelnya. Tepuk tangan pun bergemuruh dalam perhelatan selama hampir 4 jam tersebut. Sang politikus perempuan itu pun semringah.

Di sisi lain, jurus lato-lato juga diperagakan oleh politikus yang berlatar belakang bekas narapidana kasus korupsi. Mereka ingin eksis di dunia politik. Bahkan, sang politikus yang pernah terjerat kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama itu pun mendapat tempat terhormat sebagai ketua majelis pertimbangan partai. Jabatan keren dan terhormat sebagai duta antikorupsi disematkan pula kepadanya di partai yang bernuansa religius tersebut. Ajib!

Politisi atau mantan kepala daerah yang menggarong uang negara pun tergiur jurus lato-lato. Selepas dari hotel prodeo, mereka mencari political position sebagai bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk Pemilu 2024. Pasalnya, menjadi senator sangat mudah karena tak ada persyaratan jeda lima tahun selepas keluar dari penjara seperti halnya calon anggota DPR RI atau DPRD.

Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menemukan pendaftar yang merupakan mantan narapidana kasus korupsi serta anggota DPRD provinsi yang masih menjabat mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD RI di Provinsi Riau, Bengkulu, NTB, dan Maluku Utara.

Masih dengan gaya permainan latto-latto, sejumlah politisi atau tokoh juga sibuk mencari atau dipinang partai politik untuk mendulang suara. Permainan bunyi seperti lato-lato dalam politik mampu menciptakan public awareness.

Jika konsisten bunyinya alias yang disuarakannya, distingtif, juga memiliki novelty dan magnitude, mereka akan meraih simpati publik dan akan terbentuk public loyalty. Terlebih di era disrupsi digital, para pemainnya mampu merekonstruksi realitas semu yang membius publik. Era ini terkadang tak bisa dibedakan antara voice dan noise.

Dalam konteks politik, jurus lato-lato mampu membangkitkan politisi yang sudah menjadi ‘kartu mati’. Tak mengherankan jika Winston Churchill (1874-1965), PM Britania Raya pada Perang Dunia II, mengatakan, "In war, you can only be killed once, but in politics, many times." Artinya, dalam perang, serdadu bisa mati sekali, tetapi dalam politik, politisi bisa terbunuh berkali-kali. Maksudnya, selama banyak jurus, politicians never dies. Jurusnya, ya, latto-latto itu untuk mencari keseimbangan baru (new equilibrium), bandul baru dalam jagat politik. Tek-tok-tek-tok.... Tabik!



Berita Lainnya
  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."