Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Komodo Gemuk Rakyat Stunting

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
18/7/2022 05:00
Komodo Gemuk Rakyat Stunting
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

DISKUSI bersama teman di kedai kopi menjadi serius. Kami mendiskusikan penaikan tarif untuk berkunjung wisatawan ke Candi Borobudur dan Pulau Komodo. Teman itu bertanya mengapa binatang komodo yang dipajang di Pulau Komodo itu tampak gemuk, sementara masih banyak anak yang stunting di Labuan Bajo?

Borobudur dan Komodo sudah ditetapkan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia dan warisan alam dunia. Keduanya juga masuk dalam destinasi pariwisata superprioritas pemerintah.

Semula pemerintah menetapkan tarif naik ke Candi Borobudur Rp750.000 bagi wisatawan domestik dan US$100 untuk wisatawan mancanegara. Kuota pengunjung dibatasi 1.200 orang per hari.

Ketetapan penaikan tarif itu dibatalkan Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, tarif masuk Candi Borobudur masih seperti yang berlaku saat ini, yakni Rp50 ribu bagi wisatawan lokal dan US$25 untuk turis mancanegara. Adapun tarif bagi pelajar SMA ke bawah Rp5.000.

Mestinya, kata teman saya, rencana penaikan tarif masuk Pulau Komodo juga dibatalkan. Pemerintah berencana membatasi jumlah wisatawan sekitar 200.000 orang per tahun.

Taman Nasional Komodo akan segera menerapkan pembatasan jumlah pengunjung ini dengan sistem manajemen kunjungan yang terintegrasi berbasis reservasi online. Sistem itu akan mulai diberlakukan per 1 Agustus 2022.

Kompensasi biaya konservasi sebesar Rp3.750.000 per orang per tahun juga akan diberlakukan secara kolektif tersistem, sebesar Rp15.000.000 per 4 orang per tahun. Pembatasan pengunjung dan penarikan biaya kompensasi ini merupakan bagian dari program penguatan fungsi Taman Nasional Komodo.

Apa pun argumentasinya, apakah sama seperti Borobudur bahwa penaikan tarif sudah melalui kajian para ahli, ujung-ujungnya berhadapan dengan aspirasi masyarakat. Pada titik inilah Presiden Jokowi dipastikan akan memperhatikan aspirasi rakyat.

Kalau kajian ahli saja yang diutamakan tanpa memperhatikan aspirasi rakyat, kenapa negara ini tidak sekalian diserahkan kepada para ahli untuk dikelola? Tujuan berbangsa dan bernegara ialah menyejahterakan rakyat, yang hakikatnya merupakan pemegang kedaulatan di negeri ini.

Pengelolaan pariwisata, kata teman itu, harus dikembalikan fungsinya untuk kesejahteraan rakyat. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan mengatakan bahwa kepariwisataan berfungsi memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan intelektual setiap wisatawan dengan rekreasi dan perjalanan serta meningkatkan pendapatan negara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Pariwisata yang tidak menyejahterakan rakyat bisa dibaca dalam lampiran Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2021 tentang RPJM Manggarai Barat 2021-2026. Sampailah pada kesimpulan bahwa pembangunan pariwisata di Labuan Bajo tidak menyejahterakan penduduk setempat. Para pendatang bisa saja diungtungkan.

Kasus stunting masih menjadi persoalan serius di Manggarai Barat (Mabar). Disebut serius karena angka stunting-nya di atas 30%. Ironisnya lagi, jumlah kasus stunting terbanyak terjadi di Kecamatan Komodo. Di kecamatan itulah letaknya pembangunan pariwisata superprioritas.

Laporan Kunjungan Spesifik Komisi IX DPR RI ke Kabupaten Manggarai Barat pada 2020 menyebutkan bahwa data Riskesdas 2013 menunjukkan angka prevalensi stunting di Mabar sebesar 49,3, jauh di atas rata-rata nasional. Saat ini, total anak stunting di Mabar berjumlah 3.356 anak, yang menyebar di 12 kecamatan.

Begitu juga masalah kemiskinan. Data BPS Mabar menyebutkan penduduk miskin berkembang fluktuatif dari 2017 hingga 2020, walaupun secara persentase terus menurun. BPS mencatat ada sebanyak 49.400 jiwa (17,71% dari total penduduk) pada 2020 masuk kategori penduduk miskin.

Walapun lebih baik daripada angka provinsi, persentase penduduk miskin di Mabar masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan nasional. Kabupaten Manggarai Barat berada di posisi ke-8 dari 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT dan ke-435 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Begitu juga dengan IPM Mabar, naik sebesar 2,24 poin pada 2017 hingga 2020. Meskipun demikian, Mabar masih memiliki angka IPM di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Kabupaten Manggarai Barat berada di urutan ke-12 dari 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT dan urutan ke-469 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Kontribusi pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi masih rendah. Hal itu tecermin dari kontribusi subsektor penyedia akomodasi dan makan minum hanya 0,7% di 2018 atau sebesar Rp24,6 miliar dan 0,8% di 2019 atau sebesar Rp27,7 miliar. Selain itu, pada tahun yang sama, sektor pariwisata hanya mampu menyerap 4,7% dari angkatan kerja di Manggarai Barat.

Kata teman itu, kalau pembangunan pariwisata Labuan Bajo hanya fokus pada komodo, rakyat setempat tetaplah miskin. Jangan heran bila komodo gemuk, malah rakyat stunting. Sudah saatnya pariwisata Labuan Bajo dikelola sepenuhnya oleh pemerintah kabupaten.



Berita Lainnya
  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.