Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Langit Mendung di Jombang

Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group
08/7/2022 05:00
Langit Mendung di Jombang
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

MENDENGAR nama Jombang, salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, kita akan diingatkan dengan dengan kesantrian dan nama-nama besar nan karismatik yang lahir di daerah ini.

Banyaknya pondok pesantren di Jombang membuat daerah ini mendapat julukan ‘Kota Santri’. Berdasarkan data Kementerian Agama Jombang pada 2020, jumlah ponpes yang terdaftar di Kemenag sebanyak 124 ponpes. Jumlah yang belum terdaftar tentu masih banyak lagi karena sebagian berpandangan ponpes tidak perlu didaftarkan di Kemenag karena otoritasnya ada pada kiai atau pengasuh ponpes. Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren memang tidak mewajibkan pengasuh ponpes untuk mendaftarkan lembaganya ke Kemenag.

Jombang juga mengingatkan kita pada sejumlah ulama karismatik dan tokoh-tokoh nasional yang berpengaruh di Tanah Air, seperti pendiri Nahdlatul Ulama dan Pondok Pesantren Tebuireng, KH M Hasyim Asy'ari (1871-1947).

Mbah Hasyim juga dikenal sebagai tokoh yang berada di garis depan dalam melakukan perlawanan terhadap Agresi Militer II Belanda. Maklumat bernama Resolusi Jihad yang dibuat Hadratus-Syekh KH M Hasyim Asy'ari mampu mengobarkan perlawanan hingga meletus peristiwa heroik 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Selain Mbah Hasyim, ada pula KH Wahid Hasyim (1914-1953), anggota BPUPKI termuda, salah satu penandatangan Piagam Jakarta, penasihat Panglima Sudirman, Ketua PBNU, dan mantan Menteri Agama RI. Ada pula KH A Wahab Chasbullah (1888-1971), pendiri NU yang berpandangan modern dan melahirkan surat kabar bernama Soeara Nahdlatul Oelama atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama.

Tokoh lainnya ialah KH Abdurrahman Wahid (1940-2009). Mantan Ketua Umum PBNU dan Presiden keempat Indonesia ini dikenal sebagai tokoh pluralis, pengayom kelompok minoritas, yang memiliki pemikiran berpengaruh dalam jagat intelektualisme di Tanah Air.

Selain Gus Dur, sapaan akrab Abdurrahman Wahid, tokoh lain yang di Jombang dan memliki pengaruh dalam pemikiran Islam ialah cendekiawan Nurcholish Madjid. Ada pula budayawan yang berjuluk ‘Kiai Mbeling’ Emha Ainun Nadjib. Mengagumkan!

Kini, nama Jombang mengguncang publik. Bukan karena kebaikan-kebaikan baru yang lahir dari lautan keilmuan agama di sana, melainkan dugaan kasus pencabulan terhadap santriwati di Ponpes Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang.

Pelaku pencabulan, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi ialah anak kiai ternama di Kabupaten Jombang. Sejak mendapat panggilan kepolisian untuk pemeriksaan sejak 2020, sang pelaku selalu mangkir hingga ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang).

Sang ayah pelaku yang notabene pengasuh ponpes diduga menghalang-halangi upaya Polres Jombang untuk menangkap pelakunya. Bahkan, Kapolres Jombang AKBP Nurhidayat yang mendatangi ponpes tersebut diceramahi ayah DPO pencabulan agar tak menangkap anaknya sembari bertakbir.

Tak sabar berkompromi lagi, tim gabungan dari Polda Jawa Timur, Polres Jombang, dan Satbrimob, kemarin, mengepung ponpes yang luasnya 5 hektare tersebut untuk menangkap DPO pencabulan. Sejumlah televisi nasional menempatkan berita pengepungan tersebut dalam level sangat penting (Breaking News).

Sikap pengasuh ponpes yang tidak kooperatif tersebut sungguh miris. Pesantren ialah kawah candradimuka pendidikan agama Islam. Pendidikan yang diberikan tak hanya bersifat kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotor. Pesantren yang merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia ini berperan besar dalam membangun peradaban bangsa.

Dalam Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren disebutkan pentingnya penanaman keimanan dan ketakwaan, akhlak mulia, rendah hati, toleran, moderat, keteladanan, dan pemberdayaan masyarakat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ayah DPO pencabulan yang juga pengasuh ponpes seharusnya tidak membangkang dengan perintah aparat kepolisian. Terlebih pelakunya. Keteladanan menaati hukum dalam pesantren memberikan pengaruh yang luas kepada masyarakat. Hubbul wathan minal iman (cinta Tanah Air) sebagaimana nama pesantren, tidak elok jika melawan hukum atau menghalang-halangi proses hukum (obstruction of justice). Pasalnya, menaati hukum ialah bagian dari cinta Tanah Air.

Apalagi upaya praperadilan atas penetapan status tersangka pencabulan telah dua kali kandas di pengadilan di PN Surabaya dan Jombang. Mas Bechi, sudahlah. Tabik!



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.