Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Duet Pemersatu Bangsa

Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group
28/6/2022 05:00
Duet Pemersatu Bangsa
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ISTILAH 'duet pemersatu bangsa' menguar akhir-akhir di tengah-tengah gencarnya silaturahim antarelite partai politik. Duet itu dianggap ideal karena merepresentasikan kelompok agamais dan nasionalis, dua kelompok terbesar penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang menggulirkan wacana 'duet pemersatu bangsa'. Pengusaha media itu beralasan sejatinya antarelemen bangsa tidak saling menghujat, mencibir, bahkan menyerang, sebagaimana Pemilu 2019. Jauh sebelumnya, lebih parah lagi, Pilkada DKI 2017, polarisasi sangat tajam terjadi saat kontestasi Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno sebagai cagub-cawagub DKI yang berhadapan dengan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Pilkada yang sangat melelahkan, menguras energi, emosi, dan pikiran masyarakat. Awan hitam membayangi langit keberagamaan nan indah yang diperjuangkan para founding father sejak Republik ini lahir.

Gagasan Surya Paloh seyogianya diapresiasi. Pasalnya, banyak 'pekerjaan rumah' yang harus dituntaskan sebagai dampak pandemi covid-19. Belum lagi dunia hantaman krisis global akibat perubahan iklim dan perang Rusia-Ukraina. Menurut laporan International Monetary Fund (IMF), sebanyak 60 negara diprediksi akan mengalami kesulitan keuangan dan ekonomi sehingga terancam menjadi negara gagal apabila tidak segera menyelesaikan masalah ekonomi mereka.

Ke-60 negara tersebut mendapat tangguhan utang (debt service suspension initiative/DSSI) atau restrukturisasi utang dari IMF pada tahun ini. Negara-negara itu dinilai memiliki risiko utang yang sangat tinggi. Alhasil, negara-negara tersebut terancam kebangkrutan.

Indonesia tidak termasuk salah satu dari ke-60 negara tersebut. Namun, jika kita tak memiliki sense of crisis, merasa asyik di zona nyaman, bukan mustahil Indonesia pun bakal terjerembap ke lubang yang sama.

Namun, mengelola negara dengan jumlah pendududuk kedua terbesar di dunia dengan bentangan geografis dari Sabang sampai Merauke bukan sekadar perkara representasi figur capres-cawapres dari kelompok agamais dan nasionalis. Syarat kapabilitas dan akseptabilitas seorang capres-cawapres tak bisa ditawar-tawar lagi. Di samping tentu saja aspek elektabilitas tak bisa dikesampingkan karena berada dalam arena kontestasi.

Ibarat nakhoda, pemimpin nasional tak hanya mesti pandai mengemudikan kapal ke tengah samudra. Sang pemimpin juga harus mampu mengatasi badai saat kapal berlayar agar kapal sampai ke pantai harapan. Artinya, elektabilitas yang menjulang karena pencitraan ialah fatamorgana. Waspadalah!

Jika capres-cawapres berasal dari kepala daerah, sangat mudah menilai mereka karena kinerja mereka bisa diukur dalam indeks kepemimpinan kepala daerah (IKKD) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No 38 Tahun 2020.

IKKD ialah satuan ukuran yang ditetapkan berdasarkan seperangkat variabel, dimensi, dan indikator untuk melakukan pengukuran dan penilaian terhadap kepemimpinan kepala daerah. Kinerja pemerintah daerah dilihat dari dua dimensi, yakni capaian kinerja dan penerimaan penghargaan sebagai kepala daerah terbaik dalam Leadership Award.

Bagaimana mengukur capaian kinerja? Indikatornya ialah pertumbuhan ekonomi daerah, indeks pembangunan manusia, indeks rasio Gini, angka kemiskinan, indeks kapasitas fiskal daerah, otonomi fiskal daerah, opini BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah, indeks pelayanan publik, dan indeks demokrasi Indonesia.

Akhirulkalam, duet pemersatu bangsa bukan pepesan kosong meski sudah ada yang kelojotan mendengarnya. Berdasarkan survei Poltracking Indonesia pada 16-22 Mei 2022, kriteria yang didambakan rakyat pada sosok capres-cawapres ialah peduli, jujur pada rakyat, dan berpengalaman. Peduli dan perhatian pada rakyat (16,8%). Jujur, bisa dipercaya, dan bersih dari korupsi (16%). Berpengalaman (12,7%). Vox populi vox dei. Tabik!



Berita Lainnya
  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.