Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Mari Bicara Harapan Hidup

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
18/6/2022 05:00
Mari Bicara Harapan Hidup
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

DALAM perjalanan hidup manusia, umur bukanlah satu bahan percakapan yang menarik. Lebih khusus lagi bagi mereka yang sudah lanjut usia. Bicara umur amat sensitif karena kerap dikaitkaitkan dengan penyakit.

Kata komedian Julius Henry Marx, yang lebih dikenal sebagai Groucho Marx, “Age is not a particularly interesting subject. Anyone can get old. All you have to do is live long enough.” Jadi, mudah sekali sebenarnya untuk bertambah umur. Asal tidak cepat mati.

Namun, kehadiran Mahathir Mohamad di NasDem Tower dan di Rakernas NasDem di Jakarta Convention Center, kemarin, tetap menarik orang-orang, tak terkecuali manula, untuk membicarakan usia. Umur Tun Mahathir sudah 96 tahun, bahkan tiga pekan lagi 97 tahun.

Namun, Perdana Menteri ke-4 dan ke-7 Malaysia itu masih energik. Ia tak menggunakan bantuan tongkat untuk menopang tubuhnya. Mahathir masih kuat berdiri untuk berpidato lumayan lama. Pendengarannya juga sangat baik untuk orang seusianya. Mahathir juga masih sangat jernih dalam berpikir dan berbagi gagasan bernas tentang politik dan kepemimpinan.

Ia representasi negaranya, Malaysia, yang memiliki angka harapan hidup (AHH) yang terus membaik. AHH Malaysia ada di angka di atas 76 tahun. Berdasarkan hasil riset Khazanah Research Institute, rakyat Malaysia kini hidup lebih lama karena taraf kesehatan rakyat Malaysia secara keseluruhan telah meningkat jika dibandingkan dengan beberapa dekade lampau. Mahathir ialah salah satu tokoh kunci yang mengubah taraf hidup negeri jiran itu.

Adapun Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut terdapat tren peningkatan angka harapan hidup penduduk Indonesia. BPS mencatat rata-rata AHH penduduk Indonesia pada saat lahir selama 73,5 tahun, pada 2021.

Angka tersebut naik 0,1 poin dari tahun sebelumnya yang selama 73,4 tahun. Sementara itu, jika dibandingkan dengan lima tahun lalu, kenaikan AHH penduduk Indonesia sebesar 0,6 poin dari 72,9 tahun pada 2017.

AHH merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. AHH yang rendah di suatu daerah menunjukkan program pembangunan kesehatan dan program sosial lainnya di wilayah tersebut belum maksimal.

Angka harapan hidup ialah indikator yang digunakan untuk menilai derajat kesehatan penduduk. Semakin tinggi angka harapan hidup, akan semakin lama rata-rata tahun hidup yang dijalani masyarakat.

Angka harapan hidup menjadi indikator global yang dinilai berdasarkan tiap-tiap negara. Dilansir dari United Nations Population Division, angka harapan ini sudah dicatat sejak 1950 sampai 2019 dan diproyeksikan hingga 2100.

Hong Kong merupakan negara dengan angka harapan hidup tertinggi, yakni 85,29 tahun. Disusul Jepang dengan AHH 85,03, lalu Makau dan Swiss di peringkat ketiga dengan 84,68 tahun. Di Asia Tenggara, Singapura memiliki rerata harapan hidup paling tinggi, yakni 84,07 tahun. Angka itu menempatkan Singapura di posisi keempat dunia.

Sementara itu, angka harapan hidup Indonesia, kendati meningkat, berada di peringkat 120-an dari 195 negara di dunia. Itu menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan hidup Indonesia butuh akselerasi. Indonesia perlu belajar ke negara-negara dengan AHH tinggi.

Hong Kong, negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia, misalnya. Faktor utama yang membuat angka harapan hidupnya tinggi ialah kualitas fasilitas kesehatan anak yang memadai. Faktor tersebut membawa Hong Kong sebagai negara dengan kematian bayi paling rendah di dunia atau perlu belajar dari Jepang. Faktor utama yang membuat harapan hidup Jepang tertinggi kedua di dunia ialah makanan. Makanan di ‘Negeri Matahari Terbit’ itu kaya akan buah, sayur, daging, dan ikan segar, serta biji-bijian. Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan program kesehatan masyarakat, seperti program vaksinasi anak-anak. Jepang juga memiliki budaya untuk selalu aktif beraktivitas walaupun sudah berusia lanjut.

Memang, kurang enak membicarakan umur, tapi membicarakan bagaimana supaya panjang umur bukan saja menarik, melainkan amat penting. Apalagi, capaian harapan hidup Indonesia belum memuaskan. Jadi, soal umur dan strategi ‘memanjangkannya’ perlu terus-menerus dibicarakan dan diikhtiarkan.

Karena umur, yang tecermin dalam angka harapan hidup, ialah lambang kesejahteraan suatu bangsa.
 



Berita Lainnya
  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik