Jumat 31 Desember 2021, 05:00 WIB

Memelihara Antusiasme

Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group | Editorial
Memelihara Antusiasme

MI/Ebet
Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group.

ANTUSIASME bisa kering, bahkan pupus. Kita tahu pikiran itu. Maka itu, antusiasme perlu dipelihara berkelanjutan.

Energi fosil bisa habis. Kita tahu pikiran itu. Maka itu, berpaculah untuk menghasilkan energi terbarukan.

Mengekspor hasil tambang mentah tak memberi nilai tambah. Kita pun tahu pikiran itu. Maka itu, lakukanlah hilirisasi.

Semua seruan itu bukan perkara baru. Sering didengungkan. Namun, tanpa realisasi. Maka itu, perlulah diperbarui aktualitasnya, terutama di kala tutup tahun, agar tetap hangat tahun depan.

Maaf, saya belum pernah memegang tahi ayam. Akan tetapi, saya percaya bahwa dia hangat. Hal yang telah dibuktikan nenek moyang sehingga lahirlah peribahasa, ‘hangat-hangat tahi ayam’. Hangatnya hanya sejenak. Setelah itu, dingin. Terlupakan.

Jokowi kiranya bukan presiden yang hangat-hangat tahi ayam.

Baiklah diapresiasi sikap keras hatinya sebagai pemimpin untuk kita berhenti mengekspor hasil tambang mentah. Dari mana dimulai? Bukan dari pidato. Dari nikel.

Keputusan setop ekspor nikel itu diprotes Badan Perdagangan Dunia (WTO). Jokowi maju terus. Emang gue pikirin apa kata WTO. Kata UUD 1945, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Ayat konstitusi itu sering diperbincangkan, tetapi baru sekarang nyata dilaksanakan. Presiden Jokowi meresmikan smelter yang dapat mengolah bijih nikel menjadi feronikel sehingga nilai tambah nikel meningkat 14 kali lipat. Bahkan, bila smelter tersebut memproduksi bijih nikel menjadi stainless steel, nilai tambah meningkat hingga 19 kali lipat.

Setelah nikel, tahun depan akhir, menyusul setop ekspor bauksit. Lalu minerba lainnya. "Dan akhirnya yang kita dapatkan apa? Industri di dalam negeri berkembang dengan sangat cepat," kata Jokowi.

Di situ terkandung antusiasme. Di situ bersemi semangat besar, kegairahan besar, kegembiraan yang besar. Di situ terekspresikan karakter bangsa, yakni berani berdiri tegak melawan kepentingan negara-negara besar yang selama ini menikmati nilai tambah karena kita 'malas mengolah'. Pemalas itu merasa rakyat telah disejahterakan dengan mentah-mentah mengekspor hasil tambang mentah.

Kajian Daron Acemoglu dan James A Robinson mengenai 'mengapa negara gagal' yang terkenal itu menyodorkan sindiran yang pas untuk para pemimpin kita di masa lalu. Katanya, negara gagal karena elite negara 'just too happy to extract resources'.

Besok kita memasuki tahun baru. Kiranya bukan lagi tahun pandemi yang menakutkan karena kita telah divaksin dan teguh berdisiplin menaati protokol kesehatan. Kita terlatih dengan kenormalan baru. Kita masuk mal lebih dulu menjepretkan barcode di Pedulilindungi yang terinstal di HP kita. Semua perilaku kita ini menyuburkan antusiasme bahwa kita mampu mengatasi pandemi dan serentak dengan itu ekonomi dipulihkan.

Tahun 2022 tahun politik. Orang kian ramai bicara calon presiden. Ini juga memicu antusiasme tersendiri. Siapakah dia gerangan yang dapat melanjutkan antusiasme Jokowi sehingga semua mineral dari perut bumi diolah dulu baru diekspor?

Baiklah dikenali pemimpin yang 'malas mengolah' yang 'just too happy to extract resources'. Pemimpin macam itu, jika dibandingkan dengan legacy Jokowi, sudah lewat masanya.

Baca Juga

MI/Ebet

Saga Djokovic

👤Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group 🕔Selasa 18 Januari 2022, 05:00 WIB
PUPUS sudah ambisi Novak Djokovic untuk unjuk gigi lagi di Australia Terbuka...
MI/Ebet

Menimbang DKI-1

👤Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group 🕔Senin 17 Januari 2022, 05:00 WIB
INGAR bingar bursa calon Gubernur DKI Jakarta 2024 tidak kalah serunya dengan bursa calon presiden. Sebab, peraih kursi DKI-1 berpeluang...
MI/Ebet

NU dan Perempuan

👤Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group 🕔Sabtu 15 Januari 2022, 05:00 WIB
TRADISIONAL dan modern dalam beberapa kasus menjadi sekadar simbolis. Ada orang atau kelompok yang secara ornamental dicap tradisional,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya