Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Booster

Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
28/12/2021 05:00
Booster
Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PERLUKAH vaksin booster? Jawabnya perlu. Akan tetapi, bila di suatu negara masih amat banyak warga yang belum mendapat vaksin kedua, apalagi yang pertama, vaksin booster atau vaksin ketiga merupakan ketidakadilan.

Maraknya varian omikron menjadi pertimbangan suatu negara memberikan vaksin booster kepada warganya. Pemberian vaksin booster katanya menghasilkan 75% efektivitas vaksin terhadap serangan omikron.

AS negara pertama bergegas melakukan vaksin booster gara-gara omikron. Booster dilakukan terhadap warga berumur 16 tahun atau lebih. Israel bahkan sebelum Natal mengumumkan memberikan vaksin keempat kepada warga berumur 60 tahun lebih.

Omikron varian dominan di AS. Sebanyak 73% kasus terinfeksi korona yang dilaporkan di AS akibat omikron. Menurut Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Dr Rochelle Walensky, varian omikron memiliki lebih 50 mutasi. Karena mutasi yang banyak itu, hanya divaksinasi dua kali mungkin tidak cukup.

Inggris Raya termasuk terparah terpapar omikron. Pada 18 Desember 2021 dilaporkan total 90 ribu orang terinfeksi omikron. Jerman memutuskan melakukan karantina selama dua pekan bagi mereka yang datang dari Inggris Raya hingga 3 Januari 2022. Ketentuan ini berlaku bagi mereka sekalipun telah divaksinasi dua kali.

Pemerintah kita bahkan mengambil langkah lebih keras. Inggris termasuk dalam daftar 11 negara yang dilarang masuk ke Indonesia. Pemerintah juga melangkah lebih jauh mulai 1 Januari 2022 melakukan vaksin booster. Yang menjadi pertanyaan siapa yang mendapatkannya? Siapa gratis, siapa pula berbayar?

Vaksin booster kemewahan bagi negara miskin. Kita bukan negara miskin. Kita mampu membeli vaksin. Kita pun percaya diri mampu membuat vaksin.

Kendati kita mampu membeli vaksin, faktanya masih jutaan warga yang belum divaksinasi atau belum divaksinasi kedua kali. Kita percaya pemerintah tahu benar bahwa yang harus dituntaskan ialah mencapai kekebalan komunitas, yaitu sedikitnya 70% warga telah dua kali divaksinasi. Prioritas kiranya pada dua kelompok umur.

Pertama, warga berumur 60 tahun atau lebih. Lansia rentan kematian bila terinfeksi korona. Kedua, anak-anak berumur 6-11 tahun agar mereka semua dapat kembali ke sekolah. Terlalu lama bersekolah virtual tak bergaul dengan sebaya, tak sehat bagi perkembangan kehidupan sosial anak.

Demi tegaknya keadilan bagi warga, apakah pemerintah menunggu kita mencapai kekebalan komunitas barulah pemerintah melakukan vaksin booster? Tidakkah bakal 'terlambat', menilik varian omikron jauh lebih cepat menular jika dibandingkan dengan varian delta?

Jawabnya jelas pemerintah tak akan menunggu sampai tercapai kekebalan komunitas barulah vaksin booster dilaksanakan. Dalam banyak perkara, Presiden Jokowi cenderung mengambil langkah serentak. Jokowi tak suka kebijakan 'saling tunggu', kebijakan 'urut kacang'. Contohnya, pandemi dikendalikan, serentak pula ekonomi dipulihkan. Vaksinasi pertama dan kedua dilanjutkan, serentak dengan itu booster pun dilakukan mulai 1 Januari 2022.

Sejauh yang terbaca di media, vaksin booster gratis diperuntukkan lansia dan kelompok rentan yang tak mampu membayar. Inilah warga yang iurannya sebagai peserta program jaminan kesehatan dibayar pemerintah. Selebihnya warga yang berbayar.

Otoritas kesehatan dunia (WHO) menentang vaksin booster. Katanya, vaksin booster malah bakal memperpanjang pandemi. Di negara miskin yang kebanyakan warganya belum divaksinasi, di situ rawan muncul varian baru korona yang kemudian dapat menyebar ke mana-mana. Oleh karena itu, lebih bijak negara yang mampu melakukan vaksin booster agar menahan diri. Vaksin ketiga itu lebih diperlukan untuk negara miskin yang rakyatnya belum divaksinasi.

Kenyataan mobilitas manusia zaman sekarang sulit dibatasi. Bergeraknya manusia bukan hanya dari negara kaya ke negara kaya, melainkan juga dari negara kaya ke negara miskin dan kembali ke negara kaya dengan mengidap varian baru yang tertular di negara miskin. Afrika Selatan mengekspor omikron sampai ke Inggris. Pandemi covid-19 akan berakhir tak hanya bila kekebalan komunitas terjadi di semua negara dengan dua kali vaksinasi, tapi juga vaksin booster.

WHO tentu harus bicara tegaknya keadilan/pemerataan vaksin, karena itu vaksin booster dinyatakan tak perlu, sedangkan pemimpin suatu negara harus bicara menyelamatkan warganya dengan memberi vaksin booster. Demikianlah isi dunia ini, ada atau tak ada korona, kemiskinan dekat dengan kematian. Korona membuatnya sama rata. Korona tak pandang kelas, yang kaya pun mati seketika disengatnya. Bila demikian halnya, adakah negara yang mampu melakukan vaksin booster menundanya demi mengindahkan seruan moral WHO?

 



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.