Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Jenderal Gatot, PKI Gaya Baru, PKI Gaya Lama

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
25/9/2020 05:00
Jenderal Gatot, PKI Gaya Baru, PKI Gaya Lama
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/ebet)

BULAN September biasanya menjadi musim orang berjualan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia. Itu karena sejarah versi Orde Baru menabalkan 30 September 1965 sebagai hari PKI memberontak dengan membunuh sejumlah jenderal.

PKI lahir dari Sarekat Islam. Anggota SI yang beraliran komunis dan kelak menjadi anggota PKI disebut SI Merah. Itu artinya pendiri PKI muslim, ber-Tuhan. Namun, sejarah versi resmi menggaungkan PKI ateis. Padahal ateis dan komunis tidak selamanya identik.

PKI partai politik pertama yang menggunakan kata Indonesia. Pemberontakan PKI terhadap kekuasaan kolonial Belanda pada 1926-1927 merupakan pemberontakan pertama mengatasnamakan Indonesia. Pemberontakan Imam Bonjol di Minangkabau, Diponegoro di Jawa, Cut Nyak Din di Aceh, Hassanuddin di Makassar, Pattimura di Maluku, ialah pemberontakan- pemberontakan mengatasnamakan daerah.

Namun, sejarah resmi Orde Baru cuma mempropagandakan pemberontakan PKI Madiun 1948 dan 1965. Pada pemberontakan 1948, PKI menjadikan kalangan santri dan ulama sebagai sasaran. Pada pemberontakan 1965, menurut sejarah versi Orde Baru, PKI membunuh sejumlah jenderal.

Di zaman Orde Baru dulu pemberontakan PKI 30 September 1965 senantiasa harus ditulis G 30 S PKI. Benar terjadi gerakan pada 30 September 1965, tetapi karena penelitian mutakhir menyebutkan keterlibatan PKI masih misteri, banyak yang menulis G 30 S.

Gerakan Wanita Indonesia ialah organisasi yang memperjuangkan kesetaraan kaum perempuan. Gerwani hendak meneruskan cita-cita dan perjuangan Kartini dan pejuang perempuan lainnya. Namun, Gerwani, masih menurut sejarah versi Orde Baru, berafi liasi ke PKI. Orde Baru membangun sejarah Gerwani melakukan tarian Harum Bunga, satu tarian cabul, sebelum menyayat, maaf, kelamin para jenderal di Lubang Buaya.

Tim autopsi menyatakan para jenderal tewas ditembak. Tim tidak menemukan luka sayatan pada kelamin para jenderal. Antropolog Universitas Amsterdam Saskia Eleonora Wieringa mengungkap cerita tentang Gerwani di Lubang Buaya ialah rekayasa, dusta, atau hoaks dalam istilah sekarang.

Bung Karno geram dengan kabar bohong itu. “Adakah rakyatku sudah begitu bodohnya dan percaya tentang omong kosong yang menyatakan beberapa ratus wanita telah memotong buah zakar para jenderal dengan sebuah pisau silet?”

Namun, Jenderal Soeharto berpidato di hadapan para perempuan seolah hoaks tentang Gerwani suatu kebenaran. “Mereka telah meninggalkan kepribadian kita. Mereka telah merusak kepribadian kaum perempuan Indonesia,” katanya.

Kita memercayai dongeng Jenderal Soeharto sekurang-kurangnya selama Orde Baru berkuasa. Benarlah bila dikatakan sejarah ditulis para pemenang.

Menteri Penerangan Jenderal Yunus Yosfi ah menghapus kewajiban pemutaran film Pemberontakan G 30 S PKI. Menteri Pendidikan Juwono Sudarsono memerintahkan peninjauan ulang pelajaran sejarah, termasuk yang memuat peristiwa pemberontakan 1965. Presiden Gus Dur berencana mencabut Tap MPRS tentang komunisme.

Pada 2017, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membangkitkan pemutaran fi lm Pemberontakan 1965. Gatot memang gigih ‘menjual’ isu PKI. Dalam satu program bincang-bincang di Kompas TV, Gatot secara tidak langsung ‘menuduh’ Yunus Yosfi ah dan Yuwono, juga Gus Dur, sebagai antek-antek PKI, dan itu dipatahkan Usman Hamid yang menjadi lawan bicaranya. Gatot pada 23 September 2020 menulis surat kepada Presiden Jokowi. Gatot meminta Presiden mewaspadai PKI gaya baru.

Entah apa defi nisi PKI gaya baru. Kata Gatot, anak cucu kaum komunis sudah menyusup ke legislatif dan eksekutif. Mungkin anak cucu kaum komunis di legislatif dan eksekutif itu yang dimaksud Gatot sebagai PKI gaya baru. Gatot kiranya percaya betul bila orangtua komunis, anak otomatis komunis.

Gatot dalam surat kepada Presiden juga menyebut pemberontakan PKI 1948 dan 1965. Mungkin kedua pemberontakan itu yang dimaksud Gatot sebagai PKI gaya lama. Gatot sama sekali tidak menyinggung pemberontakan PKI 1926-1927.

Gatot tampaknya akan terus menjual isu PKI gaya baru dan gaya lama meski jualannya membangkitkan pemutaran fi lm pemberontakan 1965 tidak laku, meski tuduhannya bahwa antek-antek PKI-lah yang menghapus pemutaran fi lm dan pelajaran sejarah pemberontakan 1965 itu dibantah telak Usman Hamid, setidaknya hingga menjelang 2024.

Saya tak sanggup membayangkan, bila Gatot bertarung di Pemilu 2024 dan menang, anak-anak kita diwajibkan menonton fi lm dan belajar sejarah penuh dusta serupa di era Orde Baru.

 



Berita Lainnya
  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.