Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KITA semestinya memandang pengangkatan Prabowo Subianto sebagai menteri oleh Presiden Jokowi cukup dalam dua perspektif.
Pertama, itu hak prerogatif presiden. Mengangkat menteri bahkan hak prerogatif eksklusif seorang presiden. Tidak boleh ada orang lain mendikte apalagi memaksa presiden memilih seseorang menjadi menteri. Presiden merdeka mengangkat para pembantunya.
Kedua, pengangkatan Prabowo yang merupakan rival bebuyutan Jokowi dalam dua pilpres itu merupakan dinamika politik yang mesti dimaklumi demi kepentingan lebih besar. Kepentingan lebih besar itu ialah teredamnya polarisasi, tercapainya persatuan Indonesia. Kita tidak boleh meremehkan jumlah pemilih Prabowo yang mencapai 60 juta orang lebih.
Sekali lagi, cukuplah kita melihat pengangkatan Prabowo sebagai menteri oleh Presiden Jokowi dari dua perspektif itu. Sampai di sini saja. Jangan ditambah-tambah lagi. Selebihnya lupakan dulu Prabowo.
Lebih baik kita arahkan perhatian ke orang-orang muda yang menjadi menteri atau pembantu presiden. Lebih bagus kita torehkan harapan kepada mereka.
Ada Nadiem Makarim, Erick Thohir, Wishnutama, Fajroel Rahman, Bahlil Lahadalia, dan entah siapa lagi. Kira arahkan pandangan dan torehkan harapan kepada mereka.
Mereka orang-orang fresh, segar, karena sebelumnya tidak dibebani kepentingan politik. Mereka bisa langsung tancap gas berlari kencang dan lincah. Malu bila lari mereka kalah kencang dan lincah dengan senior mereka Basuki Hadimuljono. Basuki sebagai menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat berlari sangat kencang membangun infrastruktur.
Kita berharap dalam perjalanan menjadi pembantu presiden, mereka tetap tak punya beban politik. Tanpa digelayuti kepentingan politik, mereka akan berkeringat bekerja keras membantu Presiden memajukan bangsa. Malu bila mereka kelak bekerja tak sekeras Sri Mulyani atau Budi Karya Sumadi.
Orang-orang muda di kabinet atau tim komunikasi presiden itu merupakan pengusaha, kalangan profesional, atau aktivis. Mereka sudah membuktikan bahwa mereka bekerja keras di bidang masing-masing.
Bukankah Presiden mengangkat mereka sebagai pembantunya karena selama ini mereka sudah berkeringat membuktikan kinerja masing-masing?
Bukankah Presiden mengangkat mereka sebagai menteri atau tim komunikasi karena menginginkan mereka membuktikan bahwa mereka juga bisa bekerja membuat terobosan, mendobrak rutinitas birokrasi di pemerintahan?
Bila di kabinet sebelumnya warna baru ada pada menteri-menteri perempuan, warna baru di kabinet sekarang ini ada pada orang-orang muda. Itu artinya Presiden mengandalkan orang-orang muda ini. Kita kawal anak-anak muda itu.
Tiga atau empat tahun lagi baru kita kembalikan pandangan ke Prabowo. Banyak yang memprediksi atau berharap Prabowo bakal maju lagi di Pilpres 2024. Istilahnya, Prabowo mundur selangkah menjadi menteri untuk kelak maju berlangkah-langkah menjadi capres lagi.
Bila itu kelak terjadi, kita mesti perhatikan Prabowo, dengan siapa dia berpasangan, apakah dengan Puan Maharani seperti yang dibayangkan belakangan ini?
Kita harus lihat sungguh-sungguh, selain parpol, kelompok mana saja pendukungnya, apakah serupa kelompok yang mendukungnya di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 yang doyan mengamalkan politik identitas.
Lalu, kita siapkan betul-betul rivalnya. Bukankah demokrasi mensyaratkan lebih dari satu pilihan?
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.
HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.
DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.
RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.
KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.
ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.
BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.
REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved