Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG senior mengutarakan keinginannya menjadi menteri. Dia merasa sangat layak menjadi menteri. Selain punya kompetensi di bidangnya, dia merasa sudah berkeringat memenangkan Jokowi.
Saya mengatakan kepada dia bahwa persaingan menjadi menteri makin ketat. Jokowi menjabat presiden untuk periode kedua. Mereka yang menjadi menteri di periode pertama banyak yang masih kepingin menjabat. Yang belum menjabat, tetapi merasa kompeten dan sudah berkeringat serupa senior saya tadi, juga banyak yang kepingin jadi menteri. Makin banyak orang kebelet jadi menteri, kian ketat pula kompetisi.
Yang merasa berkeringat memenangkan Jokowi semakin banyak pula, baik ketika menjadi bagian tim pemenangan, relawan, maupun sebagai bagian partai politik pendukung.
Di Pilpres 2014, cuma empat parpol yang kemudian bertambah menjadi enam parpol yang mendukung Jokowi. Di Pemilu 2019, ada 10 parpol berkeringat memenangkan Jokowi. Itu artinya kompetisi di antara parpol-parpol makin ketat untuk mendudukkan orang-orang mereka di kabinet. Kompetisi semakin ketat bila parpol penantang, yakni Gerindra, Demokrat, dan PAN, diikutsertakan ke dalam kabinet.
Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir, berharap yang duduk di kabinet mereka yang berkeringat. Pastilah Presiden Jokowi menempatkan orang-orang dari parpol-parpol yang berkeringat mendukungnya di kabinet.
Akan tetapi, bila orang-orang dari parpol seberang juga didudukkan di kabinet, itu artinya yang menjadi menteri ialah mereka yang berkeringat membela mati-matian Jokowi maupun mereka yang keringatan menyerang habis-habisan Jokowi saat kampanye pilpres.
Mereka yang ingin menjadi menteri juga berkeringat melakukan berbagai upaya supaya didudukkan di kabinet. Ada yang menerbitkan buku. Ada yang sering tampil di media. Ada yang memainkan hastag atau tagar di media sosial.
Ada pula yang bikin bocoran daftar menteri kabinet dengan namanya tercantum di sana. Bahkan ada yang sudah telanjur disebut-sebut namanya bakal menjadi menteri harus berkeringat menerima ucapan selamat, juga berkeringat menerima proposal permintaan sumbangan.
Kita berharap mereka tidak menghabiskan seluruh keringat mereka untuk berlomba-lomba menjadi menteri. Hematlah keringat siapa tahu kalian betul-betul terpilih menjadi menteri.
Menjadi menteri Jokowi harus mengeluarkan keringat, bahkan memeras keringat, juga memeras otak tentunya. Menjadi menteri Jokowi tidak boleh berleha-leha sambil kipas-kipas cari angin.
Jokowi tidak butuh menteri yang tidak berkeringat ketika bekerja, tetapi berkeringat ketika makan padahal makannya di ruang berpendingin udara. Bila perlu makan tertunda demi mengutamakan kerja.
Jokowi beberapa kali menyampaikan kriteria bagi para menterinya, yakni berintegritas, memiliki kemampuan eksekusi, serta punya kemampuan manajerial. Semua kriteria itu menunjukkan ia menginginkan para menterinya bekerja keras.
Jokowi tipe pekerja keras. Dia menginginkan para pembantunya juga bekerja keras supaya bisa mengimbanginya. Jokowi bahkan menginginkan para menterinya bekerja lebih keras jika dibandingkan para menteri di periode sebelumnya.
Periode kedua merupakan periode terakhir sekaligus periode pertaruhan bagi Jokowi. Masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan di periode pertama dan harus diselesaikan di periode kedua. Semua pekerjaan, baik pekerjaan peninggalan periode sebelumnya maupun pekerjaan atau program baru di periode kedua, harus diselesaikan karena ini merupakan kesempatan terakhir. Itulah mengapa para menteri Jokowi harus bekerja lebih keras bahkan superkeras.
Terus terang, Indonesia negara yang mengalami banyak ketertinggalan bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Jokowi berkomitmen untuk mengejar kemajuan yang telah dicapai negara-negara lain itu. Jokowi membutuhkan menteri yang mau berkeringat, mau bekerja keras, demi mencapai semua itu.
Bagi siapa pun yang kelak terpilih menjadi menteri, selamat berkeringat, selamat bekerja keras!
BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.
REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.
KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.
SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.
INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.
Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.
PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).
PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah
VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai
APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.
INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.
ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.
SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.
ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik
SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.
SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved