Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Negeri Paling Islami

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
07/9/2019 05:30
Negeri Paling Islami
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SAYA sekeluarga tiba di Christchurch Airport, Selandia Baru, dua hari silam. Di imigrasi, petugas menanyakan maksud dan tujuan kami. Kami jawab berlibur. "Enjoy," katanya seraya menyerahkan paspor-paspor kami dengan senyum lebar.

Sebelumnya, saya mencuri dengar percakapan petugas imigrasi dan wisatawan di sebelah saya. Petugas menanyakan tujuannya. Sang wisatawan perempuan berwajah Asia itu menjawab berbulan madu. "Oh, congratulation," ucap petugas.

Di bagian pemeriksaan bagasi, petugas memeriksa makanan yang saya bawa. Sesuai aturan, makanan yang dibawa dari luar negeri harus diperiksa. Untuk menghemat kantong, saya membawa beras dan penanak nasi, mi instan, sambal kacang, rendang, teri kacang, abon, dalam satu koper kecil. Petugas mengizinkan saya membawa semua makanan itu.

Namun, saya tidak memeriksakan tas satu lagi yang juga berisi makanan dari pesawat. Daripada mubazir, saya dan keluarga membawa kue dan minuman yang tak terkonsumsi di pesawat. 

Sebagai orang Indonesia, tak enak hati rasanya ketika Indonesia disebut Food and Agricultural Organisation (FAO) sebagai negara pemroduksi makanan terbuang sia-sia alias makanan mubazir nomor dua terbesar di dunia setelah Arab Saudi. Mubazir itu katanya teman setan. Orang Indonesia, apalagi Arab Saudi, kiranya sahabat setan.

Petugas meloloskan makanan yang saya bawa itu sembari memberi peringatan keras kepada saya untuk tak mengulanginya bila kelak bertandang ke Selandia Baru. Rupanya, sesuai aturan di Selandia Baru, semua makanan yang masuk ke negara itu harus diperiksa. Saya yang baru pertama kali bertandang ke negara itu berpikir karena saya membawanya dari pesawat, bukan dari negara saya, makanan itu tidak perlu diperiksakan.

Sepekan sebelum mengunjungi Selandia Baru, satu teman di grup pertukaran pesan, mengunggah indeks negara islami tahun 2018. Negara paling islami, menurut penelitian Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari itu ialah Selandia Baru.

Kedua peneliti mengganjar Selandia Baru dengan indeks tertinggi 9,20 setelah meneliti kondisi ekonomi, hukum dan pemerintahan, hak asasi manusia dan politik, serta hubungan internasional di negara itu.

Negara-negara Islam atau muslim sebagian besar bertengger di urutan di atas 100. Iran di urutan 125, Mesir 137, Pakistan 140, dan Sudan 152. Indonesia di urutan 64, kurang islami jika dibandingkan dengan Malaysia di urutan 47 dan Singapura di urutan 22.

Saya merasa beruntung bisa mengunjungi negara paling islami di dunia itu. Saya mencoba mencocok-cocokkan pengalaman mengunjunginya dengan label paling islaminya itu.

Barangkali yang saya alami di imigrasi bandara merupakan refleksi pelaksanaan pemerintahan islami, yakni pemerintahan yang melayani sepenuh hati. Ketika makanan yang saya bawa diperiksa dan saya mendapat peringatan, itu boleh jadi merupakan penerapan hukum secara islami, yakni tegas, berlaku untuk semua. 

Lebih dari sekadar yang saya alami, dalam urusan hukum dan pemerintah, negara yang terletak di ujung selatan bola dunia ini dikenal nol korupsi.

Di Kota Christchurch, saya melewati satu dari dua masjid yang Maret 2019 diserang kelompok antiimigran dan antimuslim. Ada media di Indonesia yang memberitakan peristiwa itu mencederai predikat islami yang disandang Selandia Baru.

Namun, saya teringat bagaimana PM Selandia Baru Jacinda Ardern berempati kepada kaum muslim di sana. Ardern memeluk muslimah berjilbab dalam pertemuan dengan komunitas muslim di parlemen. Ia memulai pertemuan itu dengan berucap assalamualaikum. Respons sang perdana menteri perempuan itu mestinya menjadikan label islami yang ditabalkan pada negaranya tak berkurang.

Saya menyetir mobil sewaan dari Christchurch menuju Kota Dunedin. Dalam perjalanan sejauh sekitar 350 kilometer itu saya menjumpai banyak sekali domba dan sapi. Populasi domba dan sapi di negara ini dikenal lebih besar daripada populasi penduduknya. Selandia Baru ternyata gemar memproduksi anak sapi atau anak domba, bukan doyan menghasilkan anak manusia.

Kita tentu ingat Robert Malthus. Teori klasiknya mendalilkan pertumbuhan pangan menurut deret hitung dan pertumbuhan penduduk berdasarkan deret ukur. Jika model pertumbuhan pangan versus pertumbuhan penduduk berlangsung seperti yang didalilkan Malthus, pada satu titik manusia kelaparan.

Selandia Baru ingin teori Malthus tak kesampaian. Negara itu ogah rakyatnya kelaparan. Negara paling islami itu pun memperbanyak produksi anak sapi dan domba, juga tanaman, dan mengendalikan pertumbuhan penduduk. Pemeriksaan makanan seperti dilakukan di bandara merupakan ikhtiar merawat pangan lokal negara tersebut demi kesejahteraan rakyat.

Dari Selandia Baru, kita belajar bahwa substansi lebih berarti daripada kemasan, yang substansial lebih bermakna daripada yang formal. Selandia Baru diberi predikat negara paling islami karena berbuat kebaikan yang menjadi substansi ajaran Islam, misalnya jujur, tidak korup, meski formal atau kemasannya merupakan negara sekuler berpenduduk kebanyakan Kristen.



Berita Lainnya
  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."