Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Setelah sang Kiai Tiada

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
10/8/2019 05:10
Setelah sang Kiai Tiada
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(Dok.MI)

KITA masih dalam suasana perkabungan wafatnya ulama besar penjaga Pancasila, KH Maimoen Zubair. Mbah Moen, begitu ia akrab disapa, berpulang di hari yang diinginkannya, Selasa, di Tanah Suci. Ia memang tengah berhaji. Di situlah ia dipanggil Sang Ilahi. Doa pun terus mengalir dari lintas iman.

Pemimpin Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, itu memang sosok yang pepak, tetapi rendah hati. Ulama besar (ahli fikih dan tasawuf) tapi juga paham eksistensi negara, dan menekankan pentingnya budaya sebagai identitas bangsa. Semasa hidup Mustasyar PBNU berusia 91 tahun itu, tanpa kacamata, masih aktif membaca kitab kuning.

Dalam sebuah wawancara (2018) ia berharap Islam rahmatan lil'alamin di Indonesia bisa menjadi kiblat Islam dunia. Berkali-kali di berbagai kesempatan kepada para santri, politisi, berbagai tokoh, ia berpesan untuk terus menjaga Pancasila.

Namun, kita juga baru saja dikejutkan dengan berita anak muda, taruna Akademi Militer, berdarah campuran Indonesia-Prancis, Enzo Zenz Allie, diduga pendukung Hizbut Tahrir Indonesia. Ini ormas terlarang karena mengancam Pancasila. Ada banyak yang meminta sang taruna dikeluarkan.

Banyak juga yang berpendapat pemuda 18 tahun yang menguasai empat bahasa asing itu, dipertahankan. Ia masih bisa diberi pemahaman tentang Pancasila sebagai ideologi bangsa. Terlebih bagi tentara, penjaga utama kedaulatan bangsa. Kalau dikeluarkan malah berpotensi kian radikal.

Pondok Pesantren Al-Bayan, Serang, Banten, tempat Enzo bersekolah sebelum diterima di Akmil, juga memberi jaminan Enzo bukan anggota HTI. Ia cinta NKRI. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Sisriadi, juga membantah institusinya ceroboh. Semuanya sesuai telah sesuai standar operasional prosedur.

Enzo ramai dibincangkan karena kita juga baru saja dikejutkan sinyalemen Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, bahwa 3% anggota TNI terpapar radikalisme. Jika benar, terbukti jaringan radikalisme menyasar ke organ negara penjaga utama kedaulatan Indonesia. TNI kecolongan?

Sebanyak 3% bukan angka kecil, 13.152 orang dari 438.410 orang TNI aktif. Militansi mereka tinggi, memungkinkan dalam waktu tak lama jumlah mereka bisa lekas membesar. Negara tak boleh lamban bergerak. Badan Intelijen Negara tak boleh terlelap.

Sengaja saya kontraskan Mbah Moen sebagai penjaga Pancasila dan Enzo plus 3% anggota TNI yang diasumsikan anti-Pancasila. Jika TNI saja terasuki ideologi serupa itu, bagaimana institusi lain?

Tak mengherankan, jika hasil survei Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (Lakip), dipimpin Bambang Pranowo, guru besar sosiologi Islam UIN Jakarta (Oktober 2010-Januari 2011), hampir 50% pelajar setuju tindakan radikal. Data itu menyebutkan 25% siswa dan 21% guru menyatakan Pancasila tak relevan lagi.

Sementara itu, 84,8% siswa dan 76,2% guru setuju dengan penerapan syariat Islam di Indonesia. Yang menyatakan setuju dengan kekerasan untuk solidaritas agama mencapai 52,3% siswa dan 14,2% membenarkan serangan bom.

Yang terbaru, Mei lalu, Setara Institute merilis temuannya, 10 perguruan tinggi negeri (termasuk UI, ITB, UGM, dan IPB), menjadi tempat tumbuhnya kelompok Islam eksklusif yang berpotensi berkembang ke arah radikalisme. Menurut Setara, paham itu dibawa kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama, melalui pintu masuk organisasi keagamaan di kampus.

Dalam situasi serupa itu, kita jadi amat kehilangan atas kepergian Mbah Moen. Tokoh yang lahir dari pesantren, agamanya pepak dan 'pelintas batas' yang piawai. Negeri ini punya sedikitnya 28.000 pondok pesantren, kita amat berharap lahir lebih banyak ulama serupa Mbah Moen, melakukan pencerahan bagi bangsa. Termasuk di institusi TNI, Polri, aneka birokrasi, dan perguruan tinggi.



Berita Lainnya
  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.

  • Tunas Terempas

    30/12/2025 05:00

    SUARANYA bergetar nyaris hilang ditelan hujan deras pada senja pekan silam. Nadanya getir mewakili dilema anak muda Indonesia yang menjadi penyokong bonus demografi.