Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBACA Nietzsche membuat badan terkejut. Katanya, Socrates ialah pelawak yang dianggap serius.
Socrates ditertawakan, dia tidak dianggap serius. Dia tidak ditertawakan, dia dianggap pelawak serius.
Dialektika gaya Nietzsche itu menggoda saya untuk 'membaca' elite Indonesia dalam perspektif dianggap pelawak serius. Siapakah mereka?
Apakah Prabowo-Sandiaga serius ketika tidak hadir di KPU di acara penetapan presiden dan wakil presiden terpilih Pemilu 2019? Serius karena mereka tidak dianggap pelawak. Mereka tidak ditertawakan.
Bayangkanlah Cak Lontong dan Butet Kartaredjasa duduk di kursi Prabowo-Sandiaga di acara itu. Pasti mereka ditertawakan. Kenapa? Karena mereka dianggap tidak serius mau menggantikan Prabowo-Sandiaga yang serius.
Jadi, bukan karena mereka pelawak serius, mereka ditertawakan. KPU bukan panggung lawak-lawakan. Untuk menertawakan Cak Lontong-Butet Kartarejasa dengan serius, tontonlah mereka dengan serius di TIM.
Apakah Amien Rais ditertawakan ketika bicara people power? Tidak. Dia tidak ditertawakan bukan karena dia tidak dianggap serius, apalagi pelawak serius, melainkan semata karena dia belum pernah tidak serius.
Ada yang menertawakannya ketika dia dipanggil polisi. Dia bicara people power enteng-entengan. Terdengar tidak serius, padahal serius.
Diperiksa polisi orang tentu serius. Amien Rais ialah oposan yang dianggap serius. Dia ditertawakan rasanya bukan hanya karena bilang people power enteng-entengan, tapi karena pernyataan itu juga mengingatkan orang omongannya yang lain, yakni berjalan kaki dari Yogya ke Jakarta. Orang menganggap itu janji serius, padahal tidak serius. Itu jalan kaki enteng-entengan.
Apakah di kubu Jokowi ada yang dianggap pelawak serius? Apakah semuanya serius? Lebih khusus apakah Surya Paloh serius?
Dia tidak ditertawakan karena dianggap pelawak serius. Pidatonya serius. Ada yang menganggapnya pelawak serius karena tidak berkeinginan menjadi cawapres, apalagi menteri. Hal itu bikin serius tertawa yang serius tidak percaya.
Surya Paloh sendiri pun rasanya serius menertawakan dirinya sendiri kenapa hidup begitu serius. Sebuah buku tentang dirinya berjudul Sang Ideolog. Amat serius untuk dianggap pelawak serius. Ideolog tidak butuh jabatan publik.
Sebutlah satu-dua nama lagi, asal bukan elite pelawak serius Indonesia Cak Lontong-Butet Kartaredjasa. Kenapa? Karena publik akan tertawa serius tidak percaya bahwa dua orang ini punya hasrat serius untuk menertawakan diri sendiri.
Nietzche sendiri kiranya orang yang tidak suka ada yang menertawakan dirinya. Katanya, orang yang menertawakan dirinya ialah orang yang tidak mengerti dirinya. "Saya bukan mulut untuk telinga mereka."
Betapa rusak sebuah republik kalau sampai elite tidak suka rakyatnya menertawakan mereka. Sebaliknya, republik rusak berat bila rakyat bilang kepada elite bahwa telinga mereka bukan untuk mulut elite.
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved