Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKAL calon gubernur Jawa Barat yang juga mantan Bupati Purwakarta mengkampanyekan Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dan Abang Ijo Hapidin (Om Zein - Abang Ijo). Kegiatan tersebut berlangsung dalam acara "KDM Menyapa" yang digelar di Lapangan Bola Desa Cilegong, Jatiluhur, Purwakarta.
"Bener mau ngedukung Om Zein dan Abang Ijo?" tanya Kang Dedi kepada penonton yang langsung merespons dengan antusias.
Dalam suasana yang penuh semangat, Dedi kembali mengajukan pertanyaan kepada para penonton
Baca juga : Kalangan Wong Cilik Ikut Antar Dedi Mulyadi Daftar ke KPUD Jawa Barat
"Siapa Gubernurnya? Siapa Bupatinya?. Kalau p?Purwakarta istimewa, Purwakarta harus dipimpin Om Zein dan Bang Ijo," jelas Kang Dedi.
Terkait nomor urut pasangan calon Om Zein dan Abang Ijo, Dedi menganggap hal itu bukanlah masalah besar.
"Nomor urut mah gampang, pokoknya pilih," ujarnya.
Baca juga : Zulhas: PAN Ikuti Keputusan Prabowo Usung Dedi Mulyadi
Ia menyatakan bahwa fokus utama adalah memilih pemimpin yang tepat, bukan sekadar nomor urut. Untuk memudahkan warga mengenali pasangan yang didukung, Dedi memberikan gambaran fisik tentang Om Zein dan Abang Ijo.
"Bupatinya pakai peci, orangnya kecil, satunya lagi pakai ikat Sunda," katanya.
Tak sampai disitu, Dedi berjanji kepada warga Purwakarta akan mengawasi kinerja pasangan Om Zein dan Abang Ijo jika terpilih.
Baca juga : Calon Wakil Dedi Mulyadi di Pilgub Jawa Barat Tunggu Hasil Munas Golkar
"Pokoknya kalau pasangan Om Zein - Abang Ijo terpilih, namun buruk kinerjanya, gubernur yang turun langsung," ujarnya.
Tak hanya itu, Dedi berpesan kepada pasangam Zein-Jo pentingnya memimpin dengan hati dan jiwa yang menyatu dengan rakyat, menciptakan hubungan yang erat dan memahami kebutuhan masyarakat.
"Kita harus membangun dari kesamaan rasa, itulah pesan utama saya," katanya.
Baca juga : Golkar Bahas Peluang Ade Ginanjar Jadi Cawagub Dedi Mulyadi di Jabar
Menurutnya, energi yang dimiliki masyarakat Jawa Barat adalah energi "siliwangi" yang menyebarkan cinta kasih dan kebersamaan.
"Energi itu harus nyata, bukan sekedar dadak-dadakan," tegasnya.
Ia mengajak para kepada pasangan Zein-Jo untuk berani menyampaikan nilai-nilai tersebut kepada publik dan berpihak kepada rakyat.
"Tanggung jawab itu bukan hanya soal jabatan, tetapi bagaimana seorang pemimpin mampu menjawab kebutuhan dan harapan rakyatnya," tutup Kang Dedi.(Z-8)
Mereka memiliki komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis tata kelola yang baik dan prinsip keberlanjutan.
Melalui aplikasi Sapawarga, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jabar hingga jalur mudik yang aman
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri pengecualian larangan motor bagi siswa di pelosok. Aturan resmi berlaku tahun ajaran 2026/2027 dengan syarat ketat. Cek rinciannya.
Apabila surat tersebut tidak ditanggapi dalam 21 hari kerja, maka pihaknya akan melanjutkan upaya hukum melalui gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan skema kompensasi bagi pengemudi angkutan lokal sebagai langkah untuk mengurangi potensi kemacetan selama arus mudik
Seorang ibu di Subang, Jawa Barat kini harus berhadapan dengan hukum setelah menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang masih berusia enam tahun.
Arizal Juliana (25) warga Dusun 3 Karajan 2 Desa Tanjungsari Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta terduga pelaku curanmor yang tewas setelah di hakimi massa
Sangat penting bagi SPPG untuk melakukan pengelolaan limbah dan penegakan standar operasional prosedur
Kebakaran melanda Pasar Rebo Purwakarta dan menghanguskan tiga blok serta sekitar 50 kios. Tidak ada korban jiwa, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya ia mampu memproduksi kolang-kaling hingga 50 kg per hari, kini ia hanya mampu menghasilkan 15 hingga 20 kg saja.
Ratusan umat Konghucu memadati Vihara Budi Asih untuk melaksanakan ibadah sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek 2577.
Program Perhutanan Sosial memberi akses legal kepada masyarakat untuk mengelola hutan, memanfaatkan hasilnya, dan menjaga kelestariannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved