Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Babak Baru Cosplayer Asia Afrika: Beraksi Kembali dengan Aturan Ketat**

Naviandri
19/3/2026 10:12
Babak Baru Cosplayer Asia Afrika: Beraksi Kembali dengan Aturan Ketat**
Aksi para cosplayer di Jalan Asia-Afrika, Bandung(MI/Dok Diskominfo kota Bandung )

KAWASAN bersejarah Jalan Asia Afrika, Bandung, kini kembali semarak dengan kehadiran para cosplayer. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung memastikan aktivitas hiburan tersebut berjalan normal namun berada di bawah pengawasan ketat, menyusul penandatanganan ikrar bersama oleh tiga komunitas utama.

Langkah ini diambil guna menyeimbangkan kreativitas warga dengan kenyamanan wisatawan. 

Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menegaskan bahwa kesepakatan tersebut merupakan landasan utama dalam menata aktivitas cosplayer agar tetap menjadi daya tarik wisata tanpa memicu keresahan publik.

Komitmen dalam Tiga Poin Ikrar

Pada 10 Maret lalu, Disbudpar mengundang koordinator dari tiga komunitas cosplayer untuk menyepakati standar etika di lapangan. Adi menjelaskan bahwa poin-poin dalam ikrar tersebut berfokus pada pelayanan yang santun kepada pengunjung.

“Intinya, mereka menghibur tanpa memaksa, menjaga kesopanan, serta tidak melakukan tindakan menjebak atau menipu pengunjung,” ungkap Adi.

Ia menambahkan bahwa komitmen ini bukan sekadar formalitas, melainkan amanah untuk menjaga wajah pariwisata Bandung. Keberadaan cosplayer merupakan hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah kota yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Ini kesempatan yang diberikan oleh Wali Kota. Kalau tidak dijaga yang dirugikan bukan hanya masyarakat, tapi juga para cosplayer karena mereka bisa kehilangan ruang berekspresi,” paparnya.

Pengawasan Terstruktur dan Batasan Anggota

Untuk memastikan kesepakatan berjalan konsisten, Disbudpar bekerja sama dengan Satpol PP dalam melakukan pemantauan rutin. 

Pengawasan ini bertujuan menyaring oknum yang berpotensi merusak citra kota. Selain pengawasan eksternal, peran koordinator komunitas menjadi kunci utama dalam menjaga kedisiplinan internal.

“Kami tekankan agar para koordinator terus mengingatkan anggotanya. Ini tidak cukup sekali dua kali, tapi harus terus-menerus karena menyangkut citra Kota Bandung,” tandas Adi.

Dalam perjanjian baru tersebut, diatur pula batasan teknis guna mencegah kepadatan yang berlebih. 

Setiap komunitas kini dibatasi maksimal 15 anggota yang beraksi di lapangan. Jika koordinator berhalangan hadir, wajib ada penanggung jawab lapangan agar aktivitas tetap terkendali.

Menyambut Momentum Lebaran

Menjelang libur Lebaran, kondisi di kawasan Asia Afrika dilaporkan sudah kembali kondusif. Adi berharap para cosplayer dapat memanfaatkan momentum lonjakan wisatawan untuk mengais rezeki dengan cara yang elegan dan tertib.

“Mereka bisa berekspresi sekaligus mencari rezeki dari kreativitas kostum yang ditampilkan. Tapi yang utama tetap komitmen menjaga aturan," tuturnya.

Terakhir, Adi juga mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga suasana kondusif di kawasan tersebut dengan saling mengingatkan secara baik jika menemukan hal yang tidak sesuai di lapangan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik