Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyoroti sejumlah terdapat sejumlah daerah yang berpotensi menghadapi krisis air terutama di Pulau Jawa.
"Jadi sebenarnya Indonesia kalau di rata-rata air itu masih aman. Tapi kalau kita lihat per pulau, per-region, ini yang banyak kekurangan air ini ada di pulau Jawa," kata Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin dalam diseminasi Indonesia Environmental Outlook (IEO) 2026 Yayasan KEHATI di dari Jakarta, Jumat (13/3).
Secara khusus dia menyebut daerah yang memiliki isu terkait ketersediaan air termasuk wilayah Jakarta, Jawa Timur dan juga sejumlah wilayah di Jawa Barat. Sementara untuk wilayah di luar Pulau Jawa, termasuk di sekitar Medan dan Makassar.
Dari data Bank Dunia pada 2021, potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Tidak hanya untuk pertanian, dia menyebut terdapat kebutuhan air untuk energi baru terbarukan dengan 7,5% produksi listrik di Indonesia dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Terdapat juga sejumlah tantangan terkait sumber daya air di Tanah Air. Diproyeksikan kebutuhan air akan meningkat 31% pada 2045 jika dibandingkan pada 2015, yang dipengaruhi pertumbuhan penduduk serta peningkatan permintaan industri bertambah empat kali lipat.
Di sisi lain, terdapat ancaman penurunan muka tanah karena ekstraksi air tanah dan 12,7 juta hektare (ha) lahan kritis.
Dia menyebut konservasi sumber daya air kini menjadi salah satu perhatian pemerintah. Dimulai dari upaya pengendalian pencemaran dan pemantauan kualitas air hingga perlindungan dan pelestarian sumber air.
"Terkait dengan swasembada air. Ini adalah program konservasi daerah aliran sungai. Di dalamnya ada rehabilitasi hutan dan lahan, kemudian pengolahan sistem irigasi, pembangunan bendungan multifungsi, dan lain-lain," jelasnya. (Ant/P-3)
Bappenas menghitung kebutuhan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra hingga 2028 sebesar Rp56,3 triliun, angka minimal tahap awal.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
Paviliun Indonesia tidak hanya menyajikan kekayaan alam dan keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi, peluang investasi, dan kerja sama di panggung global.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved