Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Hati-Hati Krisis Air Selama Musim Kemarau yang Panjang di 2026, Bappenas Soroti Daerah Ini

Cahya Mulyana
13/3/2026 20:15
Hati-Hati Krisis Air Selama Musim Kemarau yang Panjang di 2026, Bappenas Soroti Daerah Ini
ilustrasi.(Antara)

KEMENTERIAN Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyoroti sejumlah terdapat sejumlah daerah yang berpotensi menghadapi krisis air terutama di Pulau Jawa.

"Jadi sebenarnya Indonesia kalau di rata-rata air itu masih aman. Tapi kalau kita lihat per pulau, per-region, ini yang banyak kekurangan air ini ada di pulau Jawa," kata Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin dalam diseminasi Indonesia Environmental Outlook (IEO) 2026 Yayasan KEHATI di dari Jakarta, Jumat (13/3).

Secara khusus dia menyebut daerah yang memiliki isu terkait ketersediaan air termasuk wilayah Jakarta, Jawa Timur dan juga sejumlah wilayah di Jawa Barat. Sementara untuk wilayah di luar Pulau Jawa, termasuk di sekitar Medan dan Makassar.

Dari data Bank Dunia pada 2021, potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.

Tidak hanya untuk pertanian, dia menyebut terdapat kebutuhan air untuk energi baru terbarukan dengan 7,5% produksi listrik di Indonesia dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Terdapat juga sejumlah tantangan terkait sumber daya air di Tanah Air. Diproyeksikan kebutuhan air akan meningkat 31% pada 2045 jika dibandingkan pada 2015, yang dipengaruhi pertumbuhan penduduk serta peningkatan permintaan industri bertambah empat kali lipat.

Di sisi lain, terdapat ancaman penurunan muka tanah karena ekstraksi air tanah dan 12,7 juta hektare (ha) lahan kritis.

Dia menyebut konservasi sumber daya air kini menjadi salah satu perhatian pemerintah. Dimulai dari upaya pengendalian pencemaran dan pemantauan kualitas air hingga perlindungan dan pelestarian sumber air.

"Terkait dengan swasembada air. Ini adalah program konservasi daerah aliran sungai. Di dalamnya ada rehabilitasi hutan dan lahan, kemudian pengolahan sistem irigasi, pembangunan bendungan multifungsi, dan lain-lain," jelasnya. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya